Archive for the 'Buku Pertama -JALAN SALIB-' Category

Pendahuluan – Buku Pertama Tetralogi Jalan Salib

.

Pendahuluan

Jalan Salib

Kata Yesus: Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup


0.1 Jalan Salib – Menurut Perjanjian Lama (PL)

0.1.1 Jalan Salib: Cerita tentang Henokh

Kejadian 5:22, 24.

[22] Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

[24] Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (lih Ibr 11:5; Yud 14).

‘Hidup bergaul dengan Allah, selama tiga ratus tahun lagi’, dalam bahasa PB adalah ‘hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi’ selama ‘waktu yang sisa’ (1 Ptr 4:2), dan dipimpin oleh Roh Kudus setiap saat sebab imannya sempurna (Ibr 11:6a) dan karena itu Allah berkenan kepadanya (lih Rm 8:14). Itulah kesaksian Roh bagi kita masa kini.

Referensi

Amos 5:6.

[6a] Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup,.

Matius 3:17.

[17] lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.

♦ ‘Suara dari sorga’ itulah yang ditunggu-tunggu oleh setiap insan terpilih yang sedang berjalan di Jalan Salib. Sebab inilah syarat yang harus dipenuhi yang menandakan bahwa perjalanan rohani kita telah sampai ke ujungnya, di mana dinyatakan bahwa Bapa berkenan kepada kita, sebagaimana Bapa berkenan kepada Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, yang bergaul dengan Allah sepanjang 300 tahun di zaman awal-awal PL (Ibr 11:5b).

Lukas 17:21.

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah itu ada di antara kamu.

Yohanes 16:13.

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang di-dengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[13c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Roma 12 :2.

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Efesus 5:17. (lih juga Rm 12:2b-2c).

[17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Ibrani 11:5-6.

[5a] Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya.

[5b] Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. (lih juga jejak Yesus pada Mat 3:17).

[6a] Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

♦ Allah hanya berkenan kepada insan yang telah mencapai iman sempurna, yang disebut manusia baru (Ef 4:24) dan satu-satunya cara untuk itu adalah melalui Jalan Salib.

[6b] Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (lih juga Am 5:6a).

1 Petrus 4:1-2.

[1] Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, – karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa -, (lih 1 Yoh 3:6a).

[2] supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

♦ Dalam ‘waktu yang sisa’ kita ‘berhenti berbuat dosa’ lagi, setelah Kristus menyatakan diri-Nya (1 Yoh 3:2b) dan dosa tuntas dihapus (1 Yoh 3:5); artinya manusia baru (Ef 4:24) yang hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b) di waktu-sisa yang diperkenankan Allah itu.

♦ ‘Menurut kehendak Allah’, artinya kita harus tahu manakah kehendak Allah; untuk itu kita diingatkan supaya janganlah kita berlaku bodoh! (Ef 5:17).

♦ Sering kali kita mendengar orang mengatakan: sebagai manusia, mana mungkin kita tahu apa kehendak Tuhan pada diri kita pada hari ini, besok ataupun masa depan; sesungguhnya perkataan itu justru membodohi diri sendiri, sebab kata Yesus: Roh Kebenaran, ialah Roh Kudus akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran dan akan memberitakan hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13a, 13c).

1 Yohanes 3:2, 5-6.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;

Yudas 14-16.

[14] Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,

[15] hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.

[16] Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menurut hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

0.1.2  Jalan Salib: Cerita tentang Nuh

Kejadian 6:9-22.

[9] Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

♦ Syarat menjadi orang benar adalah hidup bergaul dengan Allah.

♦ Hidup bergaul dengan Allah, artinya selalu menyalibkan K-Daging, dan menghidupkan K-Roh, setiap saat selalu berkomunikasi dua-arah dengan Allah, sehingga dia tahu manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Kej 6:14-16; Rm 12:2b; Ef 5:17).

♦ Jadi dihadapan Allah dia tidak sama dengan dunia (Rm 12:2a), tapi telah keluar dari dunia, lalu diutus ke dalam dunia (Kej 6:8, 18; Yoh 17:18; Ibr 11:7).

Referensi

Kejadian 6:12.

[12] Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. (lih ayat 5-6).

♦ Nuh adalah orang benar, yang hidup tidak bercela dan bergaul dengan Allah, maka sesungguhnya dia telah hidup dalam Kerajaan Allah di bumi (dikiaskan lengkap pada Yes 11:6-9), di antara insan manusia sezamannya yang hidupnya rusak. (Kej 6:5; Luk 17:21b). Itulah kesaksian Roh bagi Nuh, untuk kita masa kini.

♦ Jadi Nuh telah ‘melakukan transformasi’ diri dari manusia lama, berubah menjadi manusia baru (Ef 4:22-24). Bedanya setinggi langit dari bumi.

♦ Dengan kata lain, dia telah meliwati ‘dapur kesengsaraan’ (Yes 48:10) alias Jalan Kudus (Yes 35:8-10) alias ‘Jalan Salib’ (Yoh 14:6).

♦ Salibnya Nuh (1 Ptr 3:17): puncaknya derita Nuh, si petani, adalah ia bersusah payah membangun bahtera besar, di tempat yang bukan pantai laut, karena iman (Ibr 11:7).

Kejadian 6:13.

[13] Berfirmanlah Allah kepada Nuh: Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

♦ Kita juga harus berani berkata demikian: Aku telah memutuskan untuk mengakhiri segala tingkah langkah hidupku yang penuh dengan kekerasan oleh nafsuku yang menyesatkan, jadi aku akan memusnahkannya bersama-sama dengan tubuh dosaku.

♦ Itulah arti asli ayat (13) bagi kita yang hidup di zaman akhir masa kini nan modern.

Kejadian 6:14.

[14] Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir;

♦ Dan bagi kita Allah memberikan solusinya, yakni buatlah bagimu sebuah bahtera!

♦ Intinya: Allah yang bekerja membuat bahtera, dengan menggunakan Nuh sebagai alat-Nya. (Yoh 14:10b).

♦ Nyatanya: Allah menugaskan Yesus membangun Jalan Salib bagi barangsiapa yang percaya (Yoh 17:4), dan kita dituntun-Nya untuk masuk dan berjalan di situ supaya selamat. (Yes 48:17; 2 Kor 5:5).

♦ ‘Sebuah bahtera’, adalah kiasan untuk Jalan Tuhan, Jalan Kudus, Jalan Kebenaran, Jalan Keselamatan, Jalan Sempit alias Jalan Salib.

♦ Diluar itu adalah lautan dan gelombang dunia yang jahat di mata Tuhan, yang disebut jalan Iblis (Mat 5:37b).

Kejadian 6:5-6, 8, 14-16, 17-18.

[5] Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

[6] maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

[8] Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

[14] Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.

♦ Ayat (14-17) menunjukkan bahwa perintah Allah itu tidak hanya bersifat strategis tetapi juga teliti sampai urusan teknis operasional, bahkan hal-hal yang akan datang.

♦ Inilah yang sering kita keliru, dengan menganggap tidak mungkin Allah mengurusi hal-hal teknis yang kecil-kecil, padahal jika kita telah dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita hidup hanya berdasarkan segala perintah apapun termasuk yang bersifat sangat pribadi sekalipun diberikan, seperti disuruh mandi, disuruh gosok gigi, mau pakai baju apa hari ini, kapan rambut kita dicukur, apakah boleh pergi ke situ, disuruh ambil uang itu di sana, berikan seribu rupiah kepada pengemis itu, dan seterusnya.

[15] Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.

[16] Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

[17] Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.

♦ Inilah bukti bahwa Tuhan bukan saja memberitakan kehendak-Nya tentang hal-hal yang akan datang, tetapi juga mempersiapkan kita untuk menghadapi situasi itu.

♦ Namun jangan salah, sebab sesungguhnya perintah Roh Kudus itu selalu mengandung test dan ujian bagi kita sendiri apakah kita mampu bersabar, dan selalu bersyukur, pasrah, serta berjibaku dalam kesetiaan dan ketaatan pada perintah firman! Di dalam sharing dengan sesama insan terpilih maka berbagai contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari akan dapat kita mengerti dan rasakan kebenaran ujian kemurnian iman itu.

[18] Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

Yesaya 11:6-9.

[6] Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.

[7] Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.

[8] Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.

[9] Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. (lih juga Ibr 8:11).

♦ Demikian itulah kiasan posisi akhir keadaan insan dalam Kerajaan Allah di bumi, ‘sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan!’

Yesaya 35:8-10.

[8a] Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus;

[8b] orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya,

[8c] dan orang-orang pandir tidak akan mengembara diatasnya.

♦ ‘Orang yang tidak tahir’, artinya yang tidak suci kudus, yang belum tanggalkan tubuh dosa, yang belum milik Kristus; ‘orang pandir’ adalah orang yang bebal, yang keras kepala, yang munafik, yang kafir.

[9a] Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana;

♦ ‘Singa’ dan ‘binatang buas’ adalah kiasan untuk Iblis dan para malaikatnya.

[9b] orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,

♦ ‘Orang yang diselamatkan’ adalah orang terpilih yang berjalan di Jalan Salib.

[10a] dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka;

[10b] kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

♦ ‘Orang yang dibebaskan Tuhan’, kata Roh adalah jiwa dan roh insan yang sudah masuk neraka; lih Ibr 11:40b, tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan; dengan kata lain tanpa manusia baru yang beriman sempurna, mereka tidak akan dibebaskan Tuhan dari neraka, untuk pulang dan masuk ke Sion alias sorga.

Yesaya 48:10, 17.

[10] Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.

[17] Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

Matius 5:37.

[37a] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

[37b] Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

♦ Sesungguhnya, firman ini menunjukkan dengan jelas dan tegas, bahwa di dunia ini hanya ada dua alternatip kepercayaan bagi kita, yakni percaya dan menyembah kepada Allah, atau percaya dan menyembah kepada Iblis.

♦ Hendaklah kita mengetahuinya, bahkan sesungguhnya sudah tahu bahwa manusia, malaikat Tuhan dan Iblis, ketiganya di cipta oleh Allah Bapa Yang Mahakuasa. Jadi sekarang silahkan tetapkan pilihanmu, menyembah kepada Penciptamu, atau menyembah kepada sesama ciptaan Allah!

♦ Kepada malaikat Tuhan saja, yang kekuasaannya sama dengan si Iblis, kita telah dilarang keras menyembahnya (Why 22:9), apalagi kepada si Iblis, yang adalah musuh abadi dan pembunuh manusia sejak semula, (Yoh 8:44).

Yohanes 14:6, 10.

[6a] Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

[6b] Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

[10b] Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yohanes 17:18, 21.

[18] Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;

[21a] supaya mereka semua menjadi satu,

[21b] sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Roma 12:2.

[2a] Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia,

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, (lih Ef 4:23).

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Efesus 4:23.

[23] supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,.

Efesus 5:17. (lih juga Rm 12:2b-2c).

[17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Ibrani 11:7. (lih 1 Ptr 3:17)

[7] Karena iman, maka Nuh – dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan – dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

1 Petrus 3:17.

[17] Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

.

0.1.3  Jalan Salib : Cerita tentang Abraham

Kejadian 12: 1, 4.

[1] Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.

[4a] Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia;

‘Seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya’, artinya inilah keadaan hidup beriman yang disebut: ‘Bergaul dengan Allah’ (lih Kej 15:5-6; 17:10; 18:10, 32; Ibr 11:8-19). Sadarlah!

Referensi

Kejadian 15:5-6.

[5a] Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.

[5b] Maka firman-Nya kepadanya: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.

[6] Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Kejadian 17:10.

[10] Inilah perjanjian-Ku, yang harus engkau pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kejadian 18:10, 32.

[10a] Dan firman-Nya: Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.

[32a] Katanya: Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?

[32b] Firman-Nya: Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.

Kejadian 22:13.

[13] Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Ibrani 11:8-19.

[17] Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

[18] walaupun kepadanya telah dikatakan: Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu. (lih Kej 15:5b).

[19a] Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati.

[19b] Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali. (lih juga Kej 22:13).

♦ Inilah salib terberat bagi Abraham yang bersedia dipikulnya, yaitu mempersembahkan Ishak, anaknya, dengan dasar kepercayaan penuh bahwa Allah berkuasa mem-bangkitkannya kemudian. Intinya: sangkal diri dan iman teguh, wujudnya kasih dari Allah (1 Kor 13:7). Jika pilih Tuhan, kamu pasti dapat dua asset: sorga dan dunia!

♦ Sesudah Yakub, anak Ishak, dan kemudian Yusuf, anak Yakub mati di tanah Mesir, nyatanya orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang banyaknya, dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka (Kel 1:7).

♦ Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: Tak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Kej 50:24).

♦ Dan firman Tuhan (kepada Musa): ‘Aku telah memperhatikan dengan sungguh ke-sengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir’ (Kel 3:7-8, 10).

♦ Sesungguhnya seluruh peristiwa perjalanan orang Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir (Firaun sebagai kiasan si Iblis yang memperbudak insan di bumi), sampai dengan masuknya mereka ke tanah perjanjian (sebagai kiasan sorga), adalah kisah duniawi yang bermakna sorgawi yang terjadi ketika Tuhan melepaskan umat-Nya dari cengkraman si Iblis dengan jalan menguji untuk memurnikan umat Israel di dalam dapur kesengsaraan (Yes 48:10) alias Jalan Tuhan, Jalan Keselamatan, Jalan Kudus, Jalan Salib, yakni jalan yang harus kautempuh (Yes 48:17), supaya dapat layak datang kepada Bapa di sorga (Yoh 14:6b).


0.1.4  Jalan Salib: Cerita tentang Lot

Kejadian 19:16-17.

[16a] Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab Tuhan hendak mengasihani dia; (bdk Kej 6:8; lih Yoh 15:16a; Rm 9:18).

♦ ‘Ia berlambat-lambat’, artinya percaya namun masih bimbang dan ragu (Yer 31:22a); maka tangan mereka dipegang lalu dituntun (lih Yoh 6:44); sebab Tuhan mengasihani (Rm 9:18a) dan memberi kasih karunia-Nya (Yoh 6:65).

♦ Intinya, Lot tidak mau menjadi sama dengan dunia (Rm 12:2a; 2 Ptr 2:7-8).

♦ Salibnya Lot: jiwanya yang benar itu tersiksa; puncaknya adalah ketika ia menawarkan dua orang putrinya sebagai pengganti dua orang malaikat yang tidak dikenalnya itu (Kej 19:8; 1 Ptr 2:19). Jika pilih ikut Tuhan, kamu pasti dapat dua asset: sorga dan dunia!

Referensi

Kejadian 19:8, 16.

[8a] Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu;

[8b] perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik;

[8c] hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku. (1 Ptr 2:19; 1 Ptr 3:17).

[16b] lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. (lih Yes 48:17).

♦ ‘Menuntun ke luar kota’, artinya kita dituntun ketika harus keluar dari dunia yang begitu ribut, karena tidak bisa keluar sendiri walaupun kita mau begitu; lalu ketika sampai di luar kota kita harus berjalan sendiri. Tetapi Lot memohon supaya boleh lari ke kota kecil Zoar, karena tidak mampu naik ke pegunungan.

♦ Jalan ke luar kota sampai ke Zoar itulah yang disebut jalan Kudus, Jalan Tuhan, Jalan Keselamatan, Jalan Salib. (kasus duniawi yang sesungguhnya sorgawi adanya).

♦ Dan Roh Kudus adalah jaminan Allah bagi keberhasilan kita untuk meliwati Jalan Salib itu (2 Kor 5:5).

Kejadian 19:17.

[17] Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai keluar, berkatalah seorang: Larilah, selamatkan nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.

Inilah syarat untuk berjalan di Jalan Salib, yakni:

♦ Larilah, artinya jangan lenggang kangkung, sebab waktunya pendek.

♦ Janganlah menoleh ke belakang, (Kej 19:26).

♦ Janganlah berhenti di manapun juga di sepanjang Jalan Salib.

♦ Larilah ke pegunungan alias jalan yang sempit, berbatu dan terjal itu alias Jalan Salib (Mat 7:14).

Larilah, artinya jangan seolah-olah tanpa target, padahal nyatanya target tinggi (iman sempurna) dan waktunya pendek (sepanjang masih hidup di bumi ini).

♦ Jadi segala sesuatu harus dilakukan dengan efektif dan efisien.

♦ Caranya kita harus fokus pada diri sendiri (Gal 6:4-5), jangan melihat ke kiri atau ke kanan (Yos 1:7) alias melihat kemajuan atau kekurangan orang lain.

♦ Wujudnya: fokuslah dalam melakukan segala perintah firman Allah, yang intinya adalah aktivitas puasa & doa, dalam kehidupan kita sehari-hari (daily life), yaitu dalam ranah pribadi dan ranah publik.

Janganlah menoleh ke belakang, sebab aksi itu adalah tabir (Kej 19:26; Luk 9:62).

Yang ada di belakang kita sekarang ini, adalah jangan dinomor-satukan:

♦ Segala kekuasaan & kemuliaan duniawi.

♦ Segala pengetahuan iptek yang telah dikuasai.

♦ Segala pengetahuan teologia yang telah kita dengar dan kita baca, mulai dari ketika anak-anak, remaja, pemuda, sampai dewasa dan usia lanjut.

♦ Segala pengalaman rohani yang telah dialami sendiri.

♦ Sikap mengutamakan itu semua adalah asset milik manusia lama kita!

Janganlah berhenti di manapun juga sepanjang Jalan Salib, yang wujudnya:

♦ Ketika kita sudah puas hanya berdoa dengan akalbudi dan menolak berdoa dengan roh. Rahasia Allah!

♦ Ketika kita sudah puas hanya percaya karena mendengar dari orang lain, dan menolak untuk percaya mutlak karena melihat sendiri.

♦ Ketika kita menolak untuk menyalibkan daging dengan segala nafsu dan keinginan-nya.

♦ Ketika kita sudah puas dengan puasa jasmani, dan menolak dengan puasa rohani.

♦ Ketika kita puas dengan berpretensi seolah-olah sudah dipimpin oleh Roh Kudus.

♦ Ketika kita puas dengan kasih insani, dan menolak kasih Allah (Yoh 17:23b).

♦ Ketika kita puas dengan iman kita sekarang, dan menolak iman sempurna.

♦ Ketika kita puas dengan ikuti jejak teladan pekerjaan Yesus di bumi, dan menolak mengikuti alias melakukan pekerjaan Yesus yang paling besar dan final yakni pekerjaan berwujud perjalanan masuk ke sorga (Yoh 14:12), sementara kita masih hidup di dunia (intinya: kita belum mati tapi sudah pernah masuk sorga bahkan berkali-kali, sehingga kita sudah tahu persis jalan ke situ, jika Allah menghendakinya, Yoh 14:4).

Kejadian 6:8.

[8] Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

Kejadian 19:26.

[26] Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Keluaran 4:21.

[21b] Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.

Keluaran 33:19.

[19b] Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.

Yosua 1:7.

[7b] janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.

Mazmur 32:8.

[8a] Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh;

Yesaya 48:17. (lih Mzm 32:8a).

[17] Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun eng-kau di jalan yang harus kautempuh.

Yeremia 31:22.

[22] Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat?

[22b] Sebab Tuhan menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki.

Matius 7:14.

[14] karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatnya.

Lukas 9:62.

[62] Tetapi Yesus berkata: Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.

Yohanes 6:44, 65.

[44] Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

[65] Lalu Ia berkata: Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat  datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.

Yohanes 14:12.

[12a] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

[12b] Sebab Aku pergi kepada Bapa; (Rahasia Allah).

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yohanes 17:23.

[23b] agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Roma 9:18.

[18a] Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Kel 33:19).

[18b] dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. (Kel 4:21).

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Galatia 6:4-5.

[4] Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

[5] Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

1 Petrus 2:19. (lih 1 Ptr 3:17).

[19] Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

♦ Jangan keliru: inilah salib asli!

1 Petrus 3:17.

[17] Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

♦ Derita karena jahat adalah salib palsu!


0.1.5  Jalan Salib: Cerita tentang Ayub

Ayub 42:5.

[5a] Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau,

♦ Dengan hanya mendengar saja tentang Tuhan, Ayub berusaha taat dan setia melakukan perintah-perintah-Nya; dan Tuhan menyebut dia: hamba-Ku, yang saleh, jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Ayb 1:8).

♦ Namun Tuhan menghendaki lebih dari pada sekedar mendengar, yakni harus melihat; oleh sebab itu diizinkan-Nya Iblis mencobai dia (Ayb 2:6), apakah karena segala miliknya itu (isteri, anak dan kekayaan) maka Ayub setia, atau memang karena dirinya percaya sepenuh hati.

♦ Cepat atau lambat, sudah atau belum, kitapun akan mengalami hal yang intinya sama, walaupun kasus-kasusnya berbeda! Maka perhatikanlah baik-baik kasus Ayub ini!

♦ Penderitaan Ayub adalah kias dapur kesengsaraan (Yes 48:10) alias Jalan Salib (Yoh 14:6); di situ hatinya jadi suci kudus sehingga layak memandang Tuhan (Mat 5:8).

Ayub 42:5.

[5b] tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

♦ Puncak pertobatan dan pengakuan dari Ayub, adalah ketika ia merendahkan diri di hadapan Allah, dan di puncak penderitaannya Ayub berkata: Sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (bdk 1 Yoh 3:2b).

♦ Oleh sebab itu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

♦ Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. (Ayb 42:10, 16).

Kesimpulan:

♦ Allah menghendaki,

♦ bahwa kepercayaan kita itu bukan hanya sampai tingkat mendengar dari kata orang saja, melainkan harus sampai kita sendiri layak untuk melihat dan menyaksikan-Nya sendiri. Itulah keadaan iman yang dewasa sempurna.

♦ Demikianlah, maka mutlak kepercayaan kita!

Referensi

Ayub 1:8.

[8] Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis: Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tidak seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Ayub 2:6.

[6] Maka firman Tuhan kepada Iblis: Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.

Ayub 42:10, 16.

[10] Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

[16] Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan keempat.

Matius 5:8.

[8] Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

1 Yohanes 3:2.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

bersambung…

0.2  Jalan Salib - Menurut Perjanjian Baru (PB)

Yohanes 14:6.

[6a] Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

  • Akulah jalan’, artinya jejak-jejak kehidupan Yesus di bumi, adalah jalan raya yang telah terbukti kebenarannya (Yoh 17:17b), yang harus diikuti oleh tiap-tiap orang percaya, supaya hidup. (1 Ptr 2:21).
  • Jejak kehidupan Yesus itu mulai dari kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke sorga. Itulah teladan-Nya.
  • Jejak teladan total kehidupan Yesus itulah yang disebut Jalan Salib, Jalan Kasih! Rahasia Allah.

Yohanes 17:17.

[17b] firman-Mu adalah kebenaran.

1 Petrus 2:21.

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Yohanes 14:6.

[6b] Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jadi Jalan Salib adalah satu-satunya jalan untuk:

  • Dapat datang kepada Bapa di sorga. (Keadaan di ujung Jalan Salib).
  • Dapat hidup dalam Kerajaan Allah, baik di bumi maupun di sorga.
  • Mencapai iman sempurna.
  • Mendapatkan kasih Allah.
  • Menjadi murid Kristus. (disciple of Christ).

Jalan Salib adalah jalan yang memiliki langkah-langkah dan milestone yang sistimatis dan terukur, teruji, pasti dan tuntas! (PODC).

Oleh sebab itu Jalan Salib dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar (basic quests): what, who, where, when, why, dan how to, (1 Ptr 1:11) dari pada sekurang-kurangnya lima pokok utama perbuatan iman, yakni:

  • Dapat datang kepada Bapa di sorga (dan kembali lagi ke bumi).
  • Mendapatkan kasih Allah.
  • Mencapai iman sempurna (dan karena itu memperoleh keselamatan jiwa).
  • Menjadi murid Kristus (disciple of Christ).
  • Dapat hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah, baik di bumi maupun di sorga.

Matius 11:29-30.

[29] Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

[30] Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

1 Petrus 1:11.

[10] Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.

[11] Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. (bdk Mat 11:29-30).

.

0.2.1  Teladan Yesus: Jalan Salib

Yohanes 13:15.

[15] sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (lih juga 1 Ptr 2:21; Yoh 14:12, 15).

  • Seluruh kehidupan Yesus adalah teladan yang telah diberikan-Nya kepada kita, supaya kita juga berbuat hal yang sama seperti yang telah Yesus perbuat terhadap diri-Nya untuk kepentingan kita, supaya kita menjadi sama seperti keadaan Yesus (Luk 6:40) ketika sudah berada dalam Kerajaan Allah di bumi. Jika kita benar mengasihi Yesus (Yoh 14:15) karena kita mengasihi Allah (Mat 22:37), perbuatlah begitu!
  • Itulah akar dan dasar bagi kita untuk berbuat hal yang sama seperti kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke sorga;
  • Keseluruhan jejak teladan-Nya itulah yang disebut Jalan Salib, Jalan Kudus, Jalan Kebenaran, Jalan Keselamatan, Jalan Kasih.
  • Dan Yesus memberi perumpamaan tentang bagaimana keadaan di dalam dan di akhir Jalan Salib itu, kata-Nya: Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan (Mat 11:29-30). Keadaannya akan sama persis seperti ‘seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia (Yoh 16:21).’
  • Natal alias kelahiran Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sejak semula sungguh Yesus pasrah kepada kehendak kedua orangtua-Nya yang dipimpin oleh Bapa-Nya di sorga (Mat 2:13; Luk 2:6); dan bagi kita orang-orang percaya, ke-tika kita telah bertobat dan menjadi seperti anak kecil (Mat 18:3, 19:14; 1 Kor 13:7), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita awalnya alias sejak semula adalah orang-orang yang pasrah kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.
  • Jumat agung alias kematian Yesus di kayu salib adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus setia, taat dan pasrah kepada kehendak Bapa-Nya (Mat 26:42); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya sampai mati (Gal 5:24), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah orang-orang yang se-tia, taat dan berjibaku dalam kepasrahan kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.
  • Paskah alias kebangkitan Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus adalah Anak Allah (Luk 1:35); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita dipimpin oleh Roh Kudus maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah anak-anak Allah (Rm 8:14,16).
  • Ketika kita mengikuti teladan alias melakukan pekerjaan Yesus yang paling besar dan final yakni pekerjaan berwujud perjalanan masuk ke sorga (Yoh 14:12), sementara kita masih hidup di dunia atau dengan kata lain kita belum mati tapi sudah pernah masuk sorga bahkan berkali-kali, sehingga kita sudah tahu persis jalan ke situ, jika Allah menghendakinya, maka sesungguhnya di sini kita telah memiliki dua intangible asset, yakni pertama kita sudah pernah masuk dalam Kerajaan Allah di sorga selagi masih hidup di bumi, dan kedua bahwa sekarang juga posisi kita sudah berada dalam Kerajaan Allah di bumi; kedua hal ini terjadi jika kita sudah berjalan meliwati Jalan Salib itu; jadi rancangan Allah terbesar adalah ketika kita menyembah Dia dalam Kerajaan Allah di bumi.
  • Kenaikan Yesus ke sorga inilah rahasia Allah yang tak ternilai harganya bagi kita semua.

Referensi

Mazmur 32:9.

[9] Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang; kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

Yesaya 53:7.

[7] Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Yeremia 6:16.

[16a] Beginilah firman Tuhan: Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan.

  • ‘Jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik’, artinya jalan yang baik dahulu kala itu adalah jalan yang dipilih dan ditempuh oleh Henokh, Elia, Nuh, Abraham, Lot, Ayub, ialah jalan raya yang ditunjukkan Tuhan kepada Yesaya (35) dan Yeremia (31), serta sesungguhnya sama dengan yang dinyatakan oleh Yesus, yaitu Jalan Salib, yang berlaku dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. (Ibr 13:8). Jangan sampai kamu menolak Jalan Tuhan, Jalan Kudus, Jalan Kebenaran alias Jalan Salib itu (ayat 16b), hanya karena belum tahu atau sudahkah punya jalan lain!

[16b] Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!

Matius 2:13.

[13] Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.

Matius 10:24-25.

[24] Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.

[25a] Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.

Matius 11:29-30.

[29] Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

[30] Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

Matius 18:3.

[3] lalu berkata: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 19:14.

[14] Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.

Matius 22:37.

[37] Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu (heart), dan dengan segenap jiwamu (soul) dan dengan segenap akalbudimu (mind).

Matius 26:42.

[42] Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!

Lukas 1:35.

[35] Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Lukas 2:6.

[6] Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Lukas 6:40. (Mat 10:24-25).

[40] Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Yohanes 14:12, 15.

[12a] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

[12b] Sebab Aku pergi kepada Bapa; (Rahasia Allah).

  • ‘Pergi kepada Bapa’, adalah fakta adanya suatu proses pekerjaan dalam wujud perjalanan keluar dari dunia lalu naik dan masuk ke dalam sorga; perjalanan masuk sorga itulah ‘pekerjaan yang lebih besar dari pada’ segala pekerjaan Yesus di bumi. Dan inilah jejak teladan Yesus yang membawa roh kita sampai kepada Bapa (Yoh 14:6b).
  • Jika kita ikut Yesus (Luk 14:27), maka semua pekerjaan Yesus di bumi dan di sorga, juga harus kita lakukan, dari awal sampai akhir, supaya ‘ke mana Yesus pergi, kita tahu jalan ke situ’ (Yoh 14:4). Maka kita wajib tahu itulah jalan tunggal bagi kita untuk pergi kepada Bapa di sorga dan kembali (Yoh 14:6b), yakni Jalan Salib, Jalan Kasih.
  • Peringatan! Jika sampai di sini ada rasa penolakkan, sebaiknya kita stop dulu, lalu silahkan berdoa mohon bimbingan dari Roh Kudus, pemimpin kita di Jalan Salib (Yoh 16:13). Mengapa begitu? Supaya kita jangan selalu hanyut dibawa arus ‘arogansi iman’ (Yer 6:16; Rm 10:2-3; 2 Ptr 1:20-21; 2 Ptr 2:1-3), dan karena itu kita rela menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang diberitakan kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai dan diteguhkan oleh Allah sendiri (Ibr 2:1-4).

[15] Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Kisah Para Rasul 8:32.

[32] Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulu-nya, demikianlah Ia tidak membuka mulutnya.

Roma 8:14, 16. (lih juga 1 Yoh 3:2a).

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

[16] Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Roma 10:2-3. (lih 2 Kor 11:13-15; 2 Ptr 2:1-3).

[2] Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

[3] Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

1 Korintus 13:7. (lih Mzm 32:9; Yes 53:7; Kis 8:32).

[7] Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

2 Korintus 11:13-15.

[13] Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.

[14] Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

[15a] Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran.

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Ibrani 2:1-4.

[1] Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

[2] Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,

[3] bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

[4] Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

Ibrani 13:8.

[8] Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

1 Petrus 2:21. (lih juga Yoh 14:12).

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2 Petrus 1:20-21.

[20] Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

[21] sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

2 Petrus 2:1-3.

[1a] Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.

[1b] Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

[2] Banyak orang yang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Keselamatan akan dihujat.

[3a] Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka.

[3b] Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

1 Yohanes 3:2.

[2a] Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak;

.

0.2.2  Teladan pada Kelahiran Yesus

Roma 12:1.

[1] Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

  • Artinya jadikanlah tubuhmu itu kudus dan berkenan kepada Allah.
  • Awalnya mulailah dengan berkeadaan sama seperti bayi yang baru lahir (1 Ptr 2:2) lalu anak kecil, baik lahiriah maupun batiniah, yakni semuanya serba suci dan kudus (Luk 1:35), pasrah alias lugu (Mat 19:14; Mrk 10:15). (ketika dewasa, bahasa yang dipakai: 1 Kor 13:7-8a).
  • Barangsiapa tidak sambut Kerajaan Allah, sama seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya (Luk 18:17).
  • Natal alias kelahiran Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sejak semula sungguh Yesus pasrah kepada kehendak kedua orangtua-Nya yang dipimpin oleh Bapa-Nya di sorga (Mat 2:13; Luk 2:6); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita telah bertobat dan menjadi sama seperti anak kecil (Mat 18:3, 19:14; 1 Kor 13:7-8a), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita awalnya alias sejak semula adalah orang-orang yang pasrah kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.

Kesimpulan:

  • Langkah pertama awal (yang harus selamanya): Sambutlah Kerajaan Allah alias perintah firman Allah sama seperti seorang anak kecil, yakni pasrah kepada orangtua,  yang wujudnya adalah kasih: 1 Kor 13:7.
  • Langkah awal berikutnya (yang harus selamanya): suci-kuduskan tubuh jasmanimu (yang harus dilanjutkan dengan jiwamu), yang wujudnya adalah menyalibkan tubuh jasmani yang telah berlumur dosa itu alias puasa jasmani (Mat 6:17-18), dalam bentuk puasa makan, minum, tidur dan sex.
  • Ketika kita telah sanggup melakukannya, ada derita pedih alias salib yang harus kita tanggung (1 Ptr 2:19-20).
  • Terimalah salib itu dengan panjang sabar (1 Kor 13:7d), dan yang paling penting: Janganlah diketahui oleh orang lain, melainkan hanya Bapamu yang di sorga!

Referensi

Matius 2:13.

[13] Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.

Matius 6:17-18.

[17] Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

[18a] supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Matius 18:3.

[3] lalu berkata: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 19:14.

[14] Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.

Markus 10:15. (lih Luk 18:17).

[15] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.

Lukas 1:35.

[35] Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Lukas 2:6.

[6] Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Lukas 18:17.

[17] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.

1 Korintus 13:7-8.

[7] Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

[8a] Kasih tidak berkesudahan;

1 Petrus 2:2-3, 19-20.

[2] Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

[3] jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

[19] Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. (ini salib asli).

[20a] Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? (ini salib palsu).

[20b] Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. (ini salib asli).

.

0.2.3  Teladan pada Kematian Yesus

Roma 12:2.

[2a] Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

  • Artinya: ukuran perubahan budimu itu haruslah sampai ke tingkat ‘dapat membedakan manakah kehendak Allah’ alias dapat mengetahui kehendak Allah. (lih Ef 5:17).
  • Dunia adalah kiasan untuk keinginan daging dengan segala hawa nafsunya, isinya perseteruan terhadap Allah (Rm 8:7) dan menjadi musuh Allah (Yak 4:4) dan yang ujungnya adalah maut (Rm 8:6).
  • Jadi supaya kita hidup sesuai firman Allah, maka dunia harus mati! (Gal 5:24).
  • Jumat Agung alias kematian Yesus di kayu salib adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus setia, taat dan pasrah kepada kehendak Bapa-Nya (Mat 26:42); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya sampai mati (Gal 5:24), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah orang-orang yang setia, taat dan pasrah kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.

Summary:

  • Teladan Yesus mematikan dunia, wujudnya adalah dengan berkata-kata bukan dari diri-Nya sendiri, tetapi Bapalah yang memerintahkan Yesus untuk mengatakan apa yang harus dikatakan dan harus disampaikan (Yoh 12:49).
  • Bagi orang percaya, untuk mengikuti teladan Yesus itu, ia harus menyalibkan sampai mati dunia alias keinginan daging dengan segala hawa nafsunya, supaya ia layak dipimpin oleh Roh Kudus; wujudnya adalah tidak melakukan keinginannya sendiri, tetapi Roh Kuduslah yang memerintahkan dia untuk melakukan apa yang harus diperbuatnya.
  • Cara menyalibkan nafsunya adalah dengan puasa rohani alias jiwa!

Kesimpulan:

  • Langkah kedua awal (dan harus seterusnya begitu), adalah menyalibkan tubuh jasmani, khusus pancaindera lahiriah, sampai mati; wujudnya pancaindera kita sama sekali tidak memberikan respons lahiriah apapun kepada setiap sinyal duniawi yang memancar kepadanya, baik di siang hari ketika lakukan aktivitas ataupun di malam hari ketika kita sujud berdoa syafaat (Mat 6:6).
  • Ketika kita sanggup melakukannya, ada derita pedih alias salib yang harus kita tan-gung sepenuhnya (1 Ptr 2:19-20).
  • Ketika berhasil, maka diri kita layak mulai dipimpin oleh Roh Kudus tingkat sadar awal dan boleh mulai melakukan puasa rohani alias puasa jiwa.

Referensi

Matius 6:6.

[6a] Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

[6b] Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Matius 26:42.

[42] Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!

Yohanes 12:49.

[49] Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Roma 8:6, 7.

[6] Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

[7] Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 5:17.

[17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Yakobus 4:4.

[4] Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

1 Petrus 2:19-20.

(19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(20a) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

(20b) Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

.

0.2.4  Teladan pada Kebangkitan Yesus

1 Yohanes 3:2.

[2a] Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak;

  • ‘Sekarang kita adalah anak-anak Allah’, artinya kita sekarang dipimpin oleh Roh Kudus (Rm 8:14) dan Roh Kudus bersaksi bersama dengan roh kita (Yoh 1:13), bahwa kedua hal itu benar (Rm 8:16).
  • Momentum ‘sekarang’ itu, tandanya adalah ketika roh kita bangkit, menjadi merdeka alias dapat bebas keluar masuk tubuh jasmani kita yang sudah bersih oleh tiga langkah penyucian diri ini.
  • Kebangkitan roh kita itu adalah syarat mutlak, sebab roh kitalah yang melakukan perjalanan sampai ke sorga dan kembali!
  • Paskah alias kebangkitan Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus adalah Anak Allah (Luk 1:35); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita sudah dipimpin oleh Roh Kudus maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah anak-anak Allah (Yoh 1:13; Rm 8:14,16).

Kesimpulan:

  • Pada langkah ketiga ini, ada dua hal yang kita tahu, yakni (a) bahwa roh kita telah bangkit dan kita mengenalnya (1 Kor 15:49), dan (b) bahwa roh kita siap lakukan perjalanan naik ke sorga, dipimpin oleh Roh Kudus sebagai jaminan Allah (2 Kor 5:5).
  • Puasa kita di sini, adalah puasa jiwa, khusus akal bagian akal-Cipta. Wujudnya: setiap signal duniawi yang masuk via pancaindera, tidak diproses oleh akal-Cipta melainkan langsung dibuang keluar.
  • Ketika kita sanggup membuangnya, maka benar ada derita pedih yang harus kita tanggung sepenuhnya (1 Ptr 2:19-20).
  • Pastinya ada yang lolos, tapi itu tugas langkah keempat.

Referensi

Lukas 1:35.

[35] Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Yohanes 1:13.

[13] orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

1 Korintus 15:49.

[49] Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

1 Petrus 2:19-20.

(19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(20a) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

(20b) Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

.

0.2.5 Teladan pada Kenaikan Yesus

1 Yohanes 3:2.

[2b] tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

  • Moments of truth ini menyaksikan, bahwa (a) Kristus menyatakan diri-Nya kepada kita di sorga, (b) kita menjadi sama seperti Dia, dan (c) kita melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
  • Inilah realisasi dari doa Yesus: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu,. (Yoh 17:23).
  • Ketika kita mengikuti teladan alias melakukan pekerjaan Yesus yang paling besar dan final yakni pekerjaan berwujud perjalanan masuk ke sorga (Yoh 14:12), sementara kita masih hidup di dunia alias belum mati tapi sudah pernah masuk sorga bahkan berkali-kali, sehingga kita sudah tahu persis jalan ke situ (Yoh 14:4), jika Allah menghendakinya, maka sesungguhnya di sini kita telah memiliki dua intangible asset, yakni pertama kita sudah pernah masuk dalam Kerajaan Allah di sorga selagi masih hidup di bumi, dan kedua bahwa sekarang ini pada posisi akhir langkah keempat, sungguh kita sudah berada dalam Kerajaan Allah di bumi; kedua hal ini terjadi jika kita sudah berjalan meliwati Jalan Salib itu; jadi rancangan Allah terbesar adalah ketika kita menyembah Dia dalam Kerajaan Allah di bumi.
  • Kenaikan Yesus ke sorga inilah rahasia Allah yang tak ternilai harganya bagi kita.

Kesimpulan:

Pada langkah keempat ini, Roh Kudus dan roh kita bersaksi bahwa ada lima hal yang kita sudah ketahui, yakni:

(a) bahwa perjalanan roh kita sudah sampai di sorga dan kembali,

(b) bahwa kita jadi suci kudus sempurna, karena Kristus telah menghapus total segala dosa kita, (1 Yoh 3:5).

(c) bahwa kita telah melihat dan mengenal Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita di sorga,

(d) bahwa kita telah menerima kasih Allah, (Yoh 17:23b).

(e) bahwa kepercayaan kita menjadi mutlak adanya, dan iman jadi sempurna.

Kesimpulan (lanjutan):

  • Puasa kita di sini adalah puasa jiwa, khusus akal bagian akal-Nalar. Wujudnya: setiap signal duniawi yang masuk via pancaindera, dan lolos di akal-Cipta, itu sama sekali tidak diproses terus oleh akal-Nalar melainkan langsung dibuang keluar.
  • Ketika kita sanggup membuangnya, ada derita pedih alias salib yang harus kita tanggung sepenuhnya (1 Ptr 2:19-20).
  • Pastinya ada yang lolos, tapi itu tugas langkah kelima.

Referensi

Yohanes 14:12.

[12a] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu;

[12b] Sebab Aku pergi kepada Bapa; (lih juga Yoh 16:28).

Yohanes 16:28.

[28a] Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;

[28b] Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.

Yohanes 17:23.

[23b] agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

1 Petrus 2:19-20.

(19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(20a) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

  • ‘Menderita pukulan karena kamu berbuat dosa’, adalah salib palsu! Itu hukumanmu.

(20b) Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

1 Yohanes 3:5.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

.

0.2.6  Teladan Yesus yang Terakhir

Yohanes 14:1-3.

[2] Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

[3] Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ketempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

  • Artinya: jejak Yesus harus sampai ke dalam sorga (Yoh 14:6b), supaya tuntas sempurnalah seluruh pekerjaan yang ditugaskan oleh Bapa-Nya di bumi (Yoh 17:4); dan jejak teladan itulah yang menjadi jalan raya bagimu untuk dapat datang juga ke situ.

Referensi

Yohanes 14:6.

[6b] Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 15:8.

[8] Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Yohanes 17:4.

[4] Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. (bdk Yoh 15:8).

  • Jejak Yesus sebagai teladan dalam memuliakan Allah di bumi, harus kita ikuti dengan cara menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaku untuk melakukannya, yakni kewajibanku untuk berjalan di Jalan Salib sampai tuntas.

.

0.2.7  Teladan Yesus: basuh Kaki

Yohanes 13:4-20.

[4] Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya.

  • Inilah logika sorgawinya: bahwa Yesus datang dari Allah dan Yesus harus kembali kepada Allah (ayat 3; lih Yoh 16:28); dan Ia harus meninggalkan dunia ini (dunia dikiaskan jubah-Nya).
  • Bagi kita, teladan-Nya itu berarti kita juga harus keluar dari dunia alias tidak boleh menjadi sama dengan dunia ini (Rm 12:2a).
  • Caranya adalah lakukan pembaharuan budi (Rm 12:1, 2b) alias perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru (Ef 4:22-24) alias membasuh diri atau mandi (Yoh 13:10), supaya layak jadi milik Kristus (Gal 5:24), agar pada tahap akhir sebelum ‘makan paskah’ alias masuk ke sorga, Kristus menghapus total dosa kita (ayat 8b; lih 1 Yoh 3:5). Inilah bukti teladan Yesus dijelaskan oleh Roh Kudus (ayat 7; lih Yoh 14:26).

Referensi

Matius 5:8.

[8] Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Yohanes 13:8.

[8b] Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku. (lih 1 Yoh 3:5).

  • Logika sorgawinya: Ketika Kristus menyatakan diri-Nya kepada kita (1 Yoh 3:2b), dan sebelum kita diizinkan masuk sorga, maka Ia menghapus dulu dosa kita yang terberat (dikiaskan kaki sebagai bagian yang pasti selalu kotor terus; lih 1 Yoh 3:5), sehingga kita tanpa dosa (1 Ptr 1:16) alias suci kudus (Mat 5:8) akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya di sorga.
  • Bagi kita, teladan Yesus ini adalah gambaran tahap terakhir dari Jalan Salib, yakni setelah kita melakukan pembersihan diri via tahap satu s/d empat maka diujung Jalan Salib masih ada sisa bagian yang selalu kotor (kiasannya: kaki), dan itu hanya Kristus yang bisa basuh supaya kita mendapat bagian dalam-Nya ialah masuk sorga.

Yohanes 13:10.

[10a] Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya.

  • Mandi’ artinya menyucikan diri via menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
  • Pada proses pengudusan itu, ada bagian dosa yang hanya bisa dihapus oleh Kristus saja ketika kita berada di muka pintu gerbang sorga (1 Yoh 3:5), sehingga seluruh tubuh tuntas menjadi bersih, suci dan kudus (1 Ptr 1:16).

Yohanes 13:10-11.

[10b] Juga kamu sudah bersih hanya tidak semua.

[11a] Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia.

  • Inilah jejak teladan ketaatan Yesus kepada rancangan kehendak Bapa-Nya, yakni Yesus tidak pernah menjadikan diri-Nya penghalang bagi seluruh proses realisasi kehendak Bapa-Nya.

[11b] Karena itu Ia berkata: Tidak semua kamu bersih.

  • Inilah bukti bahwa walaupun kita sudah jadi insan terpilih dan murid Kristus, namun di tengah jalan masih ada celah yang dapat menjadikan diri kita murtad (Ibr 10:26-27), terutama oleh dorongan Iblis kita bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan negatif yang telah mendarah daging (contoh: kebiasaan mencuri pada Yudas Iskariot).

Yohanes 14:26.

[26] tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Ialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Roma 12:1-2.

[1] Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

[2a] Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 4:22-24.

[22] yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

(lih Rm 12:2a; Gal 5:24; Kol 2:11).

[23] supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, (lih Rm 12:2b).

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kolose 2:11.

[11] Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.

Ibrani 10:26-27.

[26] Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

[27] Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

1 Petrus 1:16.

[16] sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

1 Yohanes 3:2, 5.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

.

0.2.8  Teladan pada pencurahan Roh Kudus

1 Yohanes 3:6.

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;

  • Artinya inilah realisasi dari pada janji Yesus sebelum Ia mati, bangkit dan naik ke sorga, bahwa Bapa akan memberikan seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, ialah Roh Kudus, supaya Ia menyertai kita selama-lamanya.
  • Ketika Roh Kudus telah memimpin kita, maka kita tidak akan berbuat dosa lagi, karena dalam kehidupan sehari-hari hanya perintah Roh Kudus sajalah yang kita lakukan tanpa syarat, sesuai teladan Yesus!
  • Langkah kelima di sini adalah masa pemeliharaan iman yang sudah dewasa, dimana kita telah hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi. (Luk 17:21b).

Referensi

Lukas 11:20.

[20] Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Lukas 17:21. (lih Rm 14:17; 1 Kor 4:20).

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah itu ada di antara kamu.

Roma 14:17.

[17] Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

1 Korintus 4:20. (lih Luk 11:20).

[20] Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. (kuasa Allah)

.

0.2.9  Teladan Yesus: tidak berbuat Dosa

Kata Roh: Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (1 Ptr 2:22).

Itulah teladan Yesus ketika dipimpin oleh Bapa-Nya di sorga, yang adalah Roh.

  • Bagaimana kita tahu bahwa Yesus tidak berbuat dosa? Roh Kudus yang bersaksi tentang Yesus (Yoh 15:26), bahwa ‘ sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa’ (Ibr 4:15b; lih juga Luk 4:1-13).
  • Mengapa Yesus tidak berbuat dosa sepanjang hidup-Nya di bumi? Karena Ia selalu di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Dia (Yoh 14:11) wujudnya: Yesus hanya melakukan segala perintah Bapa-Nya (Yoh 12:49).
  • Dan kita wajib mengikuti teladan Yesus itu, sesuai kata Roh Kudus: Setiap orang yang tetap di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi (1 Yoh 3:6a); wujudnya: kita hanya melakukan segala perintah Roh Kudus (Rm 8:14).

Referensi

Kejadian 3:1-7.

[1] Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?

[2] Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

[3] tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.

[4] Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: Sekali-kali kamu tidak akan mati,

[5] tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

[6] Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

[7] Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

  • Perhatikanlah betapa liciknya si Iblis, yang memakai logika akal manusia (intellectual power) dia dengan sangat halus mendustakan firman Allah, sehingga manusia tertipu olehnya lalu berbuat dosa.
  • Padahal Adam dan Hawa berada dalam posisi diciptakan oleh Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (lih juga Ef 4:24).
  • Intinya adalah bahwa ketika kita sudah hidup dalam Kerajaan Allah di bumi, janganlah kita menyangka tidak dapat digoda lagi oleh si Iblis seperti di sorga! Waspadalah!
  • Demikian inilah peringatan keras bagi para insan terpilih, jangan anggap enteng si Iblis itu, hanya karena kita belum dapat melihat dia, sebab dialah penghambat terbesar dalam seluruh perjalanan kita di Jalan Salib.

Yeremia 17:10.

[10] Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Matius 10:5-6.

[5] Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

[6] melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Lukas 4:1-13.

[1] Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

[2] Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

[3] Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.

[4] Jawab Yesus kepadanya: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.

[5] Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

[6] Kata Iblis kepada-Nya: Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

[7] Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.

[8] Tetapi Yesus berkata kepadanya: Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

[9] Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,

[10] sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,

[11] dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.

[12] Yesus menjawab, kata-Nya: Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

[13] Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

  • Demikian itulah bukti nyata, bahwa senjata utama Iblis adalah mendustakan setiap firman Allah, supaya manusia jatuh dalam genggamannya. (bdk Kej 3 :1-7).
  • Hanya dapat kita tangkal dengan iman firman Allah saja!

Lukas 15:7.

[7] Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Lukas 17:21.

[21b] sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

Yohanes 12:49.

[49] Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Yohanes 13:36.

[36a] Simon Petrus berkata kepada Yesus: Tuhan, ke manakah Engkau pergi?

[36b] Jawab Yesus: Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku. (lih juga Yoh 16:28b).

  • Antara ‘sekarang’ dan ‘kelak’ ada proses transformasi alias proses perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Bedanya setinggi langit dari bumi.
  • Dengan kata lain dalam diri insan terjadi proses metamorfosa dari K-Daging menjadi K-Roh, yakni dari alat Iblis menjadi alat Tuhan.
  • Momentum menjadi manusia baru, membuat efektif dan berbukti apa yang Yesus katakan: ‘Ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ’ (Yoh 14:4).

Yohanes 14:4, 11.

[4] Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.

[11] Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

  • ‘Setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri’, artinya Yesus memberi solusi bagi orang-orang yang masih ragu-ragu kepada-Nya, yaitu lakukanlah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
  • Contoh: kita masih kurang percaya alias bimbang dan ragu apakah benar bahwa menyalibkan daging (Gal 5:24) alias puasa itu adalah kehendak dan perintah firman Tuhan yang wajib dilakukan.
  • Kata Yesus: percayalah dan lakukanlah puasa itu, bukan karena kamu sudah percaya kepada-Ku, melainkan karena ada dorongan kehendak diri sendiri untuk melakukan-nya. (bdk Rm 2:14-15).

Yohanes 15:26.

[26] Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Yohanes 16:13.

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya,.

Yohanes 16:28.

[28a] Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;

[28b] Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.

Yohanes 17:21.

[21a] supaya mereka semua menjadi satu,.

Roma 2:14-16.

[14] Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

[15] Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

  • Kedua firman Allah yang disampaikan oleh Roh Kudus itu memberi arti bahwa menjadi teladan bagi orang percaya kepada Allah (1 Tim 4:12b) di masa kini utamanya, adalah pendekatan yang lebih mengena karena menghasilkan dua sasaran, yakni pertama mendorong diri sendiri supaya menjadi teladan (internal dan external gerejawi), dan kedua sadar atau tidak orang lain menjadi percaya walaupun dia tidak memiliki Injil Allah. Kedua-duanya oleh Allah diselidiki hatinya dan diuji batinnya (Yer 17:10).
  • Dan Yesus telah memberi contoh teladan supaya kita fokus kepada internal umat Kristiani saja dahulu, yang jumlahnya bermilyar itu, sampai sudah bisa hidup dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b; Yoh 17:21a), kata-Nya: Janganlah kamu menyimpang kepada orang lain, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Mat 10:5). Sebab kata Yesus: Ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan (Luk 15:7).

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

1 Timotius 4:12.

[12b] Jadilah teladan bagi orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1 Petrus 2:22.

[22] Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

  • Jejak teladan Yesus ini akan kita alami ketika sudah sampai di ujung Jalan Salib.

1 Yohanes 3:6. (lih 1 Ptr 2:22).

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi.

  • ‘Tetap berada di dalam Dia’, artinya tetap setia dan taat melakukan segala perintah Roh Kudus, yang sesungguhnya perintah itu berasal dari Bapa di sorga (Yoh 16:13b).

.

KESIMPULAN UTAMA

  • Bahwa rancangan kehendak Tuhan adalah yang pasti menjadi kenyataan di muka bumi ini (Yes 55:8-9).
  • Bahwa firman Allah dalam PL & PB merupakan satu kesatuan dan satu pengertian, itulah keesaan firman Allah.
  • Akan datang waktu-Nya, tidak lama lagi, pasti dan tidak berlambat-lambat, bahwa keesaan firman Allah akan terbukti di seluruh muka bumi ini; rahasia Allah!
  • Bahwa Jalan Salib adalah satu-satunya jalan yang tepat benar untuk mengenal Tuhan, Allah Yang Mahakuasa.
  • Sehingga berlakulah firman Tuhan: Aku menjadi Allahnya, dan dia menjadi anak-Ku, dan mereka adalah umat-Ku.
  • Dan terbukti pulalah yang dikatakan oleh Roh Kudus, bahwa segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah, dan kepada Allah.

Bersambung….

0.3  Kerajaan Allah

Kerajaan Allah itu bukan perkataan tetapi kuasa

1 Korintus 4:20. (lih Mat 6:10).

[20] Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa.

Referensi

Matius 6:10. (lih Mat 12:28).

[10a] datanglah Kerajaan-Mu,

[10b] jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

  • Artinya: Kerajaan-Mu adalah suatu keadaan dimana kehendak-Mu di bumi itu berlaku dan sungguh terjadi sama seperti di sorga.
  • ‘Jadi seperti’ menunjukkan suatu keadaan yang sama, yaitu bahwa kehendak-Mu itu terjadi, baik dalam Kerajaan Allah di bumi dan Kerajaan Allah di sorga.
  • Dalam Kerajaan Allah di bumi, alias Advent alias Pentakosta alias Oikoumene, maka berlakulah sepenuhnya dan semurni-murninya perintah firman Allah, yang disampaikan oleh Roh Kudus, bahwa ‘Segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah, dan kepada Allah’ (Rm 11:36), karena sesungguhnya demikianlah kemahakuasaan Allah itu adanya. Rahasia Allah.

Kesimpulan:

  • Kerajaan Sorga alias Kerajaan Allah itu ada dua, yaitu awalnya ada di bumi dan akhirnya ada di sorga!
  • Jalan raya yang menghubungkan dunia dengan Kerajaan Allah itu, adalah Jalan Salib, yang sesuai kehendak Bapa-Nya dibangun oleh Yesus dalam wujud teladan jejak kehidupan-Nya di bumi sampai dengan masuk ke dalam Kerajaan Allah di sorga.
  • Intinya: Jalan Salib itu harus kita liwati dua kali, yaitu pertama dan utama, adalah ketika kita mau masuk lalu hidup dalam Kerajaan Allah di bumi, dan kedua, ketika kita masuk lalu hidup kekal dalam Kerajaan Allah di sorga.

Matius 10:1.

[1] Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Matius 12:28.

[28] Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

  • Artinya keadaan Kerajaan Allah tercipta ketika Roh Allah yaitu Roh Kudus, bukan saja berkuasa mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Mat 10:1), tetapi bahkan akan menyertai kamu selama-lamanya (Yoh 14:16-17a) dan akan memimpin kamu (Rm 8:14) ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).

Yohanes 14:16-17.

[16] Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

[17a] yaitu Roh Kebenaran.

Yohanes 16:13. (lih Rm 14:17-18).

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[13c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roma 11:36.

[36] Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Roma 14:17-18.

[17] Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

[18] Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

.

0.3.1  Kerajaan Allah di Bumi

ada di antara kamu

Lukas 17:21. (lih Yak 4:5-6).

[20] Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,

[21a] juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini, atau ia ada di sana!

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

Jawaban Yesus ini adalah bukti bahwa Kerajaan Allah itu ada di bumi, yaitu pada orang-orang terpilih alias manusia baru, yang ada di antara orang-orang terpanggil (Mat 22:14) dan yang telah dipimpin oleh Roh Kudus. (Rm 8:14).

Pada zaman akhir masa kini nan modern, di manakah orang-orang terpilih itu berada?

Mereka adalah sejumlah anggota jemaat yang berada di antara para warga gereja dari masing-masing gereja individual dalam tiap-tiap denominasi yang ada di muka bumi ini (Luk 17:21b); komunikasi antar orang-orang terpilih selalu bersifat informal, private & confidential, tidak menonjolkan diri, sebab hanya mereka sendiri yang bisa mengerti diri-nya masing-masing (Mat 13:11), sedangkan bagi mayoritas warga gereja lainnya waktu-Nya akan datang dengan tiba-tiba, seperti pencuri, entah kapan Tuhan yang tahu.

Referensi

Matius 16:25.

[25a] Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa-nya;

[25b] tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Matius 22:14.

[14] Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yohanes 17:9, 20.

[9] Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

[20] Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

1 Korintus 13:7.

[7] Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Yakobus 4:5-7.

[5] Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita diingini-Nya dengan cemburu.

[6a] Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. (lebih besar dari keinginan-Nya di ayat 5).

[6b] Karena itu Ia katakan: Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.

[7] Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

  • Artinya: Ada sebagian (Yoh 15:16; 17:9, 20; Why 17:14c), yaitu orang yang rendah hati (ayat 6b) dan melawan Iblis (ayat 7), yang Allah kasihani dan kehendaki dan karena itu diberi anugerah kasih karunia yang lebih besar (ayat 6a) dari pada keinginan-Nya bagi roh kita untuk langsung kembali ke sorga (ayat 5), yaitu kasih karunia untuk mampu hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b), sebelum akhirnya hidup kekal dalam Kerajaan Allah di sorga. Rahasia Allah!
  • Kesimpulan: Kehendak Allah supaya kita dapat hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi adalah lebih besar dari pada keinginan Allah agar roh kita dapat segera kembali ke dalam Kerajaan Allah di sorga. Silahkan paradigma dan agenda disesuaikan!

1 Petrus 4:1-2, 17, 19.

[1] Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, – karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa -, (lih 1 Yoh 3:6a).

  • ‘Penderitaan badani’, artinya penderitaan lahir dan batin yang kita alami ketika dalam proses melakukan perintah menanggalkan keadaan manusia lama kita yang penuh dosa dengan cara berjalan di Jalan Salib supaya akhirnya kita dapat berubah dan mencapai keadaan manusia baru yang suci kudus, dan setiap saat dipimpin oleh Roh Kudus. Itulah keadaan rohani dari tiap-tiap orang yang benar dan saleh.
  • Demikianlah ketika telah menjadi manusia baru, via ‘penderitaan badani’ itulah maka dikatakan kita ‘telah berhenti berbuat dosa’.

[2] supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

  • Dalam ‘waktu yang sisa’ dari umur yang dikenan Tuhan bagi kita, maka kita telah ‘berhenti berbuat dosa’ lagi, setelah Kristus menyatakan diri-Nya (1 Yoh 3:2b) dan dosa tuntas dihapus (1 Yoh 3:5), artinya kita telah menjadi manusia baru (Ef 4:24) yang hidup dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b).
  • Demikianlah dalam ‘waktu yang sisa’ itu, seluruh aktivitas kehidupan kita sehari-hari adalah seturut dengan ‘kehendak Allah’ dalam wujud pimpinan Roh Kudus.

[17a] Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang pertama-tama harus dihakimi.

[17b] Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

  • ‘Penghakiman’, artinya k-daging dimatikan, dan k-Roh dihidupkan.
  • ‘Dimulai pada kita’, artinya dimulai pada k-daging dalam diri kita masing-masing.

[19] Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

  • Menderita karena kehendak Allah’, adalah salib asli.
  • ‘Menyerahkan jiwanya’, artinya jangan takut (Mat 16:25), bersikaplah oleh karena kasih (1 Kor 13:7), sebab Allah yang menjamin keberhasilan ujian kita (2 Kor 5:5).

1 Yohanes 3:2, 5, 6.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;

Wahyu 17:14.

[14c] Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

  • ‘Yang telah dipilih dan yang setia’, adalah barangsiapa yang telah dihakimi (1 Ptr 4:17) dan menderita penderitaan badani, dan karena itu ia telah berhenti berbuat dosa – (lih 1 Yoh 3:6a), supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. (1 Ptr 4:1-2).

.

0.3.2  Kerajaan Allah di Sorga

adalah hidup kekal

Yohanes 17:3.

[3] Inilah hidup kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

.

0.3.3  Karunia Hak Penuh

untuk masuk dalam

Kerajaan Kekal alias Kerajaan Allah di bumi dan di sorga

2 Petrus 1:10-11. (lih 1 Ptr 1:5-7).

[10a] Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.

[10b] Sebab jika kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

[11] Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan Kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Referensi

Yohanes 15:8.

[8] Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Yohanes 17:4. (lih juga Yoh 15:8).

[4] Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

  • Tugas Yesus membangun Jalan Salib (Yoh 17:4), supaya di bumi terjadi transformasi dari manusia lama menjadi manusia baru, yang jumlahnya banyak (Yoh 15:8).
  • Dengan kata lain, Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya (Rm 3:25a). Artinya Jalan Salib yang dibangun dengan darah-Nya adalah jalan pendamaian (rekonsiliasi), supaya manusia berdosa, karena iman, mendapat hak penuh untuk berubah menjadi manusia Allah, anak Allah.

Roma 3:25-26.

[25a] Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.

[25b] Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

[26] Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

Efesus 4:13.

[13] sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

2 Petrus 1:5-7.

[5] Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

[6] dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

[7] dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

  • Artinya: berilah dirimu dipimpin oleh Roh Kudus, baru bisa lakukan itu!

2 Petrus 1:8-9.

[8] Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. (lih Ef  4:13).

  • Artinya: Jalan Salib yang telah dibangun oleh Yesus itu (Yoh 17:4) ujungnya adalah Kristus menyatakan diri-Nya dan kita melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Ketika itulah kita tuntas mengenal seluruh kepenuhan Kristus. (1 Yoh 3:2b).

[9] Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. (lih 1 Yoh 3:5).

1 Yohanes 3:2, 5.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

.

0.3.3.1  Syarat Awal

Bertobatlah!

.

0.3.3.2  Syarat Minimum

Wahai umat Kristiani, janganlah seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi!

Matius 5:20.

[20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari padahidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

.

0.3.3.3  Syarat Utama

Untuk melihat Allah, yaitu Kristus menyatakan diri-Nya:

Suci & Kudus

Matius 5:8.

[8] Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ibrani 12:14.

[14] Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

  • Keadaan suci dan kudus hanya ada pada para ‘keturunan ilahi’ (Mal 2:15) alias anak-anak Allah (Rm 8:16) alias manusia baru (Ef 4:24), manusia Allah, anggota keluarga Allah, anggota tubuh Kristus, umat Allah. Kumpulan mereka itulah yang sudah hidup beriman dewasa sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi.

Referensi

Mal 2:15.

[15a] Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu!

Roma 8:16.

[16] Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

.

0.4  Advent

Hari Perhentian,

yaitu hari ketujuh

Ibrani 4:3, 9-10. (lih juga Ibr 4:1, 6, 11).

[3] Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku, sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

[9] Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. (lih Ibr 8:10).

  • ‘Hari perhentian’, alias advent, adalah saat dan ketika kita sudah hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi; jadi hanya bagi orang beriman sempurna saja yang layak disebut umat Allah. (ayat 9).
  • Ketika itu tidak ada lagi orang yang berkata kepada sesamanya: Kenallah Allah!, sebab semuanya sudah mengenal Allah (Ibr 8:11), dan disebut umat Allah (Ibr 8:10).

[10] Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

  • ‘Ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya’, artinya kita sendiri telah berhenti bekerja berdasarkan kehendak dan kekuatan diri sendiri, yakni ketika kita sudah meliwati Jalan Salib dan menjadi manusia baru (Ef 4:24), dan sekaligus kita mulai bekerja hanya atas perintah Roh Kudus saja selamanya, sebagai alat-Nya ketika Allah merea-lisasikan segala kehendak-Nya bagi kita dan dunia (lih jejak Yesus, Yoh 12:49).
  • Dengan kata lain ketika kita ‘telah masuk ke tempat perhentian-Nya’ alias Kerajaan Allah di bumi, maka segala apapun yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan lagi berdasarkan kekuatan diri sendiri tetapi hanya atas kuasa Roh Kudus saja, di sepanjang waktu sisa umur yang dikehendaki-Nya (lih Mzm 17:5).
  • ‘Sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya’, artinya sama seperti Allah berhenti bekerja menyelamatkan insan yang dikehendaki-Nya itu, ketika jiwa kita sudah selamat (1 Ptr 1:9) dan kita menjadi manusia baru, anak Allah (Rm 8:14), sekaligus Allah mulai bekerja dengan menggunakan kita sebagai alat-Nya, ketika Dia merealisasikan segala rancangan damai sejahtera-Nya bagi kita pada masing-masingnya dan lingkungannya (artinya kita menjadi berkat bagi orang lain).
  • Jadi di tempat perhentian-Nya, yang setiap harinya adalah hari ketujuh, keadaan kehidupan umat Allah yang terjadi (Ibr 4:9) adalah pertama, Allah mulai bekerja dengan menggunakan alat-Nya, yakni insan yang sudah diselamatkan-Nya itu, untuk merealisasikan segala rancangan-Nya bagi dunia dan bagi orang itu, dan kedua, kita mulai bekerja sebagai alat-Nya untuk melakukan segala kehendak Allah itu, tanpa syarat (lih juga Yes 62:11); keadaan itulah realisasi dari pada firman yang katakan: bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan Kepada Dia (Rm 12:36).

Referensi

Mazmur 17:5. (lih juga 1 Ptr 2:21).

[5] langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.

Yesaya 62:11

[11] Sebab inilah yang telah diperdengarkan Tuhan sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada putri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

Yohanes 12:49.

[49] Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Roma 12:36.

[36] Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ibrani 4:1, 6, 11.

[1] Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

[6] Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan kepada mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.

[11] Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Ibrani 8:10-11.

[10] Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

[11] Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

1 Petrus 1:9.

[9] karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

1 Petrus 2:21.

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

.

0.5  Pentakosta

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus

Kisah Para Rasul 2:4.

[4] Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Mat 12:28).

[6b] Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

[8] Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

Referensi

Matius 10:1.

[1] Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Matius 12:28.

[28] Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

  • Artinya keadaan Kerajaan Allah di bumi tercipta ketika Roh Allah yaitu Roh Kudus, bukan saja nyata berkuasa mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Mat 10:1), ataupun membuat kita berkata-kata dalam bahasa lain yang dikehendakinya (Kis 2:4), tetapi bahkan Roh Kudus akan menyertai kamu selama-lamanya (Yoh 14:16-17a) dan akan memimpin kamu (Rm 8:14) ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).
  • Dengan kata lain Pentakosta adalah keadaan ketika manusia baru sudah boleh hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi. (lih Advent, Ibr 4:3).

Yohanes 14:16-17.

[16] Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

[17a] yaitu Roh Kebenaran.

Yohanes 16:13.

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[13c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Kisah Para Rasul 2:4.

[4] Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Ibrani 4:3.

[3] Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan:

Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.

Bersambung….

0.6  Oikoumene

Doa Yesus: supaya mereka semua menjadi satu

Yohanes 17:20-21.

[20] Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

[21] supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Kata Yesus: Aku telah menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikudus-kan dalam kebenaran. (Yoh 17:19).

Dengan kata lain oikoumene adalah keadaan kehidupan beriman sempurna dari orang-orang kudus alias orang-orang benar alias manusia baru dalam Kerajaan Allah di bumi.

Summary:

-oikoumene-

Perintah-Nya:

‘supaya mereka semua menjadi Satu’ (Yoh 17:21-23).

Bersatu seperti apa:

~ sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku

dan Aku di dalam Engkau

~ agar mereka juga di dalam Kita,

~ supaya dunia percaya,

bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku


# Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan,

yang Engkau berikan kepada-Ku,

~ supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:


# Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku,

~ supaya mereka sempurna menjadi satu,

~ agar dunia tahu,

bahwa Engkau yang telah mengutus Aku

~ dan bahwa Engkau mengasihi mereka,

sama seperti Engkau mengasihi Aku.


Ukuran utamanya

(dari pada keberhasilan kita):

sampai suatu ketika, entah kapan, Tuhan yang tahu,

lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:

Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,

kepada-Nyalah Aku berkenan.

(Mat 3:17; 12:18, 17:5)

Bersatu dalam hal apa?

Apanya yang bersatu?

Efesus 4:13-15.

# sampai kita semua telah mencapai

~ kesatuan iman

~ dan pengetahuan yang benar tentang Anal Allah,

~ kedewasaan penuh,

~ dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus

# sehingga kita bukan lagi anak-anak,

~ yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran,

~ oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

# tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran

di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal

ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Bagaimana caranya?

Apa yang harus aku perbuat?

Efesus 4:17-24.

# Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:

~ Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah

dengan pikirannya yang sia-sia

# Tetapi kamu bukan demikian.

Kamu telah belajar mengenal Kristus.

# Karena kamu telah mendengar tentang Dia

dan menerima pengajaran di dalam Dia

menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,

# yaitu bahwa kamu,

~ berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu,

harus menanggalkan manusia lama,

yang menemui kebinasaannya

oleh nafsunya yang menyesatkan,

# supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

# dan mengenakan manusia baru,

yang telah diciptakan menurut kehendak Allah

di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Komunitas manusia baru

yang sama persis seperti itulah

yang disebut komunitas oikoumene

yang hidup dalam Kerajaan Allah di bumi

Kesimpulan:

organisasi gerejawi itu sangat penting

karena secara fisik lahiriah

menjadi wadah bagi umat untuk melakukan peribadahannya

yang intinya adalah menyembah Allah Bapa di sorga


namun yang lebih penting bahkan mutlak

adalah keadaan rohaniah dari umat

yakni kewajiban setiap orang percaya

untuk mencapai iman sempurna

ketika masih hidup di muka bumi ini


demikianlah Alkitab secara lengkap sempurna

mengajarkan kita bagaimana caranya

posisi iman sempurna itu dapat dicapai

melalui Jalan Salib !

.

Referensi

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yohanes 17:9-10.

[9] Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

[10] dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

  • ‘Mereka adalah milik-Mu’ dan ‘milik-Mu adalah milik-Ku’, artinya barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, dan karena itu menjadi milik Allah, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24).
  • Dengan kata lain keadaan oikoumene adalah keadaan dari pada sekelompok orang-orang percaya yang telah menjadi milik Kristus Yesus, yaitu mereka yang telah dipilih dan berbuah tetap (Yoh 15:16).
  • Jadi Kerajaan Allah di bumi adalah keadaan advent dan pentakosta dan oikoumene!

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 4:11-13.

[11] Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

[12] untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

[13] sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

  • Tugas orang-orang kudus alias manusia baru (sang senior), adalah ‘memperlengkapi orang-orang kudus’ berikutnya (sang junior) untuk melakukan pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, ‘sampai kita semua – para anggota tubuh Kristus – telah mencapai kesatuan iman’, yakni iman yang sempurna pada masing-masingnya.

.

Kesimpulan:

Syarat mendapat hak dan boleh hidup dalam Kerajaan Allah di bumi adalah bahwa kita semua sudah menjadi manusia baru dan karena itu telah mencapai:

  • Kesatuan iman, yakni iman sempurna (Yak 2:22).
  • Pengetahuan yang benar tentang Anak Allah (Yoh 15:26).
  • Kedewasaan penuh (1 Kor 13:4-8).
  • Tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (1 Yoh 3:2b).
  • Mengapa begitu? Sebab dalam Kerajaan Allah yang ada di situ adalah umat Allah (Ibr 8:10) dan tidak ada lagi yang mengajar sesama warganya atau saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! (Ibr 8:11).

Ibrani 8:10-11.

[10] Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

  • Yang bertugas untuk menaruh hukum-Ku itu adalah Roh Kudus (Yoh 16:13).
  • Jika sudah dipimpin oleh Roh Kudus sampai di ujung Jalan Salib, maka kita sudah mengenal seluruh kepenuhan Kristus (1 Yoh 3:2b) dan karena itu kita sudah mengenal Bapa yang ada di sorga (Yoh 14:6b); demikianlah Dia menjadi Allah kita, dan kita menjadi umat-Nya.
  • Oleh sebab itu sepanjang kita masih terus menerus saling mengajar dan diajar untuk mengenal Tuhan, maka sesungguhnya itulah tanda utamanya bahwa kita benar-benar belum mengenal apa dan bagaimana Jalan Salib yang tunggal itu, sehingga pasti kita belum berjalan di situ! Kata Roh: Mereka keluar dan masuk di situ tanpa sadar!

[11] Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

  • Keadaan rohani umat Kristiani yang telah berada dalam Kerajaan Allah di bumi, syarat dan tanda utamanya adalah bahwa ‘mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan!’
  • Mereka itulah yang layak menjadi pemimpin lembaga-lembaga gerejawi di muka bumi ini. Merekalah yang layak menjadi pemberita Injil, gembala sidang, pengajar-pengajar umat. Ketrampilan manajerial bukan syarat nomor satu yang menentukan bagi gereja, melainkan kedewasaan rohani, sebab pemimpin itu harus sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dua-arah dengan Roh Kudus, sang pemimpin gereja yang asli (Yoh 16:13). Para pemimpin gereja hanyalah alat-Nya dengan tugas menjalankan segala perintah Roh Kudus di segala bidang kehidupan para anggota jemaat ketika sedang memimpin lembaga gerejawi itu.

Akhir dari Bab Pendahuluan Buku PERTAMA – JALAN SALIB

DAFTAR ISI – Buku Pertama Tetralogi Jalan Salib –

Daftar Isi

- Buku Pertama (Pendahuluan Vol.I & II)-

Prakata Cetakan Pertama  … / vii

Kata Pengantar  … / xi

Pendahuluan  … / 2

0.1  Jalan Salib Menurut Perjanjian Lama  … / 2

0.2  Jalan Salib Menurut Perjanjian Baru  … / 20

0.3  Kerajaan Allah  … / 43

0.4  Advent … / 51

0.5  Pentakosta … / 53

0.6  Oikoumene … / 54

Bab  I /  Definisi-Definisi  … / 60

Bab  II /  Paradigma Asli Puasa dan Doa … / 70

2.1  Bagaimana Cara Memulai  … / 73

2.2  Latihan Beribadah  … / 74

2.3  Pra-syarat Puasa dan Doa  … / 76

2.4  Syarat-Syarat Puasa dan Doa  … / 77

2.5  Lingkungan Kehidupan Sehari-hari  … / 80

2.6  Modul-Modul Jalan Salib  … / 81

Bab  III /  Modul Natal – Subproses I: Ibadah Yang Sejati  … / 106

3.1  Prologue  … / 106

3.2  Step 1 – Salibkan Tubuh Jasmani  … / 110

3.3  Step 2 – Berdoa dengan Akalbudi, Tahap Awal  … / 110

3.4  Epilogue  … / 111

Bab  IV /  Modul Jumat Agung – Subproses II: Pembaharuan Budi  … / 117

4.1  Prologue   … / 117

4.2  Step 3 – Salibkan Pancaindera   … / 119

4.3  Step 4 – Berdoa dengan Akalbudi, Tahap Akhir  … / 119

4.4  Epilogue   … / 120

Bab  V /  Modul Paskah – Subproses III: Kenali Sejati Dirimu  … / 124

5.1  Prologue   … / 124

5.2  Step 5 – Salibkan Akal-Cipta  … / 127

5.3  Step 6 – Berdoa dengan Roh, Tahap Awal  … / 128

5.4  Epilogue  … / 129

Bab  VI /  Modul Kenaikan – Subproses IV: Kenali Tuhanmu  … / 132

6.1  Prologue  … / 132

6.2  Step 7 – Salibkan Akal-Nalar  … / 134

6.3  Step 8 – Berdoa dengan Roh, Tahap Akhir  … / 134

6.4  Epilogue  … / 135

Bab  VII /  Modul Pentakosta – Subproses V: Kenali Allahmu  … / 139

7.1  Prologue  … / 139

7.2  Step 9 – Salibkan Akal-Pengerti  … / 141

7.3  Step 10 – Berdoa dengan Roh, yang Sempurna  … / 141

7.4  Epilogue  … / 142

Bab  VIII /  Peringatan Keras: Jejak-Jejak Iblis  … / 147

8.1  Inti Tingkah Langkah Iblis: Mendustakan Firman Allah  … / 147

8.2  Menyembah Iblis … / 154

8.3  Kenalilah lawanmu, si Iblis … / 155

8.4  Pelayan Kebenaran Palsu, adalah alatnya si Iblis  … / 156

8.5  Sesat  … / 158

8.6  Si Pendurhaka  … / 161

Bab   IX /   Olah Rasa, Sharing dan Konsolidasi   … / 163

9.1  Prinsip-Prinsip Inti Olah Rasa alias Sharing  … / 163

9.2  Materi Sharing  … / 169

9.3  Tolok Ukur  … / 169

9.4  Teladan  … / 173

9.5  Senjata Rahasia  … / 174

9.6  Perbuatan Iman  … / 174

9.7  Sharing yang Benar  … / 177

9.8  Dasar dari Seluruh Pengertian Alkitab  … / 180

9.9  Solusi yang Tepat dan Benar  … / 181

Executive Summary  … / 185



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.