Pendahuluan – Buku Kedua Tetralogi Jalan Salib “SALIBKAN DIA!”

PENDAHULUAN

Kasih karunia Allah

Adalah kasih karunia pada Allah, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. (1 Ptr 2:19).

Jika kita melakukan kehendak Allah, yaitu perintah-perintah firman Allah, karena kita mengasihi Allah (1 Yoh 5:3a), dan oleh sebab itu kita harus menderita, padahal kita berbuat baik di hadapan Allah, maka hal itu adalah kasih karunia pada Allah. (1 Ptr 2:20).

Contohnya Yesus, yang karena sadar akan kehendak Allah (Mat 26:42) mau menanggung penderitaan (Ibr 9:22) yang tidak harus Dia tanggung (Mat 26:37-38), yaitu mati di kayu salib (Mat 26:28), sebagai suatu perbuatan baik (puasa) di hadapan Allah (Flp 2:8-9), dan karena itu jejak teladan-Nya dalam wujud Jalan Salib wajib diikuti oleh orang-orang percaya (Mat 20:23) sebagai jalan (Luk 1:77) supaya dapat selamat masuk dalam Kerajaan Allah di bumi dan di sorga, maka hal itu adalah kasih karunia pada Allah (1 Ptr 2:21).

Perbuatan iman

Penderitaan yang tidak harus Dia tanggung karena berbuat baik itulah salib-Nya yang asli (1 Ptr 2:19). Dan itu pulalah yang disebut perbuatan-perbuatan karena iman. Sedangkan menderita pukulan karena berbuat dosa (Rm 14:23) adalah salib palsu (1 Ptr 2:20a).

Sesungguhnya, akumulasi dari pada perbuatan-perbuatan iman itulah yang pada suatu ketika, entah kapan hanya Tuhan yang tahu (Yer 17:10), akan menjadikan iman kita sempurna (Yak 2:22), dan kita disebut manusia baru (Ef 4:24) yang boleh hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b; lih juga Gambar No. 16, hlm 213).

Jadi ketika kita bertekad sekeras batu karang untuk menanggung penderitaan yang tidak harus kita tanggung, karena sadar akan kehendak Allah dan karena kita mengasihi Allah, yaitu dengan tegar dan inisiatif sendiri dalam bentuk memaksakan diri kita menyalibkan daging alias memuasakan dunia dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24) yang berpusat pada kekuasaan, kemuliaan, dan kenikmatan duniawi itu (Luk 4:6), sebagai suatu kumpulan perbuatan iman yang sungguh berkenan di mata Allah (Yak 2:22), maka hal demikian itu adalah kasih karunia pada Allah.

Apa yang harus aku perbuat

Demikianlah, hanya perbuatan-perbuatan iman yang bersifat duniawi seperti itulah yang akan kita perbuat, dalam kehidupan sehari-hari (Mat 6:10b), jika Allah mengizinkannya! Haleluya. Amin. (Ibr 6:3).

Abstrak puasa

Sebelum kita melangkah lebih lanjut, marilah, hendaklah diperhatikan abstrak puasa yang akan menuntun kita sampai akhir, seperti berikut ini:

Hawa nafsu insan adalah netral

Bahwa hawa nafsu insan manusia, yang ada dalam jiwa itu sifatnya netral mutlak, tidak ada yang jahat (alias duniawi) dan tidak ada yang baik (alias sorgawi); posisi netralnya bisa berubah, tergantung faktor mana yang paling kuat mempengaruhinya.

Faktor yang berpengaruh

Awalnya yang terkuat adalah pengaruh faktor duniawi, yang didorong oleh kebutuhan  dasar tubuh duniawi (basic needs), yaitu makan, minum, tidur dan sex; kemudian kebutuhan batinnya: seperti pemenuhan kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety & security), dengan memenuhi rule of the game, baik negara maupun masyarakat, seperti hukum dan peraturan negara, adat dan budaya, etika & moral masyarakat dan bisnis; lalu ada kebutuhan lebih tinggi yaitu sosial needs: dikasihi dan mengasihi, kebersamaan; yang lebih tinggi lagi adalah esteem, ialah self-respect, reputasi, pengakuan dari orang lain, keyakinan diri sendiri; dan kebutuhan yang tertinggi adalah self-actualisation, ialah kesempatan berbuat sesuatu yang terbaik dari kemampuannya, keakhliannya; (dibuat sesuai dengan tingkat-tingkat kebutuhan manusia menurut teori Maslow).

Semua kebutuhan duniawi itu, bagi mata Allah adalah kehendak dan keinginan daging, yang selalu dirasuk oleh Iblis (Luk 4:6), sehingga menjadi sumber dosa kepada Allah.

Nafsu keinginan duniawi itu sudah mencengkram tubuh jasmani kita, baik jasad maupun indera kita, dan sudah menguasai akal kita, yang ada dalam jiwa kita, baik akal-Cipta, akal-Nalar, maupun akal-Pengerti.

Oleh karena itu tubuh duniawi alias tubuh alamiah dan jiwa insan yang aslinya itu kudus, sudah kotor penuh lumuran dosa, sehingga disebut juga tubuh dosa (Rm 6:6; Kol 2:11) alias tubuh maut (Rm 7:24).

Kesalahan insan

Sesungguhnya semua kebutuhan duniawi itu adalah kebutuhan seorang insan manusia yang hidup di muka bumi ini. Lalu salahnya di mana? Apanya yang salah?

Sesungguhnya kesalahan fatal orang-orang percaya adalah mereka selalu berpikir sebagai subyek dan pemimpin bahwa kewajiban utama mereka ialah dengan kekuatan diri sendiri (intellectual power dan tubuh jasmani yang sehat) mereka harus dapat memenuhi semua kebutuhan hidup pribadi dan keluarganya sehari-hari maupun ke depan. Oleh sebab itu apa pun yang terjadi, aku dan keluargaku adalah yang terpenting dan harus terjamin kelangsungan hidupnya. Apalagi ukuran kecukupan kita sama sekali berbeda jauh dengan ukuran secukupnya bagi Allah. (Mat 6:11).

Padahal Allah adalah Pencipta dan Pemilik dunia dengan segala isinya, termasuk insan manusia, dan Allah mengutus Roh Kudus untuk memimpin sang insan dalam kehidupannya sehari-hari, karena Allah sudah tahu segala kebutuhan sebelum kita memintanya.

Jadi posisi yang benar di hadapan Allah adalah insan sebagai obyek yang dipimpin Roh, dan bukan sebagai subyek yang memimpin. Kita wajib berpikir dan bersikap seperti itu!

Hubungan Bapa, Roh Kudus, roh-insan, jiwa insan, dan tubuh jasmani

Hendaknya kita tahu rancangan Allah tentang hubungan mutlak sempuna antara Bapa, Roh Kudus, roh-insan, jiwa insan, dan tubuh jasmani, yakni bahwa ada garis lurusnya yang sama sekali tidak boleh terpotong di antara urutan (sequence) demikian mulai dari sumber firman (Bapa di sorga) sampai dengan pada pelaku firman yang keempat alias terakhir (tubuh jasmani), yaitu perintah dan pelaksanaan firman Allah, yang mutlak tidak boleh ditambah atau dikurangi. (Why 22:18-19; lih juga Gambar No. 26, hlm 234).

Akal sehat insani

Akal, hati, pikiran, logika insani yang justru berasal dari diri kita sendiri (lih Kej 3:6), yang didorong rasukan si Iblis (lih Kej 3:4-5) dan memotong putus urutan garis lurus aliran perintah firman Allah demikian itulah yang kita lakukan, padahal sejak semula sang insan sudah diberitahu dan mengerti bahwa telah ada perintah firman Allah (standing instruction) tentang hal itu (lih Kej 2:16-17; Mat 6:33; lih juga Gambar No. 27, hlm 236).

Akal sehat insani nan duniawi itulah (lih Kej 3:6; 1 Sam 19-23) yang harus mutlak disalibkan, ditundukkan alias dikuasai sepenuhnya, dan cara satu-satunya yang dikehendaki Allah adalah dengan jalan puasa. Hanya pelayan kebenaran palsu yang katakan: tidak!

Posisi strategis sekaligus posisi vunerable jiwa insan

Posisi strategis jiwa insan adalah bahwa ia bersifat netral, artinya dapat menerima perintah roh-insan (disebut keinginan Roh), atau dapat pula menerima perintah dari akal insan itu sendiri (disebut keinginan daging alias duniawi). Lihat Gambar No. 22, halaman 226.

Dan sudah dengan tegas sekali diperingatkan bahwa posisi kedua bentuk keinginan itu adalah berlawanan (Gal 5:17), karena berujung hidup dan sorga atau mati dan neraka. (Lih Gambar No. 15, hlm 211).

Jiwa insan tidak dapat terima dua perintah pada saat yang sama

Jiwa insan, dalam hal ini hawa nafsu insan, tidak dapat menerima dua perintah secara bersamaan, baik dari roh-insan maupun dari akal pikiran insan, dan kemudian memberi perintah kepada tubuh jasmani untuk melakukan kedua-duanya. (Mrk 9:39). Jiwa insan hanya dapat menerima rangsangan (trigger) dari salah satu sumber perintah itu.

Contoh proses yang terjadi dalam jiwa insan, adalah ketika akal pikiran insan menerima rangsangan dari Iblis (Kej 3:4-5), maka sang akal akan memberitahu kepada hawa nafsu insan (Kej 3:6a), dan jika hal itu disetujui oleh hawa nafsu insan maka ia memberi perintah kepada akal untuk melaksanakannya dengan cara akal memberi perintah kepada tubuh jasmani untuk melakukan perintah itu (Kej 3:6b). Maka dapat dilihat bahwa jiwa insan akan melupakan perintah firman Allah yang sebelumnya telah ia terima (Kej 2:17).

Namun sebaliknya jika akal pikiran insan menerima trigger dari roh-insan yang asalnya dari Roh Kudus lalu ingat dan taat pada perintah firman (Luk 4:8), maka sang akal akan memberitahu kepada hawa nafsu insan (Luk 4:8), dan jika hal itu disetujui oleh hawa nafsu insan maka ia memberi perintah kepada akal untuk melaksanakannya dengan cara akal memberi perintah kepada tubuh jasmani untuk melakukan perintah itu (Mat 4:10).

Peranan Iblis: merasuk jiwa insan

Oleh Iblis urutan mengalirnya perintah firman Allah yang empat tahap itu dipotong ditengah jalan, ialah pada posisi strategis dari jiwa insan sebagai pelaku firman yang ketiga. Dan caranya adalah dengan merasuk jiwa insan melalui firman Allah yang didustakan oleh si Iblis dan para malaikatnya (Kej 3:4-5; Luk 4:3, 6, 10-11).

Solusi Yesus

Dan Yesus memberikan solusi tuntas sekaligus dengan contoh nyatanya tentang bagai-mana cara orang-orang percaya menghadapi rasukan si Iblis itu, ialah dengan iman yang percaya mutlak pada setiap perintah firman Allah (Luk 4:4, 8, 12; 1 Ptr 5:9; 1 Yoh 5:4b).

Lihatlah kisah perjalanan rohani Petrus untuk mencapai iman sempurna di Jalan Salib, yakni ketika ia masih ragu-ragu alias kurang percaya karena pengaruh dunia (lihat kasus berjalan di atas air, pada Mat 14:29-31 dan kasus ayam berkokok, pada Mat 26:75), dan ketika imannya sempurna (lihat kasus kunci Kerajaan Sorga, pada Mat 16:18-19 dan ka-sus khotbah Petrus, pada Kis 2:36).

Ketika murid-murid Yesus, termasuk kita di zaman akhir masa kini, telah mencapai iman sempurna dan layak dipimpin oleh Roh Kudus (Rm 8:14), maka Allah berkenan memakai mereka sebagai alat-Nya (sebagai pengajar, penginjil, gembala sidang, pendeta, pastor, penatua, diaken, koster, pelaku bisnis, pelaku politik, pelaku hukum, pelaku kesehatan, pelaku pendidikan, cendekiawan dan profesionals, petani, buruh, nelayan, karyawan, sopir, pilot, purna karya, miskin dan kaya, anak-anak, pemuda, dewasa, lanjut usia, dan se-terusnya) untuk merealisasikan rancangan kehendak-Nya bagi dunia (Yer 29:11).

Jalan Salib

Dan jalan bagi insan untuk mencapai iman percaya yang mutlak alias sempurna seperti Yesus itulah (Mat 10:25a) maka, atas kehendak Bapa-Nya di sorga, Yesus membangun Jalan Salib dan Roh Kudus membangun Jalan Roh sesuai janji Yesus.

Keduanya adalah tunggal adanya dan disebut Jalan Kudus, Jalan Tuhan, Jalan Kebenaran, Jalan Keselamatan, Jalan Salib, Jalan Kasih! (Salib itu adalah lambang penderitaan dan kematian sekaligus menjadi lambang kemenangan dan kasih Allah).

Kehendak Allah

Allah justru menghendaki supaya tubuh duniawi dan jiwa kita itu suci kudus, sama seperti roh-insan kita, yang selamanya sudah suci kudus karena berasal dari dan sehakekat dengan Allah, supaya garis lurus penyampaian firman Allah itu tetap terpelihara sehingga kita boleh mengenal Tuhan dengan benar, dan iman kepercayaan kita menjadi mutlak dan sempurna, dan yang terpenting sesudah itu adalah kita layak dipimpin oleh Roh Kudus, ketika hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi.

Posisi kesempurnaan tubuh manusia itu, yang disebut manusia baru (Ef 4:24), sangat diperlukan bahkan wajib karena manusia itu adalah alat-Nya, yang digunakan Tuhan untuk merealisasikan seluruh rancangan damai sejahtera-Nya (Yer 29:11), bagi setiap individu orang-orang percaya dan juga bagi lingkungannya di bumi ini. Itulah kehendak-Roh.

Demikianlah, Tuhan mewajibkan kita membasuh diri kita supaya menjadi suci kudus, via aktivitas puasa sempurna, yakni menyalibkan kehendak daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24), tuntas dan sempurna; dan sekaligus menghidupkan kehendak-Roh, juga tuntas dan sempurna. (Lih Gambar No. 8 dan No. 9, hlm 197 dan 199).

Sistem dan teknik penyaliban

Teknik penyaliban kehendak daging yang sudah lama mencengkram baik tubuh jasmani maupun jiwa kita, haruslah dilakukan dengan sistematis, terarah, terkontrol, terukur, dan sudah teruji kebenaran sistemnya.

Sistematis karena dilakukan menurut urutan langkah dan tahap tertentu; terarah karena ada milestone-nya; terkontrol karena ada barometernya; terukur karena jelas kriterianya, dan teruji karena sudah ada insan-terpilih yang melakukannya dengan berhasil baik atas bimbingan dan pimpinan serta jaminan Roh Kudus.

Mengapa berhasil baik karena dia mengikuti dengan taat dan setia (1 Ptr 2:21), dengan konsekuensi memikul salibnya (1 Ptr 2:19), mencucurkan airmata (karena hati yang hancur) namun belum sampai mencucurkan darah (Ibr 12:4), akan semua jejak-jejak Yesus tentang tatacara alias jalan untuk penyucian (Mat 5:8) dan pengkudusan diri (Ibr 12:14), yakni yang disebut Jalan Salib (Yoh 14:6).  Demikianlah rahasia Allah.

Kesimpulan

Galatia (5:24) adalah perintah firman tentang penyaliban diri alias perintah untuk puasa dari Bapa di sorga yang didengar oleh Roh Kudus, lalu disampaikan kepada setiap orang percaya sebagai kewajiban untuk memenuhi syarat kelayakan kita bergaul dengan Allah.

Dengan kata lain puasa itu adalah untuk Allah, sama sekali bukan untuk insan (Za 7:5-6). Artinya barangsiapa yang berhasil lulus dalam ujian puasa maka dia menjadi milik Allah.

Mengapa dikatakan menjadi milik Allah? Sebab awalnya kita adalah milik Allah, dan karena kesalahan kita sendiri maka kita menjadi milik Iblis. Dan karena perintah puasa yang dipimpin oleh Roh Kudus maka kita bisa melepaskan diri dari cengkramannya, sehingga kita layak kembali menjadi milik Allah, ialah milik Kristus Yesus.

Demikian kata Roh Kudus: Barangsiapa menyangkal perintah puasa, padahal sudah mengetahuinya, dia telah menentang Aku sebagai utusan Bapa di sorga! (Yoh 16:13b).

Kata Yesus: Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak. (Mat 12:32).

Tentang kapan puasa dimulai, jawab Yesus kepada mereka: Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. (Mat 9:15).

Demikianlah sang mempelai laki-laki sekarang, di zaman akhir masa kini, menunggu di sorga datangnya mempelai perempuan alias kita (Yer 31:22b). Dan jalan tunggal ke situ (Yoh 14:4) ialah dengan puasa dan doa. Percayalah dan jangan ragu! (Yes 31:22a).

Referensi

Kejadian 2:16-17.

[16] Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

[17] tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Kejadian 3:4-5, 6.

[4] Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: Sekali-kali kamu tidak akan mati.

[5] tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

[6a] Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

[6b] Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

1 Samuel 16:7.

[7a] Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: Janganlah pandang parasnya atau pera-wakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya.

[7b] Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.

  • Artinya jangan lihat dia memakai toga dengan stola terjurai sehingga dipercayai atau kemeja kumuh dan sepatu sandal sehingga dicurigai, dan jangan lihat dia bergelar doktor teologi sehingga dikagumi atau orang kecil awam sehingga dilecehkan, dan jangan lihat dia donatur besar sehingga dihormati atau miskin sehingga tidak dilihat bahkan dengan sebelah mata pun, sebab sesungguhnya Tuhan hanya melihat hati.

Yeremia 17:10. (lih 1 Sam 16:7).

[10] Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Yeremia 29:11.

[11] Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Yeremia 31:22.

[22a] Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat?

[22b] Sebab Tuhan menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki.

Zakharia 7:5-6.

[5] Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?

[6] Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri?

Matius 4:10.

[10] Maka berkatalah Yesus kepadanya: Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

Matius 5:37.

[37a] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

[37b] Apa yang lebih dari pada itu berasal dari  si jahat.

Matius 6:33.

[33] Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Matius 10:25.

[25a] Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.

Matius 12:32.

[32] Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

Matius 13:11.

[11] Jawab Yesus: Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Matius 14:29-31.

[29] Kata Yesus : Datanglah! Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

[30] Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: Tuhan, tolonglah aku!

[31] Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata : Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?

Matius 16:18-19.

[18] Dan Aku pun berkata kepadamu : Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

[19a] Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.

[19b] Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepas di dunia ini akan terlepas di sorga.

Matius 16:24.

[24] Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Matius 20:23.

[23a] Yesus berkata kepada mereka: Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya.

Matius 22:14.

[14] Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Matius 26:27.

[27] Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

  • ‘Mereka’, adalah murid-murid-Nya (Mat 13:11), yakni orang-orang yang telah terpilih (Yoh 15:16), dari antara begitu banyak orang yang terpanggil (Mat 22:14).
  • ‘Kamu semua’, artinya mereka semua yang telah terpilih itu saja.
  • Pertanyaannya: Apakah mereka yang terpanggil tidak boleh meminumnya? Jawabannya: tentu saja boleh bahkan wajib, bagi setiap orang yang percaya!
  • Namun ada bedanya, yakni:
  • Bagi orang terpanggil, status mengambil cawan dan meminum darah itu, pada upacara gerejawi: Perjamuan Kudus, yang wujudnya cawan dan anggur masa kini, adalah simbol alias tanda bahwa sungguh kita percaya adanya pengampunan dosa dan keselamatan oleh Yesus Kristus; dan kalau ditinjau dari sudut definisi iman, maka posisi itu barulah memenuhi unsur percaya saja alias 50% (Ibr 11:1a), sebab belum berbukti! (Ibr 11:1b). Dasar tugas pembuktian nyata ada pada Matius (20:23).
  • Sedangkan bagi orang-orang terpilih (Yoh 15:16a), yang juga harus berbuah tetap (Yoh 15:16b) dan banyak (Yoh 15:8), status mengambil cawan dan meminum darah itu, adalah bukan hanya percaya tetapi melakukannya (Yak 1:22) dalam bentuk perbuatan iman alias berbukti 100% (Yak 2:22) dalam wujud ‘meminum cawan-Ku’ (Mat 20:23) yakni cawan asli milik Yesus, ialah Jalan Salib (Yoh 14:6a); memang tidak sampai mengucurkan darahmu sendiri (Ibr 12:4) akibat beratnya penderitaan karena memikul salib kita sendiri (Mat 16:24), namun ujungnya adalah penebusan kita (Ef 1:7) dan keselamatan jiwa (1 Ptr 1:9) karena kita dapat datang kepada Bapa di sorga (Mat 14:6b), sama persis seperti teladan dan jejak Yesus sendiri.

Matius 26:28.

[28] Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

  • ‘Darah perjanjian, yang ditumpahkan’, artinya ‘tanpa pertumpahan darah tidak ada pengampunan’ (Ibr 9:22).
  • Artinya tanpa darah Yesus di kayu salib, tidak ada kebangkitan, tidak ada kenaikan, dan tidak ada Jalan Salib, dan karena itu tidak ada pengampunan dosa (1 Yoh 3:5), bahkan tidak ada iman sempurna.

Matius 26:37-38.

[37b] Maka mulailah ia merasa sedih dan gentar,

[38a] lalu kata-Nya kepada mereka: Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.

  • Perasaan yang sama seperti itulah yang juga akan kita rasakan ketika sedang berjalan di Jalan Salib; tetapi jangan takut, sebab sebagaimana seorang ibu bersukacita menyambut bayinya sehingga lupa betapa sakitnya ketika melahirkan (Yoh 16:21), demikian pulalah yang akan kita alami ketika sampai di ujung Jalan Salib itu.

Matius 26:42.

[42] Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!

Matius 26:75.

[75a] Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.

[75b] Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya.

Markus 3:29.

[29] Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.

Markus 9:39.

[39] Tetapi kata Yesus: Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.

Lukas 1:77-78.

[77] untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,

[78a] oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita,. (lih Rm 9:18).

Lukas 4: 3, 6-7, 10-11.

[3] Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.

[6] Kata Iblis kepada-Nya: Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

[7] Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.

[10] sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,

[11] dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.

Lukas 4:4, 8, 12.

[4] Jawab Yesus kepadanya: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.

[8] Tetapi Yesus berkata kepadanya: Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

[12] Yesus menjawab, kata-Nya: Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

Lukas 17:21.

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

Yohanes 14:4.

[4] Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.

Yohanes 14:6.

[6a] Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

  • Akulah jalan, artinya Akulah Jalan Salib itu, yang wujudnya terbentuk dari pada teladan-Ku dan jejak-jejak-Ku. Maka ikutlah Aku alias ikutilah jejak-Ku. Rahasia Allah!

[6b] Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 15:8.

[8] Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yohanes 16:13.

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

Yohanes 16:21.

[21] Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Kisah Para Rasul 2:36.

[36] Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.

Roma 6:6.

[6] Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita  telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Roma 7:24.

[24] Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Roma 9:18.

[18] Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Roma 14:23. (lih juga Mat 5:37b).

[23b] Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

1 Korintus 8:3. (lih juga 1 Kor 16:22).

[3] Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.

1 Korintus 16:22.

[22] Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!

2 Korintus 5:5. (lih juga Ef 1:14).

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Galatia 5:17.

[17] Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Galatia 5:24. (lih juga Kol 2:11).

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 1:7. (lih juga Kol 1:14).

[7] Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa.

Efesus 1:14.

[14] Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Efesus 4:22.

[22] yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Filipi 2:8, 9-11.

[8] Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

[9] Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

[10] supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

[11] dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Kolose 1:14.

[14] di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Kolose 2:11.

[11] Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.

Ibrani 5:9.

[9] dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,.

Ibrani 6:4-6.

[4] Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,

[5] dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,

[6] namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Ibrani 6:9-12.

[9] Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik yang mengandung keselamatan.

[10] Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. (urusan external).

[11] Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,

[12] agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. (urusan internal)

Ibrani 9:18.

[18] Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.

  • Artinya Yesus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, karena darah-Nya mensahkan perjanjian yang pertama, supaya berlaku perjanjian yang baru itu, agar mereka yang telah terpanggil boleh menjadi yang telah dipilih dan setia (Why 17:14c), sehingga boleh menerima bagian kekal yang telah dijanjikan, sebab mereka telah menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (Ibr 9:15), dengan jalan menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24), alias mematikan manusia lama (Ef 4:22) supaya bisa menghidupkan manusia baru (Ef 4:24) via Jalan Salib.

Ibrani 9:22. (lih juga Ibr 9:18).

[22] Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Ibrani 10:12, 14.

[12] Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,.

[14] Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

  • Inilah kebenaran yang membuktikan bahwa kita hanya dapat satu kali saja berjalan di Jalan Salib, sebab sesudah itu kita menjadi sempurna untuk selama-lamanya, seperti jejak teladan Yesus. Oleh sebab itu masa pemeliharaan iman sempurna sepanjang kita hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi itu sangat penting dan kritis sekali.
  • Mengapa?, sebab sudah lebih dahulu diberikan peringatan keras bahwa jika kita berhenti di tengah jalan padahal kita telah banyak mengetahui rahasia Allah yang disampaikan oleh Roh Kudus, maka hal demikian itu sama saja dengan menghujat Roh Kudus dan bagi kita hal seperti itu adalah dosa kekal (Mrk 3:29), yang tidak mungkin dibaharui lagi (Ibr 6:4-6) alias yang tidak akan diampuni baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang (Mat 12:32).

Ibrani 11:1.

[1a] Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan

[1b] dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Ibrani 12:4, 5-6, 10.

[4] Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

  • Di Jalan Salib penderitaan kita tidak akan sampai mencucurkan darah seperti Yesus di kayu salib, sebab yang utama adalah menyalibkan jiwa insan (lih ayat 5-6) alias menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24), supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (ayat 10b).
  • Itulah sebabnya sesudah Yesus menyelesaikan pembangunan Jalan Salib, maka Jalan Salib itu menjadi satu-satunya pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada perintah-perintah Yesus (lih Ibr 5:9; lih juga Ibr 10:12, 14).

[5] Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

[6] karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.

[10a] sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik,

[10b] tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

Ibrani 12:14.

[14] Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Yakobus 1:22.

[22] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Yakobus 2:22. (lih juga Ibr 6:11-12).

[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan, dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

1 Petrus 1:9.

[9] karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

1 Petrus 2:19-20.

(19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(20a) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

(20b) Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

1 Petrus 5:9. (lih 1 Yoh 5:4b).

[9] Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

1 Yohanes 3:5.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

  • Ada dua kunci utama di sini, ialah:  Pertama, bahwa Kristus menghapus tuntas segala dosa kita hanyalah pada momentum ketika perjalanan roh kita sudah tiba di ujung Jalan Salib (Yoh 14:6b) dan Kristus menyatakan diri-Nya serta kita melihat Dia da-lam keadaan-Nya yang sebenarnya; jadi sama sekali tidak ada momentum lain.
  • Kedua, bahwa untuk memelihara sikap dan tingkah diri kita supaya tidak berbuat dosa lagi (1 Yoh 3:6a) maka satu-satunya cara ialah terus menerus berada di dalam Dia alias di dalam perintah-perintah-Nya yang disampaikan oleh dan karena itu kita selalu dipimpin oleh Roh Kudus sampai selama-lamanya.
  • Maka perhatikanlah peringatan keras dari Roh Kudus berikut ini, kata-Nya: Setiap orang yang tetap berbuat dosa, sesungguhnya tidak pernah melihat dan bahkan tidak pernah mengenal Kristus. (1 Yoh 3:6b). Dengan kata lain ‘barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya’. (1 Yoh 3:8a).

1 Yohanes 3:6.

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;

[6b] setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

1 Yohanes 5:3-4. (lih juga 1 Kor 8:3).

[3a] Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.

[3b] Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

[4a] sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.

[4b] Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Wahyu 17:14. (lih Why 21:7).

[14c] Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

Wahyu 21:7.

[7] Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Wahyu 22:18-19.

[18] Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.

[19] Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.

Pendahuluan – Buku Keempat Tetralogi Jalan Salib “THE MESSAGE”

PENDAHULUAN: HIGHLIGHTS  ‘IMAN SEMPURNA’

What is IMAN SEMPURNA

Apakah iman sempurna itu?

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11:1).

Dengan perkataan lain, apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibr 11:3b).

Who is the owner of  IMAN SEMPURNA

Siapakah yang memiliki iman sempurna?

Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia (Why 17:14c).

Siapakah sang pemenang itu?

Kata Yesus: Barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah (Why 2:7b), (lih Why 2:11b; Why 2:17b; Why 2:26-28; Why 3:5); ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ (Why 3:12); ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya (Why 3:21).

Where is IMAN SEMPURNA

Di manakah iman sempurna itu?

Posisi iman sempurna adalah posisi anak-anak Allah (Rm 8:14) yaitu para insan terpanggil yang telah dipilih dan yang setia (Why 17:14c), yang hidup dalam Kerajaan Allah di bumi, sepanjang umur yang diperkenankan-Nya (Luk 17:21b).

Inilah visi (vision) dari orang-orang percaya, yaitu mereka memiliki posisi sebagai anak-anak Allah yang hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi (Yak 4:6a). Dan misi (mission) mereka adalah pemuridan (soli Deo gloria).

When is IMAN SEMPURNA

Bilamanakah adanya iman sempurna itu?

Ketika Kristus menyatakan diri-Nya kepada roh kita di sorga, dan kita menjadi sama seperti Dia, karena kita melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1 Yoh 3:2b).

Why is IMAN SEMPURNA?

Mengapa harus memiliki iman sempurna?

Iman sempurna itu mutlak harus dicapai oleh setiap orang percaya, karena demikianlah keadaan asli insan ketika dijadikan Allah (sola gratia); dan keadaan asli insan manusia itu masa kini adalah memiliki iman dewasa sempurna sesuai dengan seluruh kepenuhan Kristus, memiliki kasih Allah, dosa kita total telah diampuni bahkan kita tidak berbuat dosa lagi, kita telah hidup dalam Kerajaan Allah di bumi, setiap saat dipimpin oleh Roh Kudus, dan kita layak disebut murid-murid Kristus, hamba Allah yang dapat dipercaya.

How to have IMAN SEMPURNA

Bagaimanakah supaya memiliki iman sempurna?

Di dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, kita harus sanggup memilah-milah dengan tegas manakah perbuatan-perbuatan yang dilakukan hanya karena iman saja (sola fide); sebab di luar itu adalah perbuatan-perbuatan si jahat alias Iblis (Mat 5:37b).

Dalam bahasa Alkitab (sola scriptura), kerjasama iman dengan perbuatan itu akhirnya menjadikan iman kita sempurna (Yak 2:22); proses kerjasama itu terjadi di Jalan Salib (sola Christus), yang terdiri dari lima ruas jalan yang lengkap dengan dua panji-panji Kristus, yaitu track alias jalur lintasan yang tepat dan benar (Yoh 14:6b).

Kesimpulan:

Injil (sola scriptura) adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman (sola fide), seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1:16-17), yaitu iman yang sempurna.

Referensi

Mazmur 37:11. (lih Ef 4:2).

[11] Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

Mazmur 149:4. (lih Ef 4:2).

[4] Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Zefanya 3:12-13. (lih Ef 4:2; Rm 9:27).

[12] Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama Tuhan,

[13a] yakni sisa Israel itu.

Matius 5:5. (lih Ef 4:2).

[5] Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Matius 5:37.

[37a] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

[37b] Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Lukas 17:21.

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

Yohanes 14:6.

[6b] Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Roma 1:16-17.

[16] Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

[17a] Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis:

[17b] orang benar akan hidup oleh iman.

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Roma 9:27. (lih Zef 3:12-13).

[27] Dan Yesaya berseru tentang Israel: Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.

2 Korintus 4:18.

[18] Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Efesus 4:2. (lih Yak 4:6b).

[2a] Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar.

  • Orang yang rendah hati (Mzm 37:11) dan lemah lembut (Mat 5:5) akan mewarisi negeri dan memiliki bumi, serta dimahkotai dengan keselamatan (Mzm 149:4). Mereka itulah yang dimaksud dengan ‘sisa Israel’ (Zef 3:12-13a); mereka tidak bercela (Why 14:5). Mereka adalah orang-orang yang terpilih dan yang setia.

Ibrani 11:1, 3.

[1a] Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan

[1b] dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

[3b] sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

  • Dengan kata lain, doa Yesus: Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga (Mat 6:10b); artinya kehendak Allah tentang insan dan dunia sudah ada lebih dulu di sorga, dan kehendak yang tak kelihatan itulah yang harus jadi di bumi; itulah sebabnya kata Roh: Perhatikanlah yang tak kelihatan dan kekal, sebab yang kelihatan itu adalah sementara. (2 Kor 4:18).
  • Kata Roh: Jika hati bersih via Jalan Salib maka mata rohani pasti bisa lihat semuanya.

Yakobus 2:22.

[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan, dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Yakobus 4:5-6.

[5] Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!

[6a] Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. [6b] Karena itu Ia katakan: Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. (lih juga Ef 4:2).

  • ‘Lebih besar dari pada itu’, artinya kehendak Allah supaya kita hidup dalam Kerajaan Allah di bumi itu lebih besar dari pada keinginan Allah supaya roh kita segera kembali ke sorga (ayat 5). Karena hanya orang rendah hati saja yang layak hidup di situ (ayat 6b). Itulah kehidupan asli sempurna di bumi, yang dikehendaki-Nya.

1 Yohanes 3:2.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Wahyu 2:7, 11, 17, 26-28.

[7b] Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.

[11b, 17b] Silahkan buka Alkitab, wahai insan-terpilih!

[26] Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

[27] dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk – sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku;

[28] dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.

Wahyu 3:5, 12, 21.

[5a] Barangsiapa menang, ia akan Kukenakan pakaian putih yang demikian;

[5b] Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

[12a] Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ;

[12b] dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

[21a] Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku,

[21b] sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Wahyu 17:14.

[14c] Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

Pendahuluan – Buku Ketiga Tetralogi Jalan Salib “SEMBAHLAH DIA!”

PENDAHULUAN

Dalam Kerajaan Allah di bumi, satu-satunya bentuk komunikasi yang dikehendaki-Nya boleh dilakukan setiap waktu dan tempat, adalah komunikasi dua-arah antara roh-insan dengan Allah yang adalah Roh, yaitu Roh Kudus sebagai utusan-Nya (Yoh 16:13b).

Kata Yesus: Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran (Yoh 14:15-17a).

Dengan perkataan lain, supaya Bapa menyertai kita selama-lamanya, maka Ia akan memberikan kepada kita Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus, yang akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran, dan akan memberitakan kepada kita hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13a, 13c), sepanjang waktu yang sisa dari hidup yang diperkenankan-Nya.

Ketika Roh Allah, ialah Roh Kudus, telah memimpin kita, maka kita menjadi anak-anak Allah (Rm 8:14, 16). Dan hal itu benar jika Roh bersama-sama dengan roh kita bersaksi, bahwa kita masing-masing telah mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita (Rm 8:13), yaitu segala hawa nafsu dan keinginan manusia, alias kehendak daging (Gal 5:24), dan selalu menghidupkan kehendak Roh, yakni menurut kehendak Allah (1 Ptr 4:2).

Demikianlah, ketika tubuh dan jiwa kita telah menjadi suci kudus, sama seperti roh kita yang sejak semula adalah suci kudus, maka setiap dan seluruh aktivitas kehidupan kita dalam segala bidang hidup yang harus dilaksanakan adalah hanya atas perintah Roh Kudus saja (Yoh 16:13c), dan sama sekali bukan atas hawa nafsu dan keinginan manusia.

Dengan demikian itu pula, maka nyatalah kebenaran, bahwa sesungguhnya segala sesuatu apa pun yang kita kerjakan, adalah semata-mata atas anugerah kehendak Allah Bapa saja (Latin: Sola Gratia), dan sama sekali bukanlah hasil usaha kita sendiri (Ef 2:8).

Kata Yesus: Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semua itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. (Mat 11:25-26).

Demikianlah hendaknya kita boleh mengerti bahwa orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir. (Mat 20:16).

Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya alias sekiranya kalian membaca naskah ini, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. (Ibr 3:7-9).

Wahai para pemimpin umat dan sesama awam di seluruh muka bumi: Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu (1 Tim 4:12b), janganlah berlari tanpa tujuan atau seperti petinju yang sembarangan saja memukul, sesungguhnya latihlah dan kuasailah dirimu masing-masing dalam segala hal dan masuklah dalam pertandingan iman yang sejak semula telah diwajibkan bagi kita ini, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan kita sendiri ditolak. (1 Kor 9:25-27).

.

Referensi

Yohanes 14:15-17.

[15] Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

[16] Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

[17a] yaitu Roh Kebenaran.

Yohanes 16:13.

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roma 8:6-8.

[6] Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

[7] Sebab keinginan daging adalah perseteruan dengan Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

[8] Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Roma 8:13-14, 16.

[13a] Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; (lih Rm 8:6-8).

[13b] tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. (lih 2 Kor 5:5).

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

[16] Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Roma 9:16-17.

[16] Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

[17] Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.

Roma 11:5-7.

[5] Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.

[6] Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

[7] Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya.

1 Korintus 9:25-27.

[25a] Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai diri-nya dalam segala hal.

  • Barangsiapa yang boleh ikut dalam pertandingan iman, bukanlah sembarangan asal orang percaya saja, yaitu bukan lagi karena perbuatan (Rm 11:6), melainkan dipilih menurut pilihan kasih karunia (Rm 11:5).
  • Karena hanya insan-terpilih sajalah (Rm 11:7) yang akhirnya dapat menguasai diri dalam segala hal, dan karena itu dapat memperoleh mahkota yang abadi. (ayat 25b).

[25b] Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

[26] Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

[27] Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 2:8-10. (lih Rm 9:16).

[8] Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

[9] itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

[10a] Karena kita ini buatan Allah, yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.

[10b] Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

1 Petrus 4:2.

[2] supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

DAFTAR ISI – Buku Ketiga Tetralogi JALAN SALIB “SEMBAHLAH DIA!”

Daftar Isi

.

Prakata Cetakan Pertama …/ …….

Kata Pengantar …/ ………

Pendahuluan …/ 2

Bab  I /  Definisi Doa syafaat …/ 6

Bab  II /  Keadaan Doa syafaat sempurna …/ 17

2.1  Doa dengan akal budi … / 18

2.2  Doa dengan roh … / 19

2.3  Bahasa roh …/ 21

2.4  Membangun Jemaat dengan jadi corong Roh Kudus …/ 23

2.5  Membangun diri sendiri dipimpin Roh Kudus …/ 24

2.6  Membangun diri sendiri dan membangun jemaat …/ 25

2.7  Peringatan bagi kita semua … / 26

Bab  III /  Doa adalah barometer iman …/ 36

3.1  Barometer Puasa … / 36

3.2  Barometer perjalanan spiritual … / 37

3.3  Barometer pertumbuhan iman … / 38

3.4  Kasus penyaksian dalam proses doa dengan roh … / 39

Bab  IV /  Doa dalam kehidupan sehari-hari (daily life) …/ 51

4.1  Insan manusia seutuhnya …/ 51

4.2  Orang Benar berdoa bagi insan hidup di dunia …/ 57

4.3  Orang Benar berdoa bagi insan hidup di alam roh …/ 60

4.4  Meterai Doa …/ 64

4.5  Pendidikan-formal pendewasaan iman … / 64

Bab  V /  Persiapan dan kesiapan …/ 74

5.1  Lokasi dan tempat yang layak … / 74

5.2  Waktu yang tepat …/ 74

5.3  Sikap yang benar …/ 74

5.4  Liturgi Doa syafaat …/ 75

5.5  Catatan penting …/ 95

Bab  VI /  Doa dengan akal budi, tingkat awal (Natal) …/ 110

Bab  VII /  Doa dengan akal budi, tingkat akhir (Jumat Agung) …/ 122

Bab  VIII /  Doa dengan roh, tingkat awal (Paskah) …/ 128

Bab  IX /  Doa dengan roh, tingkat akhir (Kenaikan) …/ 134

Bab  X /  Doa dengan roh, bergaul dengan Allah (Pentakosta) …/ 142

Bab  XI /  Hubungan doa dengan puasa …/ 154

Bab  XII /  Summary wujud bergaul dengan Allah  …/ 158

Gambar-gambar …/ 190 ~ 202

Gambar No. 1   Realitas duniawi vs realitas sorgawi  … / 190

Gambar No. 2   Operasional komunikasi dua-arah dalam GKYE   … / 192

Gambar No. 3   Keadaan umat dan para pemimpinnya … / 194

Gambar No. 4   Proses perjalanan roh   … / 196

Gambar No. 5   Pertumbuhan PAK   … / 198

Gambar No. 6   Komunikasi dua-arah sempurna   … / 200

Gambar No. 7   Komunikasi dua-arah terputus   … / 202

DAFTAR ISI – Buku Keempat Tetralogi Jalan Salib “THE MESSAGE”

DAFTAR ISI – THE MESSAGE-

.

Pra-Kata Cetakan Pertama  …/ x

Kata Pengantar  …/ xiv

Bagian  I  /  What is ‘IMAN SEMPURNA’  …/ 7

(1) Message No. 1/44/25 :

Abstract Doktrin Iman Sempurna …/ 10

(2) Message No. 2/4 :

Allah Yang Mahaesa …/ 15

(3) Message No. 3/33/17 :

Rancangan Kehendak Allah Bagi Manusia …/ 17

(4) Message No. 4/26/K :

Jejak-Jejak Yesus …/ 25

(5) Message No. 5/38/22 :

Roh Penghibur, Roh Kebenaran, Roh Kudus …/ 36

(6) Message No. 6/27/L :

Seorang Penolong Yang Lain:

Penghibur, Roh Kebenaran, Roh Kudus …/ 45

(7) Message No. 7/1 :

Ikutlah Aku! …/ 58

(8) Message No. 8/5 :

Panji-Panji Kristus …/ 61

(9) Message No. 9/58/4 :

Dunia Orang Mati, Alam Roh, Dan Alam Ketuhanan …/ 71

Bagian  II  /  Who has ‘IMAN SEMPURNA’  …/ 82

(10) Message No. 10/9/12 :

Domba Hilang Dari Umat Israel …/ 84

(11) Message No. 11/10/31/15 :

Orang-Orang Yang Lelah, Terlantar, Dan Buta …/ 95

(12) Message No. 12/11/21/F :

Orang Yang Dipanggil Dan Orang Yang Dipilih …/ 100

(13) Message No. 13/12/15 :

Terimalah Roh Kudus …/ 109

(14) Message No. 14/13/11 :

Roh Kudus Adalah Guru Rohani …/ 111

(15) Message No. 15/14/9 :

Iman Kanak-Kanak Dan Iman Dewasa …/ 113

(16) Message No. 16/15/30/1 :

Ciri-Ciri Insan-Terpilih …/ 116

(17) Message No. 17/16/29/N :

Sahabat Allah …/ 126

(18) Message No. 18/17/16/A :

Doa Orang Benar …/ 128

(19) Message No. 19/18/3 :

Iblis Menyamar Malaikat Terang …/ 131

(20) Message No. 20/59/5 :

Roh, Jiwa, Dan Tubuh …/ 132

Bagian  III  /  Where is ‘IMAN SEMPURNA’  …/ 137

(21) Message No. 21/19/39/23 :

Kerajaan Allah Di Bumi …/ 139

(22) Message No. 22/20/20/E :

Bait Allah …/ 167

(23) Message No. 23/21/45/29 :

Gereja Adalah Pintu Gerbang Sorga …/ 170

(24) Message No. 24/22/34/18 :

Jalan Raya, Jalan Kudus, Jalan Salib, Jalan Roh …/ 177

(25) Message No. 25/23/35/19 :

Jalan Yang Baru Dan Yang Hidup, Jalan Roh …/ 180

(26) Message No. 26/24/46/30 :

Hubungan-Vertikal Dan Hubungan-Horizontal …/ 186

(27) Message No. 27/25/36/20 :

Hubungan Berkat Anugerah Dan Iman …/ 189

(28) Message No. 28/26/10 :

Mistik Dan Alkitab …/ 197

Bagian IV  /   When is ‘IMAN SEMPURNA’  …/ 200

(29) Message No. 29/27/52 :

Bukan Tafsir Manusia Melainkan Oleh Roh Kudus …/ 202

(30) Message No. 30/28/53 :

Bukan Kamu Yang Berkata-kata Melainkan Roh Kudus …/ 209

(31) Message No. 31/29/55 :

Jangan Tunggu Melainkan Raihlah! …/ 215

(32) Message No. 32/30/22/G :

Harapan Atau Ilusi …/ 220

(33) Message No. 33/31/23/H :

Salib Alias Cawan …/ 227

(34) Message No. 34/32/28/M :

Kasih Allah …/ 231

(35) Message No. 35/33/13 :

Berkat Anugerah Bagi Insan-Terpilih …/ 236

Bagian  V  /   Why is ‘IMAN SEMPURNA’  …/ 241

(36) Message No. 36/34/2 :

I Have No Single Reason To Believe …/ 243

(37) Message No. 37/35/32/16 :

Rancangan Tuhan, Bukanlah Rancanganmu! …/ 248

(38) Message No. 38/36/14 :

Pemimpin Spiritual Atau Pemimpin Organisasi? …/ 252

(39) Message No. 39/37/18/C :

Rumah-Ku Atau Rumahmu Yang Lebih Dahulu …/ 260

(40) Message No. 40/38/48/32 :

Maka Menyesallah Allah …/ 263

(41) Message No. 41/39/42/27 :

Kepercayaan Sia-Sia …/ 269

(42) Message No. 42/40/40/24 :

Keadaan Gereja-Gereja Di Indonesia Dan Dunia …/ 273

(43) Message No. 43/41/41/26 :

Kasus Gereja-Gereja Di Inggris …/ 278

(44) Message No. 44/42/19/D :

Jadilah Kehendak-Mu Di Bumi Seperti Di Sorga …/ 282

Bagian  VI  /   How to have ‘IMAN SEMPURNA’  …/ 285

(45) Message No. 47/45/49/35 :

Penyangkalan Diri Sendiri …/ 286

(46) Message No. 48/46/43/28 :

Tata-Cara Baku Memuliakan Allah Bapa Di Sorga …/ 292

(47) Message No. 49/47/6 :

Tahap-Tahap Pada Jalan Salib …/ 297

(48) Message No. 50/48/8 :

Sesungguhnya Apakah Yang Terjadi Di Jalan Salib …/ 302

(49) Message No. 51/49/37/21 :

Tubuh Dosa Dan Nafsu Keinginan Insan …/ 307

(50) Message No. 52/50/24/I :

Salib Alias Puasa …/ 312

(51) Message No. 53/51/25/J :

Doa Syafaat …/ 330

(52) Message No. 54/52/17/B :

Suamimu Adalah Dia Yang Menjadikan Engkau …/ 346

(53) Message No. 55/53/7 :

Penyataan Kristus Menurut Surat-Surat Petrus …/ 348

(54) Message No. 56/54/54 :

Tugas Seorang Murid Kristus Masa Kini Nan Modern …/ 353

(55) Message No. 57/55/47/31 :

Oikoumene Umat Beragama …/ 357

(56) Message No. 58/56/3 :

Jejak-Jejak Teladan Yesus …/ 361

(57) Message No. 59/57/2 :

Reformasi Gereja Jilid II …/ 368

(58) Message No. 60/58 :

Diamlah! …/ 372

(59) Message No. 61/59 :

Keadaan Asli Oikoumene …/ 378

(60) Message No. 62/60 :

Tanggungjawab Pemimpin Umat …/ 382

(61) Message No. 63/61 :

Menyembahlah Hanya Kepada Bapa di Sorga …/ 386

(62) Message No. 64/62 :

Segala Sesuatu adalah Kehendak Allah …/ 391

(63) Message No. 65/63/1 :

Akal Sehat Dihadapan Allah …/ 398

(64) Message No. 65/63/2 :

Akal Sehat Dihadapan Allah …/ 405

(65) Message No. 65/63/3 :

Akal Sehat Dihadapan Allah …/ 419

(66) Message No. 66/64 :

Barangsiapa Menang, Aku Jadi Allahnya dan Dia Jadi Anak-Ku …/ 425

(67) Message No. 67/65 :

Anugerah Allah Itu Sempurna Dalam Kasih Karunia …/ 433

.

Definisi-Definisi  …/ 453

BAB IX – Buku Pertama Tetralogi Jalan Salib: OLAH RASA

Bab  IX /  Olah Rasa: Sharing & Konsolidasi

SHARING FMO

Tatatertib pertemuan informal FMO (Forum Musyawarah Oikoumene)

Sharing para insan terpilih

.

9.1  Prinsip-prinsip Inti Olah Rasa alias Sharing:

  • Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab (1 Ptr 3:15b).
  • Haruslah dengan lemah lembut dan hormat (1 Ptr 3:15b).
  • Dengan hati nurani yang murni (1 Ptr 3:16).
  • Kasihilah seorang akan yang lain (1 Ptr 4:8).
  • Berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah (1 Ptr 4:11).
  • Allah tidak menghendaki kekacauan (1 Kor 14:33).
  • Semuanya itu harus untuk membangun (1 Kor 14:26).

Referensi

1 Petrus 3:15-16.

[15b] Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

[16] dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

1 Petrus 4:8, 11.

[8] Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

[11] Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah.

1 Korintus 14:26.

[26] Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

1 Korintus 14:33.

[33] Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

  • Dalam sharing, katakanlah yang ya adalah ya, dan yang tidak adalah tidak, sebab diluar itu berasal dari si jahat. Jauhkan segala rasa iri, rasa bersaing dan rasa sombong, karena hal-hal seperti itulah sumber kekacauan. (lih Yak 3:16).

Yakobus 3:16.

[16] Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

.

9.1.1  Prinsip Inti Sharing # 1

  • Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab !
  • Pertanyaan dan jawaban (Question & Answer) yang terjadi dalam Sharing, adalah wujud pertanggungjawaban kita pada masing-masingnya, terhadap makna sorgawi dari pada setiap kata yang keluar dari mulut kita.
  • Maka jangan keluarkan kata-kata yang sia-sia, sebab bahkan itupun harus kita pertanggung-jawabkan (Mat 12:36).
  • Contoh: seorang mengucapkan hal-hal yang baik, padahal dia sendiri jahat (Mat 12:34; lih juga Yak 1:26).

Referensi

Matius 12:34, 36.

[34] Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

[36] Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

Yakobus 1:26.

[26] Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

  • Mengekang’ artinya jangan bicara diluar kebenaran (Mat 5:37a), yakni firman Allah (Yoh 17:17b).

Matius 5:37.

[37a] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

[37b] Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Yohanes 17:17.

[17b] firman-Mu adalah kebenaran.

.

9.1.2  Prinsip Inti Sharing # 2

  • Haruslah dengan lemah lembut dan hormat !

Referensi

Amsal 13:18.

[18] Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

Matius 5:5.

[5] Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Roma 13:7. (lih juga 1 Ptr 2:17).

[7b] Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Roma 14:18.

[18] Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

Galatia 6:1-2.

[1] Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

[2] Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Efesus 4:2.

[2a] Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar.

[2b] Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Titus 3:2.

[2] Janganlah mereka menfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.

.

9.1.3  Prinsip Inti Sharing # 3

  • Dengan hati nurani yang murni ! (lih Yak 3:17).

Referensi

Kisah Para Rasul 24:16.

[16] Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

1 Timotius 1:5.

[5] Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.

Yakobus 3:17.

[17] Tetapi hikmat yang dari atas pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak mu-nafik.

.

9.1.4  Prinsip Inti Sharing # 4

  • Kasihilah seorang akan yang lain, dengan kasih yang berasal dari Allah (Yoh 13:34).
  • Kasih Allah itu, tanpa syarat (1 Kor 13:7).
  • Kasih insani itu, pasti dengan syarat, baik dalam hati, pikir, atau aksi (1 Kor 13:1-3).

Referensi

Yohanes 13:34-35.

[34a] Aku memberi perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi;

[34b] sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

[35] Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

1 Korintus 13:1-3.

[1] Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

[2] Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

[3] Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

1 Korintus 13:7-8.

[7] Ia (kasih Allah) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

[8a] Kasih tidak berkesudahan;

Kesimpulan:

  • Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (2 Kor 16:14).

  • Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. (Ef 4:2b).

  • Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (Kol 3:14).

  • Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagamana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang. (Kol 4:6).

.

9.1.5  Prinsip Inti Sharing # 5

  • Berbicaralah sebagai orang yang menyampaikan firman Allah (bukan debat kusir).

Referensi

Efesus 6:7.

[7] dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Kolose 3:23. (lih Ef 6:7).

[23] Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

1 Petrus 4:11.

[11a] Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;

2 Petrus 1:20-21.

[20] Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, (lih juga Rm 10:2-3).

[21] sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

  • Dorongan Roh Kudus, artinya diajar sampai mengerti oleh Roh Kudus dan tiap-tiap pikiran, perkataan dan langkah kita dipimpin oleh Roh Kudus.

.

9.1.6  Prinsip Inti Sharing # 6

  • Allah tidak menghendaki kekacauan !

1 Korintus 14:33. (lih Yak 3:16).

[33] Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Referensi

Yakobus 3:14-16, 17.

[14] Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!

[15] Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.

[16] Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

[17] Tetapi hikmat yang dari atas pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak mu-nafik.

.

9.1.7  Prinsip Inti Sharing # 7

  • Semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. (1 Kor 14:26).

Referensi

1 Korintus 14:26-28, 30.

[26] Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

  • Artinya: supaya kamu semua dapat belajar dan beroleh pengertian dan kekuatan.

[27] Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

[28] Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

[30] Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.

.

9.2  Materi Sharing

Manakah perbuatan iman

dan

manakah perbuatan insan

.

9.2.1  Substansi Sharing

  • Apa dan bagaimana pengalaman yang didapat dalam setiap perbuatan kita sehari-hari, dengan fokus:
  • Apakah hal ini dan itu perbuatan iman  (k-roh), atau
  • Apakah hal itu dan ini perbuatan insan (k-daging)

Referensi

Matius 5:37.

[37a] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

[37b] Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (lih Rm 14:23b).

Roma 14:23.

[23b] Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Efesus 5:17.

[17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Yakobus 2:22.

[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

  • Kesimpulan: kita harus bisa mengerti dan melakukan pemilahan manakah perbuatan-perbuatan iman, sesuai kehendak Tuhan itu. Disinilah betapa pentingnya sharing itu!

.

9.3  Tolok Ukur

Sikap diri pribadi

orang-orang terpilih

Lima buah tolok ukur

Sikap diri pada tiap-tiap perbuatan kita sehari-hari, adalah:

  • Pasrahlah
  • Bersyukurlah
  • Bersabarlah
  • Setia dan taatlah
  • Berjibakulah

.

9.3.1  Sikap diri yang benar # 1

PASRAH

  • Pasrahlah seperti Yesus, ketika Ia menetapkan sikap-Nya, dan berkata:
  • Ya Bapa-Ku, bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. (Luk 22:42).

Referensi

Yesaya 53:7-8.

[7] Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

[8] Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

Kisah Para Rasul 8:32, 34. (lih Yes 53:7-8).

[32] Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang mengunting bulu-nya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

[34] Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceritakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

  • Kesimpulan: Yesus pasrah agar kehendak dan rancangan Bapa tidak dihalangi!

.

9.3.2  Sikap diri yang benar # 2

SYUKUR

  • Bersyukurlah senantiasa dalam kepasrahan terhadap setiap hal yang menyenangkan ketika melakukan setiap perintah firman Allah!

Referensi

2 Korintus 2:14. (lih 2 Kor 9:15).

[14] Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.

2 Korintus 9:15.

[15] Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu.

Kolose 2:7.

[7] Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

  • Kesimpulan: Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tes 5:18).

.

9.3.3  Sikap diri yang benar # 3

SABAR

  • Bersabarlah dalam kepasrahan terhadap setiap hal yang mendatangkan penderitaan, karena melakukan setiap perintah firman Allah!

Referensi

Roma 12:12.

[12] Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.

1 Korintus 13:4, 7.

[4a] Kasih itu sabar;

[7d] Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu.

2 Korintus 6:4-5.

[4] Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,

[5] dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa.

2 Korintus 11:19-20.

[19] Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:

[20] karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.

Kolose 3:13.

[13a] Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain,.

1 Tesalonika 5:14.

[14] Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

.

9.3.4  Sikap diri yang benar # 4

SETIA & TAAT

  • Setia dan taatlah dalam kepasrahan sampai pada akhirnya, tanpa syarat apapun, ketika melakukan setiap perintah firman Allah!

Referensi

Lukas 16:10.

[10a] Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.

[10b] Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Kisah Para Rasul 5:29.

[29] Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Wahyu 2:10.

[10c] Hendaklah engkau setia sampai mati, maka Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Wahyu 17:14.

[14c] Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

.

9.3.5  Sikap diri yang benar # 5

JIBAKU

  • Berjibakulah dalam kepasrahan ketika melakukan setiap perintah firman Allah!
  • Artinya tidak pernah menyerah, bahkan songsonglah gelombangnya
  • Sekalipun ada ancaman kematian
  • Karena janji Allah dijamin pasti sukses oleh Roh Kudus

Referensi

Matius 16:18.

[18] Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Yohanes 15:13.

[13] Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawa-nya untuk sahabat-sahabatnya.

  • Kesimpulan: ‘Batu karang’ adalah kiasan dan lambang keteguhan iman yang tak tergoyahkan dari seorang yang berjibaku, bahkan rela memberikan nyawanya untuk membuktikan kasihnya kepada Allah.

.

9.4  Teladan

Menjadikan diri kita teladan

bagi orang percaya

Jadilah Teladan

Jadikanlah dirimu sebagai teladan, bagi orang-orang percaya, di dalam hal:

  • Kepasrahan
  • Bersyukur
  • Bersabar
  • Setia dan taat
  • Berjibaku

Referensi

1 Timotius 4:12.

[12] Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

  • Artinya: lima unsur sikap beriman itu harus terpancar dari dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
  • Dengan kata lain dalam keteladananmu itu, orang dapat merasakan kuatnya unsur-unsur: pasrah, syukur, sabar, setia & taat, jibaku!

.

9.5  Senjata Rahasia

Untuk mematikan K-Daging

dan menghidupkan K-Roh

Senjata Pamungkas

Tumbak bermata lima, adalah ‘senjata rahasia’ yang sangat ampuh melawan si Iblis, (mematikan k-daging & dunia) yakni:

  • Kepasrahan
  • Bersyukur
  • Bersabar
  • Setia dan taat
  • Berjibaku

Referensi

  • Senjata rahasia tumbak bermata lima itu, memiliki berat yang tidak mungkin dipikul oleh para insan terpanggil. (Kata Yesus: Sekarang kamu belum dapat menanggungnya, Yoh 16:12).
  • Melainkan hanya oleh para insan terpilih!

Yohanes 16:12.

[12] Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

.

9.6  Perbuatan Iman

Pikir dan kata dan aksi

Perbuatan-perbuatan Iman

Tiap-tiap perbuatan iman haruslah berisi lima buah unsur sikap beriman, yaitu:

  • Kepasrahan
  • Bersyukur
  • Bersabar
  • Setia dan taat
  • Berjibaku

Contoh kasus

Perjamuan Kudus

Perjamuan Kudus (Luk 22:19-20).

Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu.

  • Tubuh-Ku’ adalah representasi dari pokok-pokok kehidupan Yesus, yaitu kasus kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya. Inilah jejak perjalanan tubuh Yesus yang membentuk Jalan Salib.

Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

  • ‘Perjanjian baru oleh darah-Ku’, artinya diri Yesus adalah tabir yang terkuak oleh darah-Nya, sehingga terbuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita (Ibr 10:20), yang disebut perjanjian baru (Ibr 9:15).

Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.

  • Perbuatlah ini’, artinya lakukanlah atas tubuhmu hal yang sama seperti yang Yesus perbuat atas tubuh-Nya sendiri. (1 Ptr 2:21).

  • ‘Menjadi peringatan akan Aku’, artinya ketika kita melakukan perjamuan kudus, maka ada peringatan Yesus bagi kita, yakni apakah kita sudah atau malah belum menyerahkan tubuh dosa kita dengan cara berjalan di Jalan Salib alias Jalan Keselamatan yang telah dibangun oleh Yesus sendiri bagi kita guna menghadap hadirat Bapa di sorga (Yoh 14:6b).

Inilah perbedaannya, dengan dasar perintah firman Allah pada Yak 1:22; 2:17; 2:22:

  • Iman tanpa perbuatan: Setiap kali mengikuti perjamuan kudus, kita hanya sampai pada sebatas memperingati secara seremonial saja peristiwa kematian Yesus; keadaan begitu namanya ‘berhenti di tengah jalan’ (Yak 2:17). Inilah kehendak Iblis!

  • Iman dengan perbuatan: Setiap kali mengikuti perjamuan kudus, kita pakai untuk review & evaluasi sudah sampai di manakah aktivitas perbuatan iman kita di sepanjang Jalan Salib itu. Apakah tubuh dosa alias manusia lama kita sudah mati, (Ef 4:22) dan kita telah mengenakan manusia baru? Ef 4:24. Inilah kehendak Roh!

Referensi

Yohanes 14:6.

[6a] Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

[6b] Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

2 Korintus 3:6. (lih Ibr 9:15).

[6] Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan tetapi Roh menghidupkan.

Efesus 4:22, 24. (lih Ibr 9:15).

[22] yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupanmu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ibrani 9:15.

[15a] Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan,

[15b] sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

  • Cara bacanya bagi kita sendiri: Manusia lamaku telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (hukum yang tertulis); supaya manusia baruku dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sesuai dengan perjanjian yang baru dan yang hidup itu (hukum yang ditulis oleh Roh dalam hati insan).

  • Itulah arti dari pada firman Allah, yang disampaikan oleh Roh: Hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan (2 Kor 3:6).

  • Jadi perjamuan kudus, adalah momentum untuk review dan evaluasi alias introspeksi diri, apakah manusia lamaku masih hidup atau sudah mati (mengikuti teladan jejak Yesus di Jumat Agung); apakah aku sudah jadi manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef 4:22, 24).

Ibrani 10:20.

[20] karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,.

Yakobus 1:22.

[22a] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja;

[22b] sebab jika tidak demikian kamu menipu dirimu sendiri.

Yakobus 2:17, 22.

[17] Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

1 Petrus 2:21.

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

.

9.7  Sharing yang Benar

Untuk mencari dan mendapatkan kebenaran yang sejati

Apa yang kamu cari?

  • Mengerti Kitab Suci maupun mengerti kuasa Allah dengan benar. (Mat 22:29).
  • Kata Yesus: Apabila Roh Kebenaran itu datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. (Yoh 16:13a).
  • Kesimpulan: Berilah dirimu dipimpin oleh Roh Kudus!

Jika kita tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah, kata Yesus: Kamu sesat! Mat 22:29.

Inilah wujud kesesatan itu:

  • Mereka sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar, sehingga mereka mendirikan kebenaran mereka sendiri. (Rm 10:2-3).
  • Mereka menafsirkan nubuat-nubuat dalam Kitab Suci menurut kehendak sendiri, dan sungguh bukan atas dorongan Roh Kudus. (2 Ptr 1:20-21).

Kesimpulan:

  • Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! (Yer 17:5; 2 Ptr 2:14b-15).

Referensi

Yeremia 17:5.

[5] Beginilah firman Tuhan: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!

Matius 7:21-23.

[21] Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga.

[22] Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

[23] Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!

Matius 9:9.

[9a] Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: Ikutlah Aku.

[9b] Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Matius 12:28.

[28] Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

  • Eksekutor dari pada ‘kuasa Allah’ adalah Roh Allah, ialah Roh Kudus. (Luk 11:20).

Matius 15:24.

[24] Jawab Yesus: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

  • Siapakah domba-domba yang hilang itu? Mereka adalah umat Israel alias umat Kristiani di seluruh muka bumi, yaitu orang-orang terpanggil yang masih sesat di jalan!

  • Mengapa mereka sesat? Karena mereka tidak mengerti akan dua hal pokok dari iman kepercayaan mereka yakni pertama: tidak mengerti Kitab Suci dan kedua: tidak mengerti kuasa Allah (Mat 22:29).

  • Tidak mengerti Kitab Suci alias paradigma asli firman Allah namun memiliki intellectual power bahkan dengan kualitas summa cum laude alias akal sehat insani alias logika, sehingga dengan mengandalkan kekuatan demikian itu (Yer 17:5) mereka meninggikan dirinya dan mau menyatakan diri sebagai Allah (2 Tes 2:4) dengan cara mendirikan kebenarannya sendiri (Rm 10:2-3) alias menafsirkan perintah firman Allah menurut kehendak hatinya sendiri (2 Ptr 1:20) padahal sudah diperingatkan bahwa kita hanya bisa mengerti firman Allah atas dorongan Roh Kudus (2 Ptr 1:21) sebab hanya Roh Kudus yang dapat memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran firman Allah bahkan memberitakan akan hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13).

  • Tidak mengerti kuasa Allah, yakni apa, siapa dan bagaimanakah kuasa Allah itu? Padahal justru Kerajaan Allah itu bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa (1 Kor 4:20). Oleh sebab itulah kata Yesus: ‘Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu’ (Luk 11:20).

  • Hati-hatilah dan berjaga-jagalah, jangan sampai kita malah diusir oleh Yesus, kata-Nya: Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Padahal kita selalu berseru kepada Yesus: Tuhan, Tuhan, kita bernubuat demi nama Yesus, mengusir se-tan demi nama Yesus, mengadakan banyak mujizat demi nama Yesus. (Mat 7:21-23).

  • Itu semua terjadi karena dorongan legitimasi status supaya dihormati sebagai orang Kristen, sebagai pejabat gereja, sebagai sarjana teologia, sebagai pengajar, sebagai penginjil, sebagai evangelis yang dapat berdoa dengan roh, mengusir setan dan menyembuhkan berbagai penyakit dan kelemahan, sebagai gembala sidang, sebagai pemimpin lembaga gerejawi tingkat local, regional, nasional, dan internasional, dan seterusnya.

Matius 22:29.

[29] Yesus menjawab mereka: Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

  • Kata Yesus: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Mat 15:24). Kategori domba yang hilang karena sesat itu, adalah mereka yang sudah menjadi orang terpanggil, namun ‘tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah’. Ukuran ‘telah mengerti’ itu adalah apakah kita sudah jadi pelaku firman yang benar, yang melakukan perbuatan-perbuatan iman dengan benar, yakni segala kehendak Allah. Kita hanya bisa membedakan manakah kehendak Allah itu, jika kita sudah me-lakukan pembaharuan budi (Rm 12:2b-c); dan teknik pembaharuan budi, yakni transformasi dari manusia lama menjadi manusia baru, adalah Jalan Salib! Sudahkah? Jika belum, kata Yesus: Ikutlah Aku, sekarang juga! (Mat 9:9).

Yohanes 16:13.

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Roma 10:2-3.

[2] Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

[3] Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Roma 12:2.

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

1 Korintus 4:20.

[20] Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa.

2 Petrus 1:20-21.

[20] Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

[21a] sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia,

2 Petrus 2:14-15.

[14b] Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!

[15] Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-per-buatan yang jahat.

.

9.8  Dasar dari Seluruh Pengertian Alkitab

Kata Roh Kudus: (Rm 11:36).

  • Segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah, dan kepada Allah.
  • Bagi Allahlah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Referensi

Roma 11:36.

[36] Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

.

9.8.1    Kedaulatan Allah adalah absolut dan mutlak!

Kata Roh Kudus: (Rm 11:33-35).

  • Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?
  • Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?

Referensi

Roma 11:33-35.

[33] O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

[34] Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?

[35] Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

.

9.8.2  Operasionalnya: Rancangan Allah dan Jalan Allah (the Plan & the Way).

Inipun absolut dan mutlak! Rahasia Allah!

Yesaya 55:8-9, 11.

[8] Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.

[9] Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

[11] demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

  • Akal pikiran manusia maximal hanya mampu berfungsi untuk menerima pengertian-pengertian tentang rahasia rancangan kehendak Allah, jika ia telah dikaruniai (Mat 13:11) dan karena itu diberitahu oleh Roh Kudus (Yoh 16:13b).

  • Jika insan sudah diberitahu oleh Roh Kudus, maka langkah kedua adalah ia boleh gunakan alat bantu utama yang diberi Tuhan, ialah ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk melaksanakan perintah Roh Kudus itu.

  • Hanya Iblis yang katakan bahwa akal pikiran insan pasti mampu mengerti Kitab Suci dan kuasa Allah, tanpa dikaruniai dan tanpa Roh Kudus.

Referensi

Matius 13:10-11.

[10] Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?

[11] Jawab Yesus: Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Yohanes 12:49.

[49] Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Yohanes 16:13. (lih juga Yoh 12:49).

[13b] sebab Ia (Roh Kudus) tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya.

.

9.9  Solusi yang Tepat dan Benar

  • Yang paling strategis adalah merubah diri kita (Jawa Hindu: tiwikrama) dari manusia lama menjadi manusia baru (Ef 4:22-24), yakni pelaku firman yang andal! (Yak 1:22; 2:22).

Operasionalnya:

  • Kata Roh Kudus: Tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri
  • dan bukan melihat keadaan orang lain.
  • Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri (Gal 6:4-5).

Kesimpulan:

  • Pembalasan dan penghakiman, adalah hak mutlak Allah!

Referensi

Galatia 6:4-5.

[4] Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri, maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

[5] Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

  • Inilah inti pokok paling strategis dari posisi kita terhadap Allah dan manusia, yakni bahwa urusan iman dan urusan keselamatan jiwa tiap-tiap orang percaya adalah urusan antara Allah dan hamba-Nya, dan karena itu menjadi tanggungjawab kita sendiri pada masing-masingnya.

  • Tugas para pemimpin umat adalah ‘berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya’ (Ibr 13:17a). Artinya sebagai manusia baru (Ef 4:23-24), yang disebut orang benar, maka mereka wajib menjadi pembimbing rohani bagi warga gereja supaya tetap berjalan ‘in the right track’ di Jalan Salib untuk mencapai tujuan imanmu yang sempurna yaitu keselamatan jiwamu (1 Ptr 1:9). Dan itulah syarat tunggal yang wajib dipenuhi supaya kita layak hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi sepanjang waktu sisa umur yang dikenan-Nya.

  • Itulah pula sebabnya kata Yesus: ‘Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu’. (Mat 19:30).

Efesus 4:22-24.

[22] yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupanmu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

[23] supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ibrani 13:17.

[17a] Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggungjawab atasnya.

Yakobus 1:22.

[22a] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja;

[22b] sebab jika tidak demikian kamu menipu dirimu sendiri.

Yakobus 2:22.

[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

1 Petrus 1:9.

[9] karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

.

9.9.1    Jadilah Pelaku Firman dengan Iman Sempurna

Yakobus 2:17, 22.

[17] Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

  • Iblis ingin iman kita mati, dengan mendorong kita untuk mendirikan kebenaran yang berasal dari diri kita sendiri! Rm 10:2-3; 2 Ptr 1:20. dan untuk hormat dan kemuliaan diri sendiri pula (Yoh 7:18a).

[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

  • Seluruh proses kerjasama iman dengan perbuatan-perbuatan kita itu hanya terjadi di Jalan Salib saja, oleh sebab itu di ujung Jalan Salib iman kita menjadi sempurna.

Referensi

Yohanes 7:18.

[18a] Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri,.

Roma 10:2-3.

[2] Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

[3] Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

2 Petrus 1:20-21.

[20] Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

[21a] sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia,

.

9.9.2    Jangan Cari Hormat bagi Diri Sendiri

Yohanes 7:18.

[18a] Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri,

[18b] tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

  • Artinya: awasilah dirimu dan ajaranmu, supaya baik kamu maupun pendengarmu itu selamat! 1 Tim 4:16.

.

9.9.3  Awasilah Dirimu dan Awasi Ajaranmu

1 Timotius 4:16.

[16a] Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.

[16b] Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

  • Artinya: bertekunlah dalam mencari hormat bagi Dia yang mengutusmu, agar engkau benar dihadapan Allah dan manusia!

.

9.9.4    Jangan Tambahi atau Kurangi Substansi Firman Allah

Ulangan 4:2. (lih juga Ul 12:32; Why 22:18-19).

[2] Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

Ulangan 12:32.

[32] Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

  • Maka kenalilah kehendak Allah (Mat 5:37a), sebab selain itu adalah Iblis! (ayat 37b).

Matius 5:37.

[37a] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

[37b] Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Wahyu 22:18-19.

[18] Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.

[19] Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.

  • Kesimpulan: Tambah atau kurang itu saja sama sekali tidak boleh, apalagi menafsir menurut kehendak kita sendiri (bukan dari Roh Kudus).

Pendahuluan – Buku Pertama Tetralogi Jalan Salib

.

Pendahuluan

Jalan Salib

Kata Yesus: Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup


0.1 Jalan Salib - Menurut Perjanjian Lama (PL)

0.1.1 Jalan Salib: Cerita tentang Henokh

Kejadian 5:22, 24.

[22] Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

[24] Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (lih Ibr 11:5; Yud 14).

‘Hidup bergaul dengan Allah, selama tiga ratus tahun lagi’, dalam bahasa PB adalah ‘hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi’ selama ‘waktu yang sisa’ (1 Ptr 4:2), dan dipimpin oleh Roh Kudus setiap saat sebab imannya sempurna (Ibr 11:6a) dan karena itu Allah berkenan kepadanya (lih Rm 8:14). Itulah kesaksian Roh bagi kita masa kini.

Referensi

Amos 5:6.

[6a] Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup,.

Matius 3:17.

[17] lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.

♦ ‘Suara dari sorga’ itulah yang ditunggu-tunggu oleh setiap insan terpilih yang sedang berjalan di Jalan Salib. Sebab inilah syarat yang harus dipenuhi yang menandakan bahwa perjalanan rohani kita telah sampai ke ujungnya, di mana dinyatakan bahwa Bapa berkenan kepada kita, sebagaimana Bapa berkenan kepada Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, yang bergaul dengan Allah sepanjang 300 tahun di zaman awal-awal PL (Ibr 11:5b).

Lukas 17:21.

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah itu ada di antara kamu.

Yohanes 16:13.

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang di-dengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[13c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Roma 12 :2.

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Efesus 5:17. (lih juga Rm 12:2b-2c).

[17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Ibrani 11:5-6.

[5a] Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya.

[5b] Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. (lih juga jejak Yesus pada Mat 3:17).

[6a] Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

♦ Allah hanya berkenan kepada insan yang telah mencapai iman sempurna, yang disebut manusia baru (Ef 4:24) dan satu-satunya cara untuk itu adalah melalui Jalan Salib.

[6b] Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (lih juga Am 5:6a).

1 Petrus 4:1-2.

[1] Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, – karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa -, (lih 1 Yoh 3:6a).

[2] supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

♦ Dalam ‘waktu yang sisa’ kita ‘berhenti berbuat dosa’ lagi, setelah Kristus menyatakan diri-Nya (1 Yoh 3:2b) dan dosa tuntas dihapus (1 Yoh 3:5); artinya manusia baru (Ef 4:24) yang hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b) di waktu-sisa yang diperkenankan Allah itu.

♦ ‘Menurut kehendak Allah’, artinya kita harus tahu manakah kehendak Allah; untuk itu kita diingatkan supaya janganlah kita berlaku bodoh! (Ef 5:17).

♦ Sering kali kita mendengar orang mengatakan: sebagai manusia, mana mungkin kita tahu apa kehendak Tuhan pada diri kita pada hari ini, besok ataupun masa depan; sesungguhnya perkataan itu justru membodohi diri sendiri, sebab kata Yesus: Roh Kebenaran, ialah Roh Kudus akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran dan akan memberitakan hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13a, 13c).

1 Yohanes 3:2, 5-6.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;

Yudas 14-16.

[14] Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,

[15] hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.

[16] Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menurut hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

0.1.2  Jalan Salib: Cerita tentang Nuh

Kejadian 6:9-22.

[9] Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

♦ Syarat menjadi orang benar adalah hidup bergaul dengan Allah.

♦ Hidup bergaul dengan Allah, artinya selalu menyalibkan K-Daging, dan menghidupkan K-Roh, setiap saat selalu berkomunikasi dua-arah dengan Allah, sehingga dia tahu manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Kej 6:14-16; Rm 12:2b; Ef 5:17).

♦ Jadi dihadapan Allah dia tidak sama dengan dunia (Rm 12:2a), tapi telah keluar dari dunia, lalu diutus ke dalam dunia (Kej 6:8, 18; Yoh 17:18; Ibr 11:7).

Referensi

Kejadian 6:12.

[12] Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. (lih ayat 5-6).

♦ Nuh adalah orang benar, yang hidup tidak bercela dan bergaul dengan Allah, maka sesungguhnya dia telah hidup dalam Kerajaan Allah di bumi (dikiaskan lengkap pada Yes 11:6-9), di antara insan manusia sezamannya yang hidupnya rusak. (Kej 6:5; Luk 17:21b). Itulah kesaksian Roh bagi Nuh, untuk kita masa kini.

♦ Jadi Nuh telah ‘melakukan transformasi’ diri dari manusia lama, berubah menjadi manusia baru (Ef 4:22-24). Bedanya setinggi langit dari bumi.

♦ Dengan kata lain, dia telah meliwati ‘dapur kesengsaraan’ (Yes 48:10) alias Jalan Kudus (Yes 35:8-10) alias ‘Jalan Salib’ (Yoh 14:6).

♦ Salibnya Nuh (1 Ptr 3:17): puncaknya derita Nuh, si petani, adalah ia bersusah payah membangun bahtera besar, di tempat yang bukan pantai laut, karena iman (Ibr 11:7).

Kejadian 6:13.

[13] Berfirmanlah Allah kepada Nuh: Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

♦ Kita juga harus berani berkata demikian: Aku telah memutuskan untuk mengakhiri segala tingkah langkah hidupku yang penuh dengan kekerasan oleh nafsuku yang menyesatkan, jadi aku akan memusnahkannya bersama-sama dengan tubuh dosaku.

♦ Itulah arti asli ayat (13) bagi kita yang hidup di zaman akhir masa kini nan modern.

Kejadian 6:14.

[14] Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir;

♦ Dan bagi kita Allah memberikan solusinya, yakni buatlah bagimu sebuah bahtera!

♦ Intinya: Allah yang bekerja membuat bahtera, dengan menggunakan Nuh sebagai alat-Nya. (Yoh 14:10b).

♦ Nyatanya: Allah menugaskan Yesus membangun Jalan Salib bagi barangsiapa yang percaya (Yoh 17:4), dan kita dituntun-Nya untuk masuk dan berjalan di situ supaya selamat. (Yes 48:17; 2 Kor 5:5).

♦ ‘Sebuah bahtera’, adalah kiasan untuk Jalan Tuhan, Jalan Kudus, Jalan Kebenaran, Jalan Keselamatan, Jalan Sempit alias Jalan Salib.

♦ Diluar itu adalah lautan dan gelombang dunia yang jahat di mata Tuhan, yang disebut jalan Iblis (Mat 5:37b).

Kejadian 6:5-6, 8, 14-16, 17-18.

[5] Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

[6] maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

[8] Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

[14] Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.

♦ Ayat (14-17) menunjukkan bahwa perintah Allah itu tidak hanya bersifat strategis tetapi juga teliti sampai urusan teknis operasional, bahkan hal-hal yang akan datang.

♦ Inilah yang sering kita keliru, dengan menganggap tidak mungkin Allah mengurusi hal-hal teknis yang kecil-kecil, padahal jika kita telah dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita hidup hanya berdasarkan segala perintah apapun termasuk yang bersifat sangat pribadi sekalipun diberikan, seperti disuruh mandi, disuruh gosok gigi, mau pakai baju apa hari ini, kapan rambut kita dicukur, apakah boleh pergi ke situ, disuruh ambil uang itu di sana, berikan seribu rupiah kepada pengemis itu, dan seterusnya.

[15] Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.

[16] Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

[17] Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.

♦ Inilah bukti bahwa Tuhan bukan saja memberitakan kehendak-Nya tentang hal-hal yang akan datang, tetapi juga mempersiapkan kita untuk menghadapi situasi itu.

♦ Namun jangan salah, sebab sesungguhnya perintah Roh Kudus itu selalu mengandung test dan ujian bagi kita sendiri apakah kita mampu bersabar, dan selalu bersyukur, pasrah, serta berjibaku dalam kesetiaan dan ketaatan pada perintah firman! Di dalam sharing dengan sesama insan terpilih maka berbagai contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari akan dapat kita mengerti dan rasakan kebenaran ujian kemurnian iman itu.

[18] Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

Yesaya 11:6-9.

[6] Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.

[7] Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.

[8] Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.

[9] Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. (lih juga Ibr 8:11).

♦ Demikian itulah kiasan posisi akhir keadaan insan dalam Kerajaan Allah di bumi, ‘sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan!’

Yesaya 35:8-10.

[8a] Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus;

[8b] orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya,

[8c] dan orang-orang pandir tidak akan mengembara diatasnya.

♦ ‘Orang yang tidak tahir’, artinya yang tidak suci kudus, yang belum tanggalkan tubuh dosa, yang belum milik Kristus; ‘orang pandir’ adalah orang yang bebal, yang keras kepala, yang munafik, yang kafir.

[9a] Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana;

♦ ‘Singa’ dan ‘binatang buas’ adalah kiasan untuk Iblis dan para malaikatnya.

[9b] orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,

♦ ‘Orang yang diselamatkan’ adalah orang terpilih yang berjalan di Jalan Salib.

[10a] dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka;

[10b] kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

♦ ‘Orang yang dibebaskan Tuhan’, kata Roh adalah jiwa dan roh insan yang sudah masuk neraka; lih Ibr 11:40b, tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan; dengan kata lain tanpa manusia baru yang beriman sempurna, mereka tidak akan dibebaskan Tuhan dari neraka, untuk pulang dan masuk ke Sion alias sorga.

Yesaya 48:10, 17.

[10] Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.

[17] Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

Matius 5:37.

[37a] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

[37b] Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

♦ Sesungguhnya, firman ini menunjukkan dengan jelas dan tegas, bahwa di dunia ini hanya ada dua alternatip kepercayaan bagi kita, yakni percaya dan menyembah kepada Allah, atau percaya dan menyembah kepada Iblis.

♦ Hendaklah kita mengetahuinya, bahkan sesungguhnya sudah tahu bahwa manusia, malaikat Tuhan dan Iblis, ketiganya di cipta oleh Allah Bapa Yang Mahakuasa. Jadi sekarang silahkan tetapkan pilihanmu, menyembah kepada Penciptamu, atau menyembah kepada sesama ciptaan Allah!

♦ Kepada malaikat Tuhan saja, yang kekuasaannya sama dengan si Iblis, kita telah dilarang keras menyembahnya (Why 22:9), apalagi kepada si Iblis, yang adalah musuh abadi dan pembunuh manusia sejak semula, (Yoh 8:44).

Yohanes 14:6, 10.

[6a] Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

[6b] Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

[10b] Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yohanes 17:18, 21.

[18] Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;

[21a] supaya mereka semua menjadi satu,

[21b] sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Roma 12:2.

[2a] Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia,

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, (lih Ef 4:23).

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Efesus 4:23.

[23] supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,.

Efesus 5:17. (lih juga Rm 12:2b-2c).

[17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Ibrani 11:7. (lih 1 Ptr 3:17)

[7] Karena iman, maka Nuh – dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan – dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

1 Petrus 3:17.

[17] Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

.

0.1.3  Jalan Salib : Cerita tentang Abraham

Kejadian 12: 1, 4.

[1] Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.

[4a] Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia;

‘Seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya’, artinya inilah keadaan hidup beriman yang disebut: ‘Bergaul dengan Allah’ (lih Kej 15:5-6; 17:10; 18:10, 32; Ibr 11:8-19). Sadarlah!

Referensi

Kejadian 15:5-6.

[5a] Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.

[5b] Maka firman-Nya kepadanya: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.

[6] Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Kejadian 17:10.

[10] Inilah perjanjian-Ku, yang harus engkau pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kejadian 18:10, 32.

[10a] Dan firman-Nya: Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.

[32a] Katanya: Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?

[32b] Firman-Nya: Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.

Kejadian 22:13.

[13] Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Ibrani 11:8-19.

[17] Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

[18] walaupun kepadanya telah dikatakan: Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu. (lih Kej 15:5b).

[19a] Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati.

[19b] Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali. (lih juga Kej 22:13).

♦ Inilah salib terberat bagi Abraham yang bersedia dipikulnya, yaitu mempersembahkan Ishak, anaknya, dengan dasar kepercayaan penuh bahwa Allah berkuasa mem-bangkitkannya kemudian. Intinya: sangkal diri dan iman teguh, wujudnya kasih dari Allah (1 Kor 13:7). Jika pilih Tuhan, kamu pasti dapat dua asset: sorga dan dunia!

♦ Sesudah Yakub, anak Ishak, dan kemudian Yusuf, anak Yakub mati di tanah Mesir, nyatanya orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang banyaknya, dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka (Kel 1:7).

♦ Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: Tak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Kej 50:24).

♦ Dan firman Tuhan (kepada Musa): ‘Aku telah memperhatikan dengan sungguh ke-sengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir’ (Kel 3:7-8, 10).

♦ Sesungguhnya seluruh peristiwa perjalanan orang Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir (Firaun sebagai kiasan si Iblis yang memperbudak insan di bumi), sampai dengan masuknya mereka ke tanah perjanjian (sebagai kiasan sorga), adalah kisah duniawi yang bermakna sorgawi yang terjadi ketika Tuhan melepaskan umat-Nya dari cengkraman si Iblis dengan jalan menguji untuk memurnikan umat Israel di dalam dapur kesengsaraan (Yes 48:10) alias Jalan Tuhan, Jalan Keselamatan, Jalan Kudus, Jalan Salib, yakni jalan yang harus kautempuh (Yes 48:17), supaya dapat layak datang kepada Bapa di sorga (Yoh 14:6b).


0.1.4  Jalan Salib: Cerita tentang Lot

Kejadian 19:16-17.

[16a] Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab Tuhan hendak mengasihani dia; (bdk Kej 6:8; lih Yoh 15:16a; Rm 9:18).

♦ ‘Ia berlambat-lambat’, artinya percaya namun masih bimbang dan ragu (Yer 31:22a); maka tangan mereka dipegang lalu dituntun (lih Yoh 6:44); sebab Tuhan mengasihani (Rm 9:18a) dan memberi kasih karunia-Nya (Yoh 6:65).

♦ Intinya, Lot tidak mau menjadi sama dengan dunia (Rm 12:2a; 2 Ptr 2:7-8).

♦ Salibnya Lot: jiwanya yang benar itu tersiksa; puncaknya adalah ketika ia menawarkan dua orang putrinya sebagai pengganti dua orang malaikat yang tidak dikenalnya itu (Kej 19:8; 1 Ptr 2:19). Jika pilih ikut Tuhan, kamu pasti dapat dua asset: sorga dan dunia!

Referensi

Kejadian 19:8, 16.

[8a] Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu;

[8b] perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik;

[8c] hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku. (1 Ptr 2:19; 1 Ptr 3:17).

[16b] lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. (lih Yes 48:17).

♦ ‘Menuntun ke luar kota’, artinya kita dituntun ketika harus keluar dari dunia yang begitu ribut, karena tidak bisa keluar sendiri walaupun kita mau begitu; lalu ketika sampai di luar kota kita harus berjalan sendiri. Tetapi Lot memohon supaya boleh lari ke kota kecil Zoar, karena tidak mampu naik ke pegunungan.

♦ Jalan ke luar kota sampai ke Zoar itulah yang disebut jalan Kudus, Jalan Tuhan, Jalan Keselamatan, Jalan Salib. (kasus duniawi yang sesungguhnya sorgawi adanya).

♦ Dan Roh Kudus adalah jaminan Allah bagi keberhasilan kita untuk meliwati Jalan Salib itu (2 Kor 5:5).

Kejadian 19:17.

[17] Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai keluar, berkatalah seorang: Larilah, selamatkan nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.

Inilah syarat untuk berjalan di Jalan Salib, yakni:

♦ Larilah, artinya jangan lenggang kangkung, sebab waktunya pendek.

♦ Janganlah menoleh ke belakang, (Kej 19:26).

♦ Janganlah berhenti di manapun juga di sepanjang Jalan Salib.

♦ Larilah ke pegunungan alias jalan yang sempit, berbatu dan terjal itu alias Jalan Salib (Mat 7:14).

Larilah, artinya jangan seolah-olah tanpa target, padahal nyatanya target tinggi (iman sempurna) dan waktunya pendek (sepanjang masih hidup di bumi ini).

♦ Jadi segala sesuatu harus dilakukan dengan efektif dan efisien.

♦ Caranya kita harus fokus pada diri sendiri (Gal 6:4-5), jangan melihat ke kiri atau ke kanan (Yos 1:7) alias melihat kemajuan atau kekurangan orang lain.

♦ Wujudnya: fokuslah dalam melakukan segala perintah firman Allah, yang intinya adalah aktivitas puasa & doa, dalam kehidupan kita sehari-hari (daily life), yaitu dalam ranah pribadi dan ranah publik.

Janganlah menoleh ke belakang, sebab aksi itu adalah tabir (Kej 19:26; Luk 9:62).

Yang ada di belakang kita sekarang ini, adalah jangan dinomor-satukan:

♦ Segala kekuasaan & kemuliaan duniawi.

♦ Segala pengetahuan iptek yang telah dikuasai.

♦ Segala pengetahuan teologia yang telah kita dengar dan kita baca, mulai dari ketika anak-anak, remaja, pemuda, sampai dewasa dan usia lanjut.

♦ Segala pengalaman rohani yang telah dialami sendiri.

♦ Sikap mengutamakan itu semua adalah asset milik manusia lama kita!

Janganlah berhenti di manapun juga sepanjang Jalan Salib, yang wujudnya:

♦ Ketika kita sudah puas hanya berdoa dengan akalbudi dan menolak berdoa dengan roh. Rahasia Allah!

♦ Ketika kita sudah puas hanya percaya karena mendengar dari orang lain, dan menolak untuk percaya mutlak karena melihat sendiri.

♦ Ketika kita menolak untuk menyalibkan daging dengan segala nafsu dan keinginan-nya.

♦ Ketika kita sudah puas dengan puasa jasmani, dan menolak dengan puasa rohani.

♦ Ketika kita puas dengan berpretensi seolah-olah sudah dipimpin oleh Roh Kudus.

♦ Ketika kita puas dengan kasih insani, dan menolak kasih Allah (Yoh 17:23b).

♦ Ketika kita puas dengan iman kita sekarang, dan menolak iman sempurna.

♦ Ketika kita puas dengan ikuti jejak teladan pekerjaan Yesus di bumi, dan menolak mengikuti alias melakukan pekerjaan Yesus yang paling besar dan final yakni pekerjaan berwujud perjalanan masuk ke sorga (Yoh 14:12), sementara kita masih hidup di dunia (intinya: kita belum mati tapi sudah pernah masuk sorga bahkan berkali-kali, sehingga kita sudah tahu persis jalan ke situ, jika Allah menghendakinya, Yoh 14:4).

Kejadian 6:8.

[8] Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

Kejadian 19:26.

[26] Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Keluaran 4:21.

[21b] Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.

Keluaran 33:19.

[19b] Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.

Yosua 1:7.

[7b] janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.

Mazmur 32:8.

[8a] Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh;

Yesaya 48:17. (lih Mzm 32:8a).

[17] Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun eng-kau di jalan yang harus kautempuh.

Yeremia 31:22.

[22] Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat?

[22b] Sebab Tuhan menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki.

Matius 7:14.

[14] karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatnya.

Lukas 9:62.

[62] Tetapi Yesus berkata: Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.

Yohanes 6:44, 65.

[44] Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

[65] Lalu Ia berkata: Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat  datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.

Yohanes 14:12.

[12a] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

[12b] Sebab Aku pergi kepada Bapa; (Rahasia Allah).

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yohanes 17:23.

[23b] agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Roma 9:18.

[18a] Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Kel 33:19).

[18b] dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. (Kel 4:21).

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Galatia 6:4-5.

[4] Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

[5] Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

1 Petrus 2:19. (lih 1 Ptr 3:17).

[19] Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

♦ Jangan keliru: inilah salib asli!

1 Petrus 3:17.

[17] Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

♦ Derita karena jahat adalah salib palsu!


0.1.5  Jalan Salib: Cerita tentang Ayub

Ayub 42:5.

[5a] Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau,

♦ Dengan hanya mendengar saja tentang Tuhan, Ayub berusaha taat dan setia melakukan perintah-perintah-Nya; dan Tuhan menyebut dia: hamba-Ku, yang saleh, jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Ayb 1:8).

♦ Namun Tuhan menghendaki lebih dari pada sekedar mendengar, yakni harus melihat; oleh sebab itu diizinkan-Nya Iblis mencobai dia (Ayb 2:6), apakah karena segala miliknya itu (isteri, anak dan kekayaan) maka Ayub setia, atau memang karena dirinya percaya sepenuh hati.

♦ Cepat atau lambat, sudah atau belum, kitapun akan mengalami hal yang intinya sama, walaupun kasus-kasusnya berbeda! Maka perhatikanlah baik-baik kasus Ayub ini!

♦ Penderitaan Ayub adalah kias dapur kesengsaraan (Yes 48:10) alias Jalan Salib (Yoh 14:6); di situ hatinya jadi suci kudus sehingga layak memandang Tuhan (Mat 5:8).

Ayub 42:5.

[5b] tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

♦ Puncak pertobatan dan pengakuan dari Ayub, adalah ketika ia merendahkan diri di hadapan Allah, dan di puncak penderitaannya Ayub berkata: Sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (bdk 1 Yoh 3:2b).

♦ Oleh sebab itu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

♦ Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. (Ayb 42:10, 16).

Kesimpulan:

♦ Allah menghendaki,

♦ bahwa kepercayaan kita itu bukan hanya sampai tingkat mendengar dari kata orang saja, melainkan harus sampai kita sendiri layak untuk melihat dan menyaksikan-Nya sendiri. Itulah keadaan iman yang dewasa sempurna.

♦ Demikianlah, maka mutlak kepercayaan kita!

Referensi

Ayub 1:8.

[8] Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis: Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tidak seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Ayub 2:6.

[6] Maka firman Tuhan kepada Iblis: Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.

Ayub 42:10, 16.

[10] Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

[16] Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan keempat.

Matius 5:8.

[8] Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

1 Yohanes 3:2.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

bersambung…

0.2  Jalan Salib - Menurut Perjanjian Baru (PB)

Yohanes 14:6.

[6a] Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

  • Akulah jalan’, artinya jejak-jejak kehidupan Yesus di bumi, adalah jalan raya yang telah terbukti kebenarannya (Yoh 17:17b), yang harus diikuti oleh tiap-tiap orang percaya, supaya hidup. (1 Ptr 2:21).
  • Jejak kehidupan Yesus itu mulai dari kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke sorga. Itulah teladan-Nya.
  • Jejak teladan total kehidupan Yesus itulah yang disebut Jalan Salib, Jalan Kasih! Rahasia Allah.

Yohanes 17:17.

[17b] firman-Mu adalah kebenaran.

1 Petrus 2:21.

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Yohanes 14:6.

[6b] Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jadi Jalan Salib adalah satu-satunya jalan untuk:

  • Dapat datang kepada Bapa di sorga. (Keadaan di ujung Jalan Salib).
  • Dapat hidup dalam Kerajaan Allah, baik di bumi maupun di sorga.
  • Mencapai iman sempurna.
  • Mendapatkan kasih Allah.
  • Menjadi murid Kristus. (disciple of Christ).

Jalan Salib adalah jalan yang memiliki langkah-langkah dan milestone yang sistimatis dan terukur, teruji, pasti dan tuntas! (PODC).

Oleh sebab itu Jalan Salib dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar (basic quests): what, who, where, when, why, dan how to, (1 Ptr 1:11) dari pada sekurang-kurangnya lima pokok utama perbuatan iman, yakni:

  • Dapat datang kepada Bapa di sorga (dan kembali lagi ke bumi).
  • Mendapatkan kasih Allah.
  • Mencapai iman sempurna (dan karena itu memperoleh keselamatan jiwa).
  • Menjadi murid Kristus (disciple of Christ).
  • Dapat hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah, baik di bumi maupun di sorga.

Matius 11:29-30.

[29] Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

[30] Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

1 Petrus 1:11.

[10] Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.

[11] Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. (bdk Mat 11:29-30).

.

0.2.1  Teladan Yesus: Jalan Salib

Yohanes 13:15.

[15] sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (lih juga 1 Ptr 2:21; Yoh 14:12, 15).

  • Seluruh kehidupan Yesus adalah teladan yang telah diberikan-Nya kepada kita, supaya kita juga berbuat hal yang sama seperti yang telah Yesus perbuat terhadap diri-Nya untuk kepentingan kita, supaya kita menjadi sama seperti keadaan Yesus (Luk 6:40) ketika sudah berada dalam Kerajaan Allah di bumi. Jika kita benar mengasihi Yesus (Yoh 14:15) karena kita mengasihi Allah (Mat 22:37), perbuatlah begitu!
  • Itulah akar dan dasar bagi kita untuk berbuat hal yang sama seperti kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke sorga;
  • Keseluruhan jejak teladan-Nya itulah yang disebut Jalan Salib, Jalan Kudus, Jalan Kebenaran, Jalan Keselamatan, Jalan Kasih.
  • Dan Yesus memberi perumpamaan tentang bagaimana keadaan di dalam dan di akhir Jalan Salib itu, kata-Nya: Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan (Mat 11:29-30). Keadaannya akan sama persis seperti ‘seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia (Yoh 16:21).’
  • Natal alias kelahiran Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sejak semula sungguh Yesus pasrah kepada kehendak kedua orangtua-Nya yang dipimpin oleh Bapa-Nya di sorga (Mat 2:13; Luk 2:6); dan bagi kita orang-orang percaya, ke-tika kita telah bertobat dan menjadi seperti anak kecil (Mat 18:3, 19:14; 1 Kor 13:7), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita awalnya alias sejak semula adalah orang-orang yang pasrah kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.
  • Jumat agung alias kematian Yesus di kayu salib adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus setia, taat dan pasrah kepada kehendak Bapa-Nya (Mat 26:42); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya sampai mati (Gal 5:24), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah orang-orang yang se-tia, taat dan berjibaku dalam kepasrahan kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.
  • Paskah alias kebangkitan Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus adalah Anak Allah (Luk 1:35); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita dipimpin oleh Roh Kudus maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah anak-anak Allah (Rm 8:14,16).
  • Ketika kita mengikuti teladan alias melakukan pekerjaan Yesus yang paling besar dan final yakni pekerjaan berwujud perjalanan masuk ke sorga (Yoh 14:12), sementara kita masih hidup di dunia atau dengan kata lain kita belum mati tapi sudah pernah masuk sorga bahkan berkali-kali, sehingga kita sudah tahu persis jalan ke situ, jika Allah menghendakinya, maka sesungguhnya di sini kita telah memiliki dua intangible asset, yakni pertama kita sudah pernah masuk dalam Kerajaan Allah di sorga selagi masih hidup di bumi, dan kedua bahwa sekarang juga posisi kita sudah berada dalam Kerajaan Allah di bumi; kedua hal ini terjadi jika kita sudah berjalan meliwati Jalan Salib itu; jadi rancangan Allah terbesar adalah ketika kita menyembah Dia dalam Kerajaan Allah di bumi.
  • Kenaikan Yesus ke sorga inilah rahasia Allah yang tak ternilai harganya bagi kita semua.

Referensi

Mazmur 32:9.

[9] Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang; kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

Yesaya 53:7.

[7] Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Yeremia 6:16.

[16a] Beginilah firman Tuhan: Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan.

  • ‘Jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik’, artinya jalan yang baik dahulu kala itu adalah jalan yang dipilih dan ditempuh oleh Henokh, Elia, Nuh, Abraham, Lot, Ayub, ialah jalan raya yang ditunjukkan Tuhan kepada Yesaya (35) dan Yeremia (31), serta sesungguhnya sama dengan yang dinyatakan oleh Yesus, yaitu Jalan Salib, yang berlaku dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. (Ibr 13:8). Jangan sampai kamu menolak Jalan Tuhan, Jalan Kudus, Jalan Kebenaran alias Jalan Salib itu (ayat 16b), hanya karena belum tahu atau sudahkah punya jalan lain!

[16b] Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!

Matius 2:13.

[13] Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.

Matius 10:24-25.

[24] Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.

[25a] Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.

Matius 11:29-30.

[29] Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

[30] Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

Matius 18:3.

[3] lalu berkata: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 19:14.

[14] Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.

Matius 22:37.

[37] Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu (heart), dan dengan segenap jiwamu (soul) dan dengan segenap akalbudimu (mind).

Matius 26:42.

[42] Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!

Lukas 1:35.

[35] Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Lukas 2:6.

[6] Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Lukas 6:40. (Mat 10:24-25).

[40] Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Yohanes 14:12, 15.

[12a] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

[12b] Sebab Aku pergi kepada Bapa; (Rahasia Allah).

  • ‘Pergi kepada Bapa’, adalah fakta adanya suatu proses pekerjaan dalam wujud perjalanan keluar dari dunia lalu naik dan masuk ke dalam sorga; perjalanan masuk sorga itulah ‘pekerjaan yang lebih besar dari pada’ segala pekerjaan Yesus di bumi. Dan inilah jejak teladan Yesus yang membawa roh kita sampai kepada Bapa (Yoh 14:6b).
  • Jika kita ikut Yesus (Luk 14:27), maka semua pekerjaan Yesus di bumi dan di sorga, juga harus kita lakukan, dari awal sampai akhir, supaya ‘ke mana Yesus pergi, kita tahu jalan ke situ’ (Yoh 14:4). Maka kita wajib tahu itulah jalan tunggal bagi kita untuk pergi kepada Bapa di sorga dan kembali (Yoh 14:6b), yakni Jalan Salib, Jalan Kasih.
  • Peringatan! Jika sampai di sini ada rasa penolakkan, sebaiknya kita stop dulu, lalu silahkan berdoa mohon bimbingan dari Roh Kudus, pemimpin kita di Jalan Salib (Yoh 16:13). Mengapa begitu? Supaya kita jangan selalu hanyut dibawa arus ‘arogansi iman’ (Yer 6:16; Rm 10:2-3; 2 Ptr 1:20-21; 2 Ptr 2:1-3), dan karena itu kita rela menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang diberitakan kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai dan diteguhkan oleh Allah sendiri (Ibr 2:1-4).

[15] Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Kisah Para Rasul 8:32.

[32] Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulu-nya, demikianlah Ia tidak membuka mulutnya.

Roma 8:14, 16. (lih juga 1 Yoh 3:2a).

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

[16] Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Roma 10:2-3. (lih 2 Kor 11:13-15; 2 Ptr 2:1-3).

[2] Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

[3] Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

1 Korintus 13:7. (lih Mzm 32:9; Yes 53:7; Kis 8:32).

[7] Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

2 Korintus 11:13-15.

[13] Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.

[14] Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

[15a] Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran.

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Ibrani 2:1-4.

[1] Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

[2] Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,

[3] bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

[4] Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

Ibrani 13:8.

[8] Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

1 Petrus 2:21. (lih juga Yoh 14:12).

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2 Petrus 1:20-21.

[20] Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

[21] sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

2 Petrus 2:1-3.

[1a] Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.

[1b] Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

[2] Banyak orang yang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Keselamatan akan dihujat.

[3a] Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka.

[3b] Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

1 Yohanes 3:2.

[2a] Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak;

.

0.2.2  Teladan pada Kelahiran Yesus

Roma 12:1.

[1] Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

  • Artinya jadikanlah tubuhmu itu kudus dan berkenan kepada Allah.
  • Awalnya mulailah dengan berkeadaan sama seperti bayi yang baru lahir (1 Ptr 2:2) lalu anak kecil, baik lahiriah maupun batiniah, yakni semuanya serba suci dan kudus (Luk 1:35), pasrah alias lugu (Mat 19:14; Mrk 10:15). (ketika dewasa, bahasa yang dipakai: 1 Kor 13:7-8a).
  • Barangsiapa tidak sambut Kerajaan Allah, sama seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya (Luk 18:17).
  • Natal alias kelahiran Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sejak semula sungguh Yesus pasrah kepada kehendak kedua orangtua-Nya yang dipimpin oleh Bapa-Nya di sorga (Mat 2:13; Luk 2:6); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita telah bertobat dan menjadi sama seperti anak kecil (Mat 18:3, 19:14; 1 Kor 13:7-8a), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita awalnya alias sejak semula adalah orang-orang yang pasrah kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.

Kesimpulan:

  • Langkah pertama awal (yang harus selamanya): Sambutlah Kerajaan Allah alias perintah firman Allah sama seperti seorang anak kecil, yakni pasrah kepada orangtua,  yang wujudnya adalah kasih: 1 Kor 13:7.
  • Langkah awal berikutnya (yang harus selamanya): suci-kuduskan tubuh jasmanimu (yang harus dilanjutkan dengan jiwamu), yang wujudnya adalah menyalibkan tubuh jasmani yang telah berlumur dosa itu alias puasa jasmani (Mat 6:17-18), dalam bentuk puasa makan, minum, tidur dan sex.
  • Ketika kita telah sanggup melakukannya, ada derita pedih alias salib yang harus kita tanggung (1 Ptr 2:19-20).
  • Terimalah salib itu dengan panjang sabar (1 Kor 13:7d), dan yang paling penting: Janganlah diketahui oleh orang lain, melainkan hanya Bapamu yang di sorga!

Referensi

Matius 2:13.

[13] Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.

Matius 6:17-18.

[17] Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

[18a] supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Matius 18:3.

[3] lalu berkata: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 19:14.

[14] Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.

Markus 10:15. (lih Luk 18:17).

[15] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.

Lukas 1:35.

[35] Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Lukas 2:6.

[6] Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Lukas 18:17.

[17] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.

1 Korintus 13:7-8.

[7] Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

[8a] Kasih tidak berkesudahan;

1 Petrus 2:2-3, 19-20.

[2] Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

[3] jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

[19] Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. (ini salib asli).

[20a] Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? (ini salib palsu).

[20b] Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. (ini salib asli).

.

0.2.3  Teladan pada Kematian Yesus

Roma 12:2.

[2a] Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

  • Artinya: ukuran perubahan budimu itu haruslah sampai ke tingkat ‘dapat membedakan manakah kehendak Allah’ alias dapat mengetahui kehendak Allah. (lih Ef 5:17).
  • Dunia adalah kiasan untuk keinginan daging dengan segala hawa nafsunya, isinya perseteruan terhadap Allah (Rm 8:7) dan menjadi musuh Allah (Yak 4:4) dan yang ujungnya adalah maut (Rm 8:6).
  • Jadi supaya kita hidup sesuai firman Allah, maka dunia harus mati! (Gal 5:24).
  • Jumat Agung alias kematian Yesus di kayu salib adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus setia, taat dan pasrah kepada kehendak Bapa-Nya (Mat 26:42); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya sampai mati (Gal 5:24), maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah orang-orang yang setia, taat dan pasrah kepada kehendak Bapa di sorga, sesuai jejak teladan Yesus sendiri itu.

Summary:

  • Teladan Yesus mematikan dunia, wujudnya adalah dengan berkata-kata bukan dari diri-Nya sendiri, tetapi Bapalah yang memerintahkan Yesus untuk mengatakan apa yang harus dikatakan dan harus disampaikan (Yoh 12:49).
  • Bagi orang percaya, untuk mengikuti teladan Yesus itu, ia harus menyalibkan sampai mati dunia alias keinginan daging dengan segala hawa nafsunya, supaya ia layak dipimpin oleh Roh Kudus; wujudnya adalah tidak melakukan keinginannya sendiri, tetapi Roh Kuduslah yang memerintahkan dia untuk melakukan apa yang harus diperbuatnya.
  • Cara menyalibkan nafsunya adalah dengan puasa rohani alias jiwa!

Kesimpulan:

  • Langkah kedua awal (dan harus seterusnya begitu), adalah menyalibkan tubuh jasmani, khusus pancaindera lahiriah, sampai mati; wujudnya pancaindera kita sama sekali tidak memberikan respons lahiriah apapun kepada setiap sinyal duniawi yang memancar kepadanya, baik di siang hari ketika lakukan aktivitas ataupun di malam hari ketika kita sujud berdoa syafaat (Mat 6:6).
  • Ketika kita sanggup melakukannya, ada derita pedih alias salib yang harus kita tan-gung sepenuhnya (1 Ptr 2:19-20).
  • Ketika berhasil, maka diri kita layak mulai dipimpin oleh Roh Kudus tingkat sadar awal dan boleh mulai melakukan puasa rohani alias puasa jiwa.

Referensi

Matius 6:6.

[6a] Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

[6b] Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Matius 26:42.

[42] Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!

Yohanes 12:49.

[49] Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Roma 8:6, 7.

[6] Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

[7] Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 5:17.

[17] Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Yakobus 4:4.

[4] Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

1 Petrus 2:19-20.

(19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(20a) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

(20b) Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

.

0.2.4  Teladan pada Kebangkitan Yesus

1 Yohanes 3:2.

[2a] Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak;

  • ‘Sekarang kita adalah anak-anak Allah’, artinya kita sekarang dipimpin oleh Roh Kudus (Rm 8:14) dan Roh Kudus bersaksi bersama dengan roh kita (Yoh 1:13), bahwa kedua hal itu benar (Rm 8:16).
  • Momentum ‘sekarang’ itu, tandanya adalah ketika roh kita bangkit, menjadi merdeka alias dapat bebas keluar masuk tubuh jasmani kita yang sudah bersih oleh tiga langkah penyucian diri ini.
  • Kebangkitan roh kita itu adalah syarat mutlak, sebab roh kitalah yang melakukan perjalanan sampai ke sorga dan kembali!
  • Paskah alias kebangkitan Yesus adalah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh Yesus adalah Anak Allah (Luk 1:35); dan bagi kita orang-orang percaya, ketika kita sudah dipimpin oleh Roh Kudus maka itulah fakta yang membuktikan kebenaran bahwa sungguh kita adalah anak-anak Allah (Yoh 1:13; Rm 8:14,16).

Kesimpulan:

  • Pada langkah ketiga ini, ada dua hal yang kita tahu, yakni (a) bahwa roh kita telah bangkit dan kita mengenalnya (1 Kor 15:49), dan (b) bahwa roh kita siap lakukan perjalanan naik ke sorga, dipimpin oleh Roh Kudus sebagai jaminan Allah (2 Kor 5:5).
  • Puasa kita di sini, adalah puasa jiwa, khusus akal bagian akal-Cipta. Wujudnya: setiap signal duniawi yang masuk via pancaindera, tidak diproses oleh akal-Cipta melainkan langsung dibuang keluar.
  • Ketika kita sanggup membuangnya, maka benar ada derita pedih yang harus kita tanggung sepenuhnya (1 Ptr 2:19-20).
  • Pastinya ada yang lolos, tapi itu tugas langkah keempat.

Referensi

Lukas 1:35.

[35] Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Yohanes 1:13.

[13] orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

1 Korintus 15:49.

[49] Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

1 Petrus 2:19-20.

(19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(20a) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

(20b) Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

.

0.2.5 Teladan pada Kenaikan Yesus

1 Yohanes 3:2.

[2b] tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

  • Moments of truth ini menyaksikan, bahwa (a) Kristus menyatakan diri-Nya kepada kita di sorga, (b) kita menjadi sama seperti Dia, dan (c) kita melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
  • Inilah realisasi dari doa Yesus: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu,. (Yoh 17:23).
  • Ketika kita mengikuti teladan alias melakukan pekerjaan Yesus yang paling besar dan final yakni pekerjaan berwujud perjalanan masuk ke sorga (Yoh 14:12), sementara kita masih hidup di dunia alias belum mati tapi sudah pernah masuk sorga bahkan berkali-kali, sehingga kita sudah tahu persis jalan ke situ (Yoh 14:4), jika Allah menghendakinya, maka sesungguhnya di sini kita telah memiliki dua intangible asset, yakni pertama kita sudah pernah masuk dalam Kerajaan Allah di sorga selagi masih hidup di bumi, dan kedua bahwa sekarang ini pada posisi akhir langkah keempat, sungguh kita sudah berada dalam Kerajaan Allah di bumi; kedua hal ini terjadi jika kita sudah berjalan meliwati Jalan Salib itu; jadi rancangan Allah terbesar adalah ketika kita menyembah Dia dalam Kerajaan Allah di bumi.
  • Kenaikan Yesus ke sorga inilah rahasia Allah yang tak ternilai harganya bagi kita.

Kesimpulan:

Pada langkah keempat ini, Roh Kudus dan roh kita bersaksi bahwa ada lima hal yang kita sudah ketahui, yakni:

(a) bahwa perjalanan roh kita sudah sampai di sorga dan kembali,

(b) bahwa kita jadi suci kudus sempurna, karena Kristus telah menghapus total segala dosa kita, (1 Yoh 3:5).

(c) bahwa kita telah melihat dan mengenal Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita di sorga,

(d) bahwa kita telah menerima kasih Allah, (Yoh 17:23b).

(e) bahwa kepercayaan kita menjadi mutlak adanya, dan iman jadi sempurna.

Kesimpulan (lanjutan):

  • Puasa kita di sini adalah puasa jiwa, khusus akal bagian akal-Nalar. Wujudnya: setiap signal duniawi yang masuk via pancaindera, dan lolos di akal-Cipta, itu sama sekali tidak diproses terus oleh akal-Nalar melainkan langsung dibuang keluar.
  • Ketika kita sanggup membuangnya, ada derita pedih alias salib yang harus kita tanggung sepenuhnya (1 Ptr 2:19-20).
  • Pastinya ada yang lolos, tapi itu tugas langkah kelima.

Referensi

Yohanes 14:12.

[12a] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu;

[12b] Sebab Aku pergi kepada Bapa; (lih juga Yoh 16:28).

Yohanes 16:28.

[28a] Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;

[28b] Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.

Yohanes 17:23.

[23b] agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

1 Petrus 2:19-20.

(19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(20a) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

  • ‘Menderita pukulan karena kamu berbuat dosa’, adalah salib palsu! Itu hukumanmu.

(20b) Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

1 Yohanes 3:5.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

.

0.2.6  Teladan Yesus yang Terakhir

Yohanes 14:1-3.

[2] Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

[3] Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ketempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

  • Artinya: jejak Yesus harus sampai ke dalam sorga (Yoh 14:6b), supaya tuntas sempurnalah seluruh pekerjaan yang ditugaskan oleh Bapa-Nya di bumi (Yoh 17:4); dan jejak teladan itulah yang menjadi jalan raya bagimu untuk dapat datang juga ke situ.

Referensi

Yohanes 14:6.

[6b] Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 15:8.

[8] Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Yohanes 17:4.

[4] Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. (bdk Yoh 15:8).

  • Jejak Yesus sebagai teladan dalam memuliakan Allah di bumi, harus kita ikuti dengan cara menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaku untuk melakukannya, yakni kewajibanku untuk berjalan di Jalan Salib sampai tuntas.

.

0.2.7  Teladan Yesus: basuh Kaki

Yohanes 13:4-20.

[4] Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya.

  • Inilah logika sorgawinya: bahwa Yesus datang dari Allah dan Yesus harus kembali kepada Allah (ayat 3; lih Yoh 16:28); dan Ia harus meninggalkan dunia ini (dunia dikiaskan jubah-Nya).
  • Bagi kita, teladan-Nya itu berarti kita juga harus keluar dari dunia alias tidak boleh menjadi sama dengan dunia ini (Rm 12:2a).
  • Caranya adalah lakukan pembaharuan budi (Rm 12:1, 2b) alias perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru (Ef 4:22-24) alias membasuh diri atau mandi (Yoh 13:10), supaya layak jadi milik Kristus (Gal 5:24), agar pada tahap akhir sebelum ‘makan paskah’ alias masuk ke sorga, Kristus menghapus total dosa kita (ayat 8b; lih 1 Yoh 3:5). Inilah bukti teladan Yesus dijelaskan oleh Roh Kudus (ayat 7; lih Yoh 14:26).

Referensi

Matius 5:8.

[8] Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Yohanes 13:8.

[8b] Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku. (lih 1 Yoh 3:5).

  • Logika sorgawinya: Ketika Kristus menyatakan diri-Nya kepada kita (1 Yoh 3:2b), dan sebelum kita diizinkan masuk sorga, maka Ia menghapus dulu dosa kita yang terberat (dikiaskan kaki sebagai bagian yang pasti selalu kotor terus; lih 1 Yoh 3:5), sehingga kita tanpa dosa (1 Ptr 1:16) alias suci kudus (Mat 5:8) akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya di sorga.
  • Bagi kita, teladan Yesus ini adalah gambaran tahap terakhir dari Jalan Salib, yakni setelah kita melakukan pembersihan diri via tahap satu s/d empat maka diujung Jalan Salib masih ada sisa bagian yang selalu kotor (kiasannya: kaki), dan itu hanya Kristus yang bisa basuh supaya kita mendapat bagian dalam-Nya ialah masuk sorga.

Yohanes 13:10.

[10a] Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya.

  • Mandi’ artinya menyucikan diri via menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
  • Pada proses pengudusan itu, ada bagian dosa yang hanya bisa dihapus oleh Kristus saja ketika kita berada di muka pintu gerbang sorga (1 Yoh 3:5), sehingga seluruh tubuh tuntas menjadi bersih, suci dan kudus (1 Ptr 1:16).

Yohanes 13:10-11.

[10b] Juga kamu sudah bersih hanya tidak semua.

[11a] Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia.

  • Inilah jejak teladan ketaatan Yesus kepada rancangan kehendak Bapa-Nya, yakni Yesus tidak pernah menjadikan diri-Nya penghalang bagi seluruh proses realisasi kehendak Bapa-Nya.

[11b] Karena itu Ia berkata: Tidak semua kamu bersih.

  • Inilah bukti bahwa walaupun kita sudah jadi insan terpilih dan murid Kristus, namun di tengah jalan masih ada celah yang dapat menjadikan diri kita murtad (Ibr 10:26-27), terutama oleh dorongan Iblis kita bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan negatif yang telah mendarah daging (contoh: kebiasaan mencuri pada Yudas Iskariot).

Yohanes 14:26.

[26] tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Ialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Roma 12:1-2.

[1] Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

[2a] Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,

[2b] tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

[2c] sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 4:22-24.

[22] yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

(lih Rm 12:2a; Gal 5:24; Kol 2:11).

[23] supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, (lih Rm 12:2b).

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kolose 2:11.

[11] Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.

Ibrani 10:26-27.

[26] Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

[27] Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

1 Petrus 1:16.

[16] sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

1 Yohanes 3:2, 5.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

.

0.2.8  Teladan pada pencurahan Roh Kudus

1 Yohanes 3:6.

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;

  • Artinya inilah realisasi dari pada janji Yesus sebelum Ia mati, bangkit dan naik ke sorga, bahwa Bapa akan memberikan seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, ialah Roh Kudus, supaya Ia menyertai kita selama-lamanya.
  • Ketika Roh Kudus telah memimpin kita, maka kita tidak akan berbuat dosa lagi, karena dalam kehidupan sehari-hari hanya perintah Roh Kudus sajalah yang kita lakukan tanpa syarat, sesuai teladan Yesus!
  • Langkah kelima di sini adalah masa pemeliharaan iman yang sudah dewasa, dimana kita telah hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi. (Luk 17:21b).

Referensi

Lukas 11:20.

[20] Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Lukas 17:21. (lih Rm 14:17; 1 Kor 4:20).

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah itu ada di antara kamu.

Roma 14:17.

[17] Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

1 Korintus 4:20. (lih Luk 11:20).

[20] Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. (kuasa Allah)

.

0.2.9  Teladan Yesus: tidak berbuat Dosa

Kata Roh: Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (1 Ptr 2:22).

Itulah teladan Yesus ketika dipimpin oleh Bapa-Nya di sorga, yang adalah Roh.

  • Bagaimana kita tahu bahwa Yesus tidak berbuat dosa? Roh Kudus yang bersaksi tentang Yesus (Yoh 15:26), bahwa ‘ sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa’ (Ibr 4:15b; lih juga Luk 4:1-13).
  • Mengapa Yesus tidak berbuat dosa sepanjang hidup-Nya di bumi? Karena Ia selalu di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Dia (Yoh 14:11) wujudnya: Yesus hanya melakukan segala perintah Bapa-Nya (Yoh 12:49).
  • Dan kita wajib mengikuti teladan Yesus itu, sesuai kata Roh Kudus: Setiap orang yang tetap di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi (1 Yoh 3:6a); wujudnya: kita hanya melakukan segala perintah Roh Kudus (Rm 8:14).

Referensi

Kejadian 3:1-7.

[1] Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?

[2] Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

[3] tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.

[4] Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: Sekali-kali kamu tidak akan mati,

[5] tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

[6] Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

[7] Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

  • Perhatikanlah betapa liciknya si Iblis, yang memakai logika akal manusia (intellectual power) dia dengan sangat halus mendustakan firman Allah, sehingga manusia tertipu olehnya lalu berbuat dosa.
  • Padahal Adam dan Hawa berada dalam posisi diciptakan oleh Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (lih juga Ef 4:24).
  • Intinya adalah bahwa ketika kita sudah hidup dalam Kerajaan Allah di bumi, janganlah kita menyangka tidak dapat digoda lagi oleh si Iblis seperti di sorga! Waspadalah!
  • Demikian inilah peringatan keras bagi para insan terpilih, jangan anggap enteng si Iblis itu, hanya karena kita belum dapat melihat dia, sebab dialah penghambat terbesar dalam seluruh perjalanan kita di Jalan Salib.

Yeremia 17:10.

[10] Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Matius 10:5-6.

[5] Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

[6] melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Lukas 4:1-13.

[1] Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

[2] Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

[3] Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.

[4] Jawab Yesus kepadanya: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.

[5] Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

[6] Kata Iblis kepada-Nya: Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

[7] Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.

[8] Tetapi Yesus berkata kepadanya: Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

[9] Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,

[10] sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,

[11] dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.

[12] Yesus menjawab, kata-Nya: Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

[13] Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

  • Demikian itulah bukti nyata, bahwa senjata utama Iblis adalah mendustakan setiap firman Allah, supaya manusia jatuh dalam genggamannya. (bdk Kej 3 :1-7).
  • Hanya dapat kita tangkal dengan iman firman Allah saja!

Lukas 15:7.

[7] Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Lukas 17:21.

[21b] sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

Yohanes 12:49.

[49] Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Yohanes 13:36.

[36a] Simon Petrus berkata kepada Yesus: Tuhan, ke manakah Engkau pergi?

[36b] Jawab Yesus: Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku. (lih juga Yoh 16:28b).

  • Antara ‘sekarang’ dan ‘kelak’ ada proses transformasi alias proses perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Bedanya setinggi langit dari bumi.
  • Dengan kata lain dalam diri insan terjadi proses metamorfosa dari K-Daging menjadi K-Roh, yakni dari alat Iblis menjadi alat Tuhan.
  • Momentum menjadi manusia baru, membuat efektif dan berbukti apa yang Yesus katakan: ‘Ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ’ (Yoh 14:4).

Yohanes 14:4, 11.

[4] Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.

[11] Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

  • ‘Setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri’, artinya Yesus memberi solusi bagi orang-orang yang masih ragu-ragu kepada-Nya, yaitu lakukanlah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
  • Contoh: kita masih kurang percaya alias bimbang dan ragu apakah benar bahwa menyalibkan daging (Gal 5:24) alias puasa itu adalah kehendak dan perintah firman Tuhan yang wajib dilakukan.
  • Kata Yesus: percayalah dan lakukanlah puasa itu, bukan karena kamu sudah percaya kepada-Ku, melainkan karena ada dorongan kehendak diri sendiri untuk melakukan-nya. (bdk Rm 2:14-15).

Yohanes 15:26.

[26] Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Yohanes 16:13.

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya,.

Yohanes 16:28.

[28a] Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;

[28b] Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.

Yohanes 17:21.

[21a] supaya mereka semua menjadi satu,.

Roma 2:14-16.

[14] Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

[15] Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

  • Kedua firman Allah yang disampaikan oleh Roh Kudus itu memberi arti bahwa menjadi teladan bagi orang percaya kepada Allah (1 Tim 4:12b) di masa kini utamanya, adalah pendekatan yang lebih mengena karena menghasilkan dua sasaran, yakni pertama mendorong diri sendiri supaya menjadi teladan (internal dan external gerejawi), dan kedua sadar atau tidak orang lain menjadi percaya walaupun dia tidak memiliki Injil Allah. Kedua-duanya oleh Allah diselidiki hatinya dan diuji batinnya (Yer 17:10).
  • Dan Yesus telah memberi contoh teladan supaya kita fokus kepada internal umat Kristiani saja dahulu, yang jumlahnya bermilyar itu, sampai sudah bisa hidup dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b; Yoh 17:21a), kata-Nya: Janganlah kamu menyimpang kepada orang lain, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Mat 10:5). Sebab kata Yesus: Ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan (Luk 15:7).

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

1 Timotius 4:12.

[12b] Jadilah teladan bagi orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1 Petrus 2:22.

[22] Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

  • Jejak teladan Yesus ini akan kita alami ketika sudah sampai di ujung Jalan Salib.

1 Yohanes 3:6. (lih 1 Ptr 2:22).

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi.

  • ‘Tetap berada di dalam Dia’, artinya tetap setia dan taat melakukan segala perintah Roh Kudus, yang sesungguhnya perintah itu berasal dari Bapa di sorga (Yoh 16:13b).

.

KESIMPULAN UTAMA

  • Bahwa rancangan kehendak Tuhan adalah yang pasti menjadi kenyataan di muka bumi ini (Yes 55:8-9).
  • Bahwa firman Allah dalam PL & PB merupakan satu kesatuan dan satu pengertian, itulah keesaan firman Allah.
  • Akan datang waktu-Nya, tidak lama lagi, pasti dan tidak berlambat-lambat, bahwa keesaan firman Allah akan terbukti di seluruh muka bumi ini; rahasia Allah!
  • Bahwa Jalan Salib adalah satu-satunya jalan yang tepat benar untuk mengenal Tuhan, Allah Yang Mahakuasa.
  • Sehingga berlakulah firman Tuhan: Aku menjadi Allahnya, dan dia menjadi anak-Ku, dan mereka adalah umat-Ku.
  • Dan terbukti pulalah yang dikatakan oleh Roh Kudus, bahwa segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah, dan kepada Allah.

Bersambung….

0.3  Kerajaan Allah

Kerajaan Allah itu bukan perkataan tetapi kuasa

1 Korintus 4:20. (lih Mat 6:10).

[20] Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa.

Referensi

Matius 6:10. (lih Mat 12:28).

[10a] datanglah Kerajaan-Mu,

[10b] jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

  • Artinya: Kerajaan-Mu adalah suatu keadaan dimana kehendak-Mu di bumi itu berlaku dan sungguh terjadi sama seperti di sorga.
  • ‘Jadi seperti’ menunjukkan suatu keadaan yang sama, yaitu bahwa kehendak-Mu itu terjadi, baik dalam Kerajaan Allah di bumi dan Kerajaan Allah di sorga.
  • Dalam Kerajaan Allah di bumi, alias Advent alias Pentakosta alias Oikoumene, maka berlakulah sepenuhnya dan semurni-murninya perintah firman Allah, yang disampaikan oleh Roh Kudus, bahwa ‘Segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah, dan kepada Allah’ (Rm 11:36), karena sesungguhnya demikianlah kemahakuasaan Allah itu adanya. Rahasia Allah.

Kesimpulan:

  • Kerajaan Sorga alias Kerajaan Allah itu ada dua, yaitu awalnya ada di bumi dan akhirnya ada di sorga!
  • Jalan raya yang menghubungkan dunia dengan Kerajaan Allah itu, adalah Jalan Salib, yang sesuai kehendak Bapa-Nya dibangun oleh Yesus dalam wujud teladan jejak kehidupan-Nya di bumi sampai dengan masuk ke dalam Kerajaan Allah di sorga.
  • Intinya: Jalan Salib itu harus kita liwati dua kali, yaitu pertama dan utama, adalah ketika kita mau masuk lalu hidup dalam Kerajaan Allah di bumi, dan kedua, ketika kita masuk lalu hidup kekal dalam Kerajaan Allah di sorga.

Matius 10:1.

[1] Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Matius 12:28.

[28] Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

  • Artinya keadaan Kerajaan Allah tercipta ketika Roh Allah yaitu Roh Kudus, bukan saja berkuasa mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Mat 10:1), tetapi bahkan akan menyertai kamu selama-lamanya (Yoh 14:16-17a) dan akan memimpin kamu (Rm 8:14) ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).

Yohanes 14:16-17.

[16] Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

[17a] yaitu Roh Kebenaran.

Yohanes 16:13. (lih Rm 14:17-18).

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[13c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roma 11:36.

[36] Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Roma 14:17-18.

[17] Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

[18] Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

.

0.3.1  Kerajaan Allah di Bumi

ada di antara kamu

Lukas 17:21. (lih Yak 4:5-6).

[20] Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,

[21a] juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini, atau ia ada di sana!

[21b] Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

Jawaban Yesus ini adalah bukti bahwa Kerajaan Allah itu ada di bumi, yaitu pada orang-orang terpilih alias manusia baru, yang ada di antara orang-orang terpanggil (Mat 22:14) dan yang telah dipimpin oleh Roh Kudus. (Rm 8:14).

Pada zaman akhir masa kini nan modern, di manakah orang-orang terpilih itu berada?

Mereka adalah sejumlah anggota jemaat yang berada di antara para warga gereja dari masing-masing gereja individual dalam tiap-tiap denominasi yang ada di muka bumi ini (Luk 17:21b); komunikasi antar orang-orang terpilih selalu bersifat informal, private & confidential, tidak menonjolkan diri, sebab hanya mereka sendiri yang bisa mengerti diri-nya masing-masing (Mat 13:11), sedangkan bagi mayoritas warga gereja lainnya waktu-Nya akan datang dengan tiba-tiba, seperti pencuri, entah kapan Tuhan yang tahu.

Referensi

Matius 16:25.

[25a] Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa-nya;

[25b] tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Matius 22:14.

[14] Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yohanes 17:9, 20.

[9] Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

[20] Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

1 Korintus 13:7.

[7] Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Yakobus 4:5-7.

[5] Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita diingini-Nya dengan cemburu.

[6a] Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. (lebih besar dari keinginan-Nya di ayat 5).

[6b] Karena itu Ia katakan: Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.

[7] Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

  • Artinya: Ada sebagian (Yoh 15:16; 17:9, 20; Why 17:14c), yaitu orang yang rendah hati (ayat 6b) dan melawan Iblis (ayat 7), yang Allah kasihani dan kehendaki dan karena itu diberi anugerah kasih karunia yang lebih besar (ayat 6a) dari pada keinginan-Nya bagi roh kita untuk langsung kembali ke sorga (ayat 5), yaitu kasih karunia untuk mampu hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b), sebelum akhirnya hidup kekal dalam Kerajaan Allah di sorga. Rahasia Allah!
  • Kesimpulan: Kehendak Allah supaya kita dapat hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi adalah lebih besar dari pada keinginan Allah agar roh kita dapat segera kembali ke dalam Kerajaan Allah di sorga. Silahkan paradigma dan agenda disesuaikan!

1 Petrus 4:1-2, 17, 19.

[1] Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, – karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa -, (lih 1 Yoh 3:6a).

  • ‘Penderitaan badani’, artinya penderitaan lahir dan batin yang kita alami ketika dalam proses melakukan perintah menanggalkan keadaan manusia lama kita yang penuh dosa dengan cara berjalan di Jalan Salib supaya akhirnya kita dapat berubah dan mencapai keadaan manusia baru yang suci kudus, dan setiap saat dipimpin oleh Roh Kudus. Itulah keadaan rohani dari tiap-tiap orang yang benar dan saleh.
  • Demikianlah ketika telah menjadi manusia baru, via ‘penderitaan badani’ itulah maka dikatakan kita ‘telah berhenti berbuat dosa’.

[2] supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

  • Dalam ‘waktu yang sisa’ dari umur yang dikenan Tuhan bagi kita, maka kita telah ‘berhenti berbuat dosa’ lagi, setelah Kristus menyatakan diri-Nya (1 Yoh 3:2b) dan dosa tuntas dihapus (1 Yoh 3:5), artinya kita telah menjadi manusia baru (Ef 4:24) yang hidup dalam Kerajaan Allah di bumi (Luk 17:21b).
  • Demikianlah dalam ‘waktu yang sisa’ itu, seluruh aktivitas kehidupan kita sehari-hari adalah seturut dengan ‘kehendak Allah’ dalam wujud pimpinan Roh Kudus.

[17a] Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang pertama-tama harus dihakimi.

[17b] Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

  • ‘Penghakiman’, artinya k-daging dimatikan, dan k-Roh dihidupkan.
  • ‘Dimulai pada kita’, artinya dimulai pada k-daging dalam diri kita masing-masing.

[19] Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

  • Menderita karena kehendak Allah’, adalah salib asli.
  • ‘Menyerahkan jiwanya’, artinya jangan takut (Mat 16:25), bersikaplah oleh karena kasih (1 Kor 13:7), sebab Allah yang menjamin keberhasilan ujian kita (2 Kor 5:5).

1 Yohanes 3:2, 5, 6.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

[6a] Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;

Wahyu 17:14.

[14c] Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

  • ‘Yang telah dipilih dan yang setia’, adalah barangsiapa yang telah dihakimi (1 Ptr 4:17) dan menderita penderitaan badani, dan karena itu ia telah berhenti berbuat dosa – (lih 1 Yoh 3:6a), supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. (1 Ptr 4:1-2).

.

0.3.2  Kerajaan Allah di Sorga

adalah hidup kekal

Yohanes 17:3.

[3] Inilah hidup kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

.

0.3.3  Karunia Hak Penuh

untuk masuk dalam

Kerajaan Kekal alias Kerajaan Allah di bumi dan di sorga

2 Petrus 1:10-11. (lih 1 Ptr 1:5-7).

[10a] Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.

[10b] Sebab jika kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

[11] Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan Kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Referensi

Yohanes 15:8.

[8] Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Yohanes 17:4. (lih juga Yoh 15:8).

[4] Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

  • Tugas Yesus membangun Jalan Salib (Yoh 17:4), supaya di bumi terjadi transformasi dari manusia lama menjadi manusia baru, yang jumlahnya banyak (Yoh 15:8).
  • Dengan kata lain, Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya (Rm 3:25a). Artinya Jalan Salib yang dibangun dengan darah-Nya adalah jalan pendamaian (rekonsiliasi), supaya manusia berdosa, karena iman, mendapat hak penuh untuk berubah menjadi manusia Allah, anak Allah.

Roma 3:25-26.

[25a] Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.

[25b] Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

[26] Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

Efesus 4:13.

[13] sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

2 Petrus 1:5-7.

[5] Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

[6] dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

[7] dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

  • Artinya: berilah dirimu dipimpin oleh Roh Kudus, baru bisa lakukan itu!

2 Petrus 1:8-9.

[8] Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. (lih Ef  4:13).

  • Artinya: Jalan Salib yang telah dibangun oleh Yesus itu (Yoh 17:4) ujungnya adalah Kristus menyatakan diri-Nya dan kita melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Ketika itulah kita tuntas mengenal seluruh kepenuhan Kristus. (1 Yoh 3:2b).

[9] Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. (lih 1 Yoh 3:5).

1 Yohanes 3:2, 5.

[2b] akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

[5] Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

.

0.3.3.1  Syarat Awal

Bertobatlah!

.

0.3.3.2  Syarat Minimum

Wahai umat Kristiani, janganlah seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi!

Matius 5:20.

[20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari padahidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

.

0.3.3.3  Syarat Utama

Untuk melihat Allah, yaitu Kristus menyatakan diri-Nya:

Suci & Kudus

Matius 5:8.

[8] Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ibrani 12:14.

[14] Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

  • Keadaan suci dan kudus hanya ada pada para ‘keturunan ilahi’ (Mal 2:15) alias anak-anak Allah (Rm 8:16) alias manusia baru (Ef 4:24), manusia Allah, anggota keluarga Allah, anggota tubuh Kristus, umat Allah. Kumpulan mereka itulah yang sudah hidup beriman dewasa sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi.

Referensi

Mal 2:15.

[15a] Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu!

Roma 8:16.

[16] Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

.

0.4  Advent

Hari Perhentian,

yaitu hari ketujuh

Ibrani 4:3, 9-10. (lih juga Ibr 4:1, 6, 11).

[3] Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku, sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

[9] Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. (lih Ibr 8:10).

  • ‘Hari perhentian’, alias advent, adalah saat dan ketika kita sudah hidup beriman dalam Kerajaan Allah di bumi; jadi hanya bagi orang beriman sempurna saja yang layak disebut umat Allah. (ayat 9).
  • Ketika itu tidak ada lagi orang yang berkata kepada sesamanya: Kenallah Allah!, sebab semuanya sudah mengenal Allah (Ibr 8:11), dan disebut umat Allah (Ibr 8:10).

[10] Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

  • ‘Ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya’, artinya kita sendiri telah berhenti bekerja berdasarkan kehendak dan kekuatan diri sendiri, yakni ketika kita sudah meliwati Jalan Salib dan menjadi manusia baru (Ef 4:24), dan sekaligus kita mulai bekerja hanya atas perintah Roh Kudus saja selamanya, sebagai alat-Nya ketika Allah merea-lisasikan segala kehendak-Nya bagi kita dan dunia (lih jejak Yesus, Yoh 12:49).
  • Dengan kata lain ketika kita ‘telah masuk ke tempat perhentian-Nya’ alias Kerajaan Allah di bumi, maka segala apapun yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan lagi berdasarkan kekuatan diri sendiri tetapi hanya atas kuasa Roh Kudus saja, di sepanjang waktu sisa umur yang dikehendaki-Nya (lih Mzm 17:5).
  • ‘Sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya’, artinya sama seperti Allah berhenti bekerja menyelamatkan insan yang dikehendaki-Nya itu, ketika jiwa kita sudah selamat (1 Ptr 1:9) dan kita menjadi manusia baru, anak Allah (Rm 8:14), sekaligus Allah mulai bekerja dengan menggunakan kita sebagai alat-Nya, ketika Dia merealisasikan segala rancangan damai sejahtera-Nya bagi kita pada masing-masingnya dan lingkungannya (artinya kita menjadi berkat bagi orang lain).
  • Jadi di tempat perhentian-Nya, yang setiap harinya adalah hari ketujuh, keadaan kehidupan umat Allah yang terjadi (Ibr 4:9) adalah pertama, Allah mulai bekerja dengan menggunakan alat-Nya, yakni insan yang sudah diselamatkan-Nya itu, untuk merealisasikan segala rancangan-Nya bagi dunia dan bagi orang itu, dan kedua, kita mulai bekerja sebagai alat-Nya untuk melakukan segala kehendak Allah itu, tanpa syarat (lih juga Yes 62:11); keadaan itulah realisasi dari pada firman yang katakan: bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan Kepada Dia (Rm 12:36).

Referensi

Mazmur 17:5. (lih juga 1 Ptr 2:21).

[5] langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.

Yesaya 62:11

[11] Sebab inilah yang telah diperdengarkan Tuhan sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada putri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

Yohanes 12:49.

[49] Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Roma 12:36.

[36] Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Efesus 4:24.

[24] dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ibrani 4:1, 6, 11.

[1] Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

[6] Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan kepada mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.

[11] Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Ibrani 8:10-11.

[10] Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

[11] Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

1 Petrus 1:9.

[9] karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

1 Petrus 2:21.

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

.

0.5  Pentakosta

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus

Kisah Para Rasul 2:4.

[4] Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Mat 12:28).

[6b] Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

[8] Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

Referensi

Matius 10:1.

[1] Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Matius 12:28.

[28] Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

  • Artinya keadaan Kerajaan Allah di bumi tercipta ketika Roh Allah yaitu Roh Kudus, bukan saja nyata berkuasa mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Mat 10:1), ataupun membuat kita berkata-kata dalam bahasa lain yang dikehendakinya (Kis 2:4), tetapi bahkan Roh Kudus akan menyertai kamu selama-lamanya (Yoh 14:16-17a) dan akan memimpin kamu (Rm 8:14) ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).
  • Dengan kata lain Pentakosta adalah keadaan ketika manusia baru sudah boleh hidup beriman sempurna dalam Kerajaan Allah di bumi. (lih Advent, Ibr 4:3).

Yohanes 14:16-17.

[16] Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

[17a] yaitu Roh Kebenaran.

Yohanes 16:13.

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[13c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Kisah Para Rasul 2:4.

[4] Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Roma 8:14.

[14] Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Ibrani 4:3.

[3] Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan:

Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.

Bersambung….

0.6  Oikoumene

Doa Yesus: supaya mereka semua menjadi satu

Yohanes 17:20-21.

[20] Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

[21] supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Kata Yesus: Aku telah menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikudus-kan dalam kebenaran. (Yoh 17:19).

Dengan kata lain oikoumene adalah keadaan kehidupan beriman sempurna dari orang-orang kudus alias orang-orang benar alias manusia baru dalam Kerajaan Allah di bumi.

Summary:

-oikoumene-

Perintah-Nya:

‘supaya mereka semua menjadi Satu’ (Yoh 17:21-23).

Bersatu seperti apa:

~ sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku

dan Aku di dalam Engkau

~ agar mereka juga di dalam Kita,

~ supaya dunia percaya,

bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku


# Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan,

yang Engkau berikan kepada-Ku,

~ supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:


# Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku,

~ supaya mereka sempurna menjadi satu,

~ agar dunia tahu,

bahwa Engkau yang telah mengutus Aku

~ dan bahwa Engkau mengasihi mereka,

sama seperti Engkau mengasihi Aku.


Ukuran utamanya

(dari pada keberhasilan kita):

sampai suatu ketika, entah kapan, Tuhan yang tahu,

lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:

Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,

kepada-Nyalah Aku berkenan.

(Mat 3:17; 12:18, 17:5)

Bersatu dalam hal apa?

Apanya yang bersatu?

Efesus 4:13-15.

# sampai kita semua telah mencapai

~ kesatuan iman

~ dan pengetahuan yang benar tentang Anal Allah,

~ kedewasaan penuh,

~ dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus

# sehingga kita bukan lagi anak-anak,

~ yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran,

~ oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

# tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran

di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal

ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Bagaimana caranya?

Apa yang harus aku perbuat?

Efesus 4:17-24.

# Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:

~ Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah

dengan pikirannya yang sia-sia

# Tetapi kamu bukan demikian.

Kamu telah belajar mengenal Kristus.

# Karena kamu telah mendengar tentang Dia

dan menerima pengajaran di dalam Dia

menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,

# yaitu bahwa kamu,

~ berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu,

harus menanggalkan manusia lama,

yang menemui kebinasaannya

oleh nafsunya yang menyesatkan,

# supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

# dan mengenakan manusia baru,

yang telah diciptakan menurut kehendak Allah

di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Komunitas manusia baru

yang sama persis seperti itulah

yang disebut komunitas oikoumene

yang hidup dalam Kerajaan Allah di bumi

Kesimpulan:

organisasi gerejawi itu sangat penting

karena secara fisik lahiriah

menjadi wadah bagi umat untuk melakukan peribadahannya

yang intinya adalah menyembah Allah Bapa di sorga


namun yang lebih penting bahkan mutlak

adalah keadaan rohaniah dari umat

yakni kewajiban setiap orang percaya

untuk mencapai iman sempurna

ketika masih hidup di muka bumi ini


demikianlah Alkitab secara lengkap sempurna

mengajarkan kita bagaimana caranya

posisi iman sempurna itu dapat dicapai

melalui Jalan Salib !

.

Referensi

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yohanes 17:9-10.

[9] Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

[10] dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

  • ‘Mereka adalah milik-Mu’ dan ‘milik-Mu adalah milik-Ku’, artinya barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, dan karena itu menjadi milik Allah, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24).
  • Dengan kata lain keadaan oikoumene adalah keadaan dari pada sekelompok orang-orang percaya yang telah menjadi milik Kristus Yesus, yaitu mereka yang telah dipilih dan berbuah tetap (Yoh 15:16).
  • Jadi Kerajaan Allah di bumi adalah keadaan advent dan pentakosta dan oikoumene!

Galatia 5:24.

[24] Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 4:11-13.

[11] Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

[12] untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

[13] sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

  • Tugas orang-orang kudus alias manusia baru (sang senior), adalah ‘memperlengkapi orang-orang kudus’ berikutnya (sang junior) untuk melakukan pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, ‘sampai kita semua – para anggota tubuh Kristus – telah mencapai kesatuan iman’, yakni iman yang sempurna pada masing-masingnya.

.

Kesimpulan:

Syarat mendapat hak dan boleh hidup dalam Kerajaan Allah di bumi adalah bahwa kita semua sudah menjadi manusia baru dan karena itu telah mencapai:

  • Kesatuan iman, yakni iman sempurna (Yak 2:22).
  • Pengetahuan yang benar tentang Anak Allah (Yoh 15:26).
  • Kedewasaan penuh (1 Kor 13:4-8).
  • Tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (1 Yoh 3:2b).
  • Mengapa begitu? Sebab dalam Kerajaan Allah yang ada di situ adalah umat Allah (Ibr 8:10) dan tidak ada lagi yang mengajar sesama warganya atau saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! (Ibr 8:11).

Ibrani 8:10-11.

[10] Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

  • Yang bertugas untuk menaruh hukum-Ku itu adalah Roh Kudus (Yoh 16:13).
  • Jika sudah dipimpin oleh Roh Kudus sampai di ujung Jalan Salib, maka kita sudah mengenal seluruh kepenuhan Kristus (1 Yoh 3:2b) dan karena itu kita sudah mengenal Bapa yang ada di sorga (Yoh 14:6b); demikianlah Dia menjadi Allah kita, dan kita menjadi umat-Nya.
  • Oleh sebab itu sepanjang kita masih terus menerus saling mengajar dan diajar untuk mengenal Tuhan, maka sesungguhnya itulah tanda utamanya bahwa kita benar-benar belum mengenal apa dan bagaimana Jalan Salib yang tunggal itu, sehingga pasti kita belum berjalan di situ! Kata Roh: Mereka keluar dan masuk di situ tanpa sadar!

[11] Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

  • Keadaan rohani umat Kristiani yang telah berada dalam Kerajaan Allah di bumi, syarat dan tanda utamanya adalah bahwa ‘mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan!’
  • Mereka itulah yang layak menjadi pemimpin lembaga-lembaga gerejawi di muka bumi ini. Merekalah yang layak menjadi pemberita Injil, gembala sidang, pengajar-pengajar umat. Ketrampilan manajerial bukan syarat nomor satu yang menentukan bagi gereja, melainkan kedewasaan rohani, sebab pemimpin itu harus sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dua-arah dengan Roh Kudus, sang pemimpin gereja yang asli (Yoh 16:13). Para pemimpin gereja hanyalah alat-Nya dengan tugas menjalankan segala perintah Roh Kudus di segala bidang kehidupan para anggota jemaat ketika sedang memimpin lembaga gerejawi itu.

Akhir dari Bab Pendahuluan Buku PERTAMA – JALAN SALIB

DAFTAR ISI – Buku Pertama Tetralogi Jalan Salib –

Daftar Isi

- Buku Pertama (Pendahuluan Vol.I & II)-

Prakata Cetakan Pertama  … / vii

Kata Pengantar  … / xi

Pendahuluan  … / 2

0.1  Jalan Salib Menurut Perjanjian Lama  … / 2

0.2  Jalan Salib Menurut Perjanjian Baru  … / 20

0.3  Kerajaan Allah  … / 43

0.4  Advent … / 51

0.5  Pentakosta … / 53

0.6  Oikoumene … / 54

Bab  I /  Definisi-Definisi  … / 60

Bab  II /  Paradigma Asli Puasa dan Doa … / 70

2.1  Bagaimana Cara Memulai  … / 73

2.2  Latihan Beribadah  … / 74

2.3  Pra-syarat Puasa dan Doa  … / 76

2.4  Syarat-Syarat Puasa dan Doa  … / 77

2.5  Lingkungan Kehidupan Sehari-hari  … / 80

2.6  Modul-Modul Jalan Salib  … / 81

Bab  III /  Modul Natal – Subproses I: Ibadah Yang Sejati  … / 106

3.1  Prologue  … / 106

3.2  Step 1 – Salibkan Tubuh Jasmani  … / 110

3.3  Step 2 – Berdoa dengan Akalbudi, Tahap Awal  … / 110

3.4  Epilogue  … / 111

Bab  IV /  Modul Jumat Agung – Subproses II: Pembaharuan Budi  … / 117

4.1  Prologue   … / 117

4.2  Step 3 – Salibkan Pancaindera   … / 119

4.3  Step 4 – Berdoa dengan Akalbudi, Tahap Akhir  … / 119

4.4  Epilogue   … / 120

Bab  V /  Modul Paskah – Subproses III: Kenali Sejati Dirimu  … / 124

5.1  Prologue   … / 124

5.2  Step 5 – Salibkan Akal-Cipta  … / 127

5.3  Step 6 – Berdoa dengan Roh, Tahap Awal  … / 128

5.4  Epilogue  … / 129

Bab  VI /  Modul Kenaikan – Subproses IV: Kenali Tuhanmu  … / 132

6.1  Prologue  … / 132

6.2  Step 7 – Salibkan Akal-Nalar  … / 134

6.3  Step 8 – Berdoa dengan Roh, Tahap Akhir  … / 134

6.4  Epilogue  … / 135

Bab  VII /  Modul Pentakosta – Subproses V: Kenali Allahmu  … / 139

7.1  Prologue  … / 139

7.2  Step 9 – Salibkan Akal-Pengerti  … / 141

7.3  Step 10 – Berdoa dengan Roh, yang Sempurna  … / 141

7.4  Epilogue  … / 142

Bab  VIII /  Peringatan Keras: Jejak-Jejak Iblis  … / 147

8.1  Inti Tingkah Langkah Iblis: Mendustakan Firman Allah  … / 147

8.2  Menyembah Iblis … / 154

8.3  Kenalilah lawanmu, si Iblis … / 155

8.4  Pelayan Kebenaran Palsu, adalah alatnya si Iblis  … / 156

8.5  Sesat  … / 158

8.6  Si Pendurhaka  … / 161

Bab   IX /   Olah Rasa, Sharing dan Konsolidasi   … / 163

9.1  Prinsip-Prinsip Inti Olah Rasa alias Sharing  … / 163

9.2  Materi Sharing  … / 169

9.3  Tolok Ukur  … / 169

9.4  Teladan  … / 173

9.5  Senjata Rahasia  … / 174

9.6  Perbuatan Iman  … / 174

9.7  Sharing yang Benar  … / 177

9.8  Dasar dari Seluruh Pengertian Alkitab  … / 180

9.9  Solusi yang Tepat dan Benar  … / 181

Executive Summary  … / 185

DAFTAR ISI Buku Kedua Tetralogi JALAN SALIB “SALIBKAN DIA!”

Daftar Isi

Prakata Cetakan Pertama …/ viii

Kata Pengantar …/ xii

Pendahuluan  …/ 2

Bab  I /  Definisi-definisi …/ 18

Bab  II /  Puasa sempurna …/ 34

Bab  III /  Barometer puasa …/ 56

Bab  IV /  Puasa dalam hidup sehari-hari (daily life) …/ 61

4.1  Kegiatan puasa …/ 62

4.2  Kegiatan doa syafaat …/ 62

4.3  Kegiatan sehari-hari …/ 64

Bab  V /  Persiapan dan kesiapan …/ 78

5.1  Persiapan diri … / 78

5.2  Kesiapan diri … / 78

5.3  Sikap insan sakit dan lemah … / 80

Bab  VI /  Puasa tingkat satu (salib Natal) …/ 84

Bab  VII /  Puasa tingkat dua (salib Jumat Agung) …/ 95

Bab  VIII /  Puasa tingkat tiga (salib Paskah) …/ 103

Bab  IX /  Puasa tingkat empat (salib Kenaikan) …/ 111

Bab  X /  Puasa tingkat lima (salib Pentakosta) …/ 121

Bab  XI /  Hubungan puasa dengan doa …/ 133

Bab  XII /  Summary teknik operasional praktis  … / 141

Bab  XIII / Modular pendewasaan iman   …/ 167

13.1    Profil Kurikulum – Silabus  … /  168

13.2    Modul Natal  … /  170

13.3    Modul Jumat Agung  … /  172

13.4    Modul Paskah  … /  174

13.5    Modul Kenaikan  … /  176

13.6    Modul Pentakosta   …/  178

Bab I: Definisi Doa syafaat | Buku Ketiga Tetralogi JALAN SALIB “Sembahlah DIA!”

Doa adalah hubungan komunikasi dua-arah antara Allah dengan hamba-Nya. Doa dalam wujud komunikasi dua-arah adalah bentuk hubungan yang lengkap, berhasil dan benar. (lih Gambar No. 6, hlm 200).

Dikatakan lengkap, karena komunikasi dua-arah, dilakukan antara Allah dan hamba-Nya, ialah antara Roh Allah, yakni Roh Kudus dengan hamba-Nya, yaitu roh dari orang percaya yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia, (Why 17:14c), karena itu mereka disebut orang terpilih (Yoh 15:16), orang benar (Luk 18:7-8), orang saleh dan pelaku firman tanpa syarat (Yak 1:22), yang memiliki iman sempurna (Yak 2:22).

Dikatakan berhasil, karena Allah hanya mendengar kepada orang-orang saleh dan yang melakukan perintah firman-Nya (Yoh 9:31).

Dikatakan benar, karena doa dengan roh seperti itulah yang sesungguhnya dikehendaki oleh Allah Bapa sendiri (Yoh 4:23-24).

Kesimpulannya adalah bahwa fungsi utama doa ialah terjalinnya hubungan komunikasi dua-arah alias dialog antara Allah dengan hamba-Nya, dengan lengkap, benar dan berhasil alias sempurna, sesuai dengan anugerah dan kasih karunia Allah yang sejak semula sudah ada dalam diri insan manusia itu sendiri, yang dicipta asli dalam kebenaran dan kekudusan.  Itulah sesungguhnya keadaan bergaul dengan Allah (lih Kej 5:22; 6:9).

Sebaliknya, doa yang salah, adalah ketika terjalin hubungan komunikasi dua-arah antara Iblis dengan insan manusia, dengan lengkap, berhasil, namun salah dihadapan Allah.

Dan doa yang salah tetapi berhasil bagi insan dan Iblis, artinya Iblis memang paling senang memenuhi segala permohonan apa pun yang bersifat duniawi alias manusiawi yang didorong oleh hawa nafsu dan keinginan insan itu sendiri (Yak 4:3).

Anugerah Iblis adalah dunia dengan segala kekuasaan, kemuliaan, dan harta duniawinya (Luk 4:6). Dan kasih karunia Iblis adalah kemampuan insan untuk menyembah Iblis dengan cara mudah dan sederhana yaitu menerima tawaran kenikmatan duniawi itu tanpa rasa takut ataupun rasa berdosa sedikit pun kepada Allah.

Padahal kita tahu bahwa Iblis tidak bisa masuk sorga (Why 12:7-9) dan karena itu dia tidak pernah mampu untuk menawarkan hidup kekal di sorga, melainkan hanya hidup nikmat duniawi di bumi saja sedangkan hidup siksa kekal di neraka adalah otomatis sifatnya (Luk 16:23) sehingga Iblis tidak perlu mengingatkannya.

Sekarang ini posisi bagian terbesar umat hanya mengenal doa dengan akal budi saja, padahal kita tahu bahwa justru akal pikiran kita itulah yang paling rapuh dan rentan dirasuk oleh si Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Karena itu kita harus segera pindah posisi, yaitu lakukanlah perubahan dari posisi orang-orang terpanggil yang fokusnya berdoa dengan akal budi saja, supaya menjadi orang-orang terpilih yang fokusnya berdoa dengan roh, yang mustahil dirasuk oleh si Iblis.

Di masa kini nan modern kita berada dalam posisi orang-orang yang terpanggil dan percaya, sedangkan antara orang terpanggil dengan orang yang dipilih dan yang setia, terbentang suatu jalan raya sempit dan curam yang disebut Jalan Salib, dan kita yang menjadi bagian terbesar dari umat sedang dalam proses awal dari perjalanan di jalan itu.

Maka segera kenalilah jalan itu dengan mengikuti jejak-jejak teladan Yesus, yang telah membangun dan melintasi jalan itu terlebih dahulu, sehingga apa yang dikatakan Yesus adalah benar: bahwa ikutlah Aku alias ikutilah jejak-Ku (1 Ptr 2:21), dan penuhilah syarat-syaratnya sampai tuntas (Mat 16:24), sehingga ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ (Yoh 14:4), sebab Akulah jalan itu, Akulah jejak-jejak itu, yang ujungnya sampai kepada Bapa (Yoh 14:6).

Sepanjang Jalan Salib itu, fokuslah pada dirimu sendiri, jangan lihat ke belakang, atau ke kanan dan ke kiri, dan jangan sekali-kali berhenti di tengah jalan di mana pun juga di situ (Kej 19:17), supaya kita berhasil sampai ke ujung jalan itu, dan kita tidak kena hukuman seperti peringatan yang tertulis pada Lukas (23:35) dan 1 Korintus (9:27).

Di sepanjang Jalan Salib itulah kepada kita, anda dan saya, dan segenap umat manusia akan dibuktikan seluruh kebenaran sejati dari pada perintah-perintah firman Allah (Ibr 11:1b), yang ada tertulis di Alkitab maupun yang langsung diberitakan lisan oleh Roh Kudus kepada orang-orang terpilih.

Demikianlah rahasia Allah itu, bahwa bagian terbesar pembuktian kebenaran sejati itu terjadi adalah ketika kita sedang dalam proses berdoa dengan roh.

Contoh: Ketika di malam sunyi senyap anda masuk kamar dan berdoa sendirian, yang berawal dengan doa akal budi, maka di saat anda sudah tidak tahu lagi apakah sedang berdoa atau bagaimana, kemudian anda merasakan adanya sesuatu yang lain tapi tidak tahu apa, padahal itulah keadaan di mana tubuh jasmani dan akal anda tidak berfungsi alias ‘keadaan mati’ untuk sementara waktu (keadaan ini bagi kita adalah wujud jejak Yesus pada Jumat Agung; jadi terbukti kebenarannya), lalu tiba-tiba anda mendapat suatu penglihatan, apa pun itu adanya, sesungguhnya anda telah berada di alam roh (di mana ada Roh Kudus, Iblis, dan roh kita), artinya roh anda (Yoh 1:13, terbukti kebenarannya) sudah bangkit (keadaan ini bagi kita adalah wujud jejak Yesus ketika paskah; jadi terbukti kebenarannya) alias keluar dari tubuh jasmanimu (Yoh 3:3, terbukti kebenaran-nya) dan wujudnya sama seperti keadaan lahiriahmu (1 Kor 15:49, terbukti kebenaran-nya); hal ini dapat dilihat oleh mata rohani yang ada pada jiwa kita.

Ketika kita berbuat salah dikala puasa siang hari, maka dalam doa pada malam hari anda akan lihat sendiri betapa roh anda ditangkap oleh si Iblis dan juga melihat bagaimana Roh Kudus melepaskan anda dari cengkraman roh jahat itu; itulah salah satu bentuk jaminan Allah (2 Kor 5:5, terbukti kebenarannya).

Demikianlah ketika kita sudah sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus (Rm 8:14, terbukti kebenarannya), maka kasih karunia Allah berupa kemampuan untuk berkomunikasi dengan si Iblis juga menjadi amat efektif, tanpa ada rasa takut sedikit pun.

Misalnya kita bisa lihat dan berdialog ketika dia datang mengganggu sang pendeta yang sedang khotbah di hari minggu, dan sesungguhnya pada momentum itu tanpa sadar sang pendeta nyatanya telah menjadi pelayan kebenaran yang palsu (2 Kor 11:15; 2 Tes 2:4b, terbukti kebenarannya) sehingga substansinya diselewengkan alias firman Allah didustakan dengan amat mulusnya lalu masuk ke dalam logika akal jemaat (lih kasus yang sama di Kej 3:6, terbukti kebenarannya); dan ketika akhirnya Roh memberi perintah kepada kita (Luk 12:12, terbukti kebenarannya) untuk segera mengusir si Iblis (Ef 6:12, terbukti kebenarannya), maka pulanglah jemaat gereja itu dengan selamat untuk melakukan firman Allah yang telah mereka dengar di dalam kehidupannya sehari-hari.

Kenyataannya anda telah menjadi berkat bagi banyak orang (Kej 12:2-3, terbukti kebenarannya), namun akan terjadi ketika anda memberi kesaksian tentang hal itu mereka semua menolak dan tidak percaya (2 Tim 4:2, terbukti kebenarannya), maka penderitaan anda atas penolakan itu adalah asli salibmu yang harus dipikul (Mat 10:38, terbukti kebenarannya) sekaligus hal demikian itu juga adalah kasih karunia pada Allah (1 Ptr 2:20, terbukti kebenarannya).

Masih banyak lagi bukti-bukti yang sebaiknya anda sendiri akan alami, ketika anda telah berjalan di tahap-tahap berikutnya dari Jalan Salib itu.

Demikianlah keadaan berdoa dengan roh, maka jangan takut, sabarlah dan berjalanlah terus sampai akhir!

Sekarang kita tahu, bahwa wujud komunikasi dua-arah yang dikehendaki Allah, adalah antara roh hamba-Nya (roh-insan) dengan Allah, yang adalah Roh. (lih buku keempat tetralogi Jalan Salib, The Messages, Vol 3, 2007, Message No. 53/51/25/J, hlm 342); bentuk nyatanya adalah Bapa berkomunikasi langsung dengan anda dan saya, dengan perantaraan media Roh Kudus (Yoh 16:13b).

Maka jelaslah bahwa ada dua tahap dalam satu doa yang benar dan sempurna, yaitu:

[1] berdoa dengan akal budi (1 Kor 14:15b2).

[2] berdoa dengan roh (1 Kor 14:15b1).

Dan perintah firman yang wajib kita jalankan adalah berdoalah setiap waktu di dalam Roh (Ef 6:18b1). Dalam contoh terbukti bahwa segala yang disampaikan oleh malaikat Tuhan adalah mengenai hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13c).

Contoh berdoa alias berkomunikasi dua-arah dengan roh, adalah ketika Daniel berbicara dengan Gabriel, malaikat Tuhan (Dan 9:21-22; Dan 11:7), ketika Gabriel berbicara kepada imam Zakharia (Luk 1:11-13), ketika Gabriel berbicara kepada Maria, tunangan Yusuf (Luk 1:28-30), ketika seorang malaikat Tuhan berkata-kata kepada Filipus (Kis 8:26, 29), ketika malaikat Tuhan berbicara kepada Kornelius (Kis 10:3-6), ketika Roh berkata-kata kepada Petrus (Kis 10:19-20), ketika Yesus berbicara membawakan firman Allah setiap saat (Yoh 14:10b), termasuk berdoa di taman Getsemani, di mana isi doa Yesus itu diberitakan oleh Roh kepada Matius (Mat 26:42) dan Markus (Mrk 14:36), dan ketika Abraham bicara dengan orang kaya itu (Luk 16:24).

Keadaan demikian itu juga berlaku pada zaman akhir masa kini nan modern, yaitu ketika para insan-terpilih memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus.

Operasionalnya adalah bahwa setiap saat terjadi komunikasi dua-arah antara Roh dengan anda pribadi alias roh anda sendiri, di mana Roh memberikan perintah-perintah-Nya, baik untuk pribadi maupun untuk lingkungan anda, baik keluarga, masyarakat, negara, maupun gereja, tentang seluruh bidang kehidupan anda, baik ekonomi, politik, hukum, sosial, maupun spiritual. Itulah keadaan yang disebut bergaul dengan Allah, pasti tidak salah.

Contoh di bidang sosial, adalah ketika Roh memberi perintah kepada kita (yang bukan pendeta misalnya) untuk menjenguk seseorang tak dikenal yang sedang sakit di rumah ataupun di rumah sakit (Yak 2:1), dan berdoa bagi kesehatannya (Yak 5:15).

Keadaan ini benar-benar ujian bagi kedua belak pihak, yakni apakah anda taat pada perintah Roh dan apakah si sakit itu mau menerima kedatangan anda, padahal kita tahu persis bahwa kehendak Roh bagi kesembuhan si sakit itu pasti terjadi (Yoh 16:13c).

Contoh dibidang pemerintahan, adalah ketika Roh memberi perintah kepada kita untuk pergi kepada seorang pejabat negara (Yak 2:1), untuk memberitahu bahwa sekian bulan lagi dia akan menduduki jabatan baru yang jauh lebih tinggi (Yoh 16:13c), dengan syarat mulai sekarang dia harus hidup tertib selamanya, dan anda dilarang memanfaatkannya untuk mendapatkan pekerjaan dari padanya melainkan bersikap profesional murni.

Demikianlah rahasia Allah diungkapkan bagi kita, orang-orang yang terpilih!

Referensi

Kejadian 3:6.

[6a] Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

[6b] Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Kejadian 5:22. (lih juga Kej 6:9).

[22] Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

Kejadian 6:9.

[9] Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Kejadian 12:2-3.

[2a] Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur;

[2b] dan engkau akan menjadi berkat.

[3a] Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau,

[3b] dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Kejadian 19:17.

[17a] Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: Larilah, selamatkan nyawamu;

[17b] janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.

Daniel 9:21-22.

[21] sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari.

[22] Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.

Daniel 11:7.

[7] Dan pada waktu itu akan tumbuh suatu tunas yang seakar dengan putri itu menggantikan orang itu, dan orang ini akan bergerak maju melawan tentara raja negeri Utara dan memasuki kota bentengnya, dan ia akan bertindak terhadap mereka dan ia akan berkuasa.

Matius 10:38.

[38] Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Matius 12:32. (lih Luk 1:18).

[32] Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

  • Contoh kasus: Menuduh Yesus (alias insan-terpilih) kerasukan roh jahat. (Mrk 3:30).

Matius 16:24.

[24] Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Matius 19:11, 26. (lih Luk 1:18).

[11] Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

[26] Yesus memandang mereka dan berkata: Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.

Matius 26:42. (lih juga Mrk 14:36).

[42] Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!

Markus 3:30.

[30] Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Markus 14:36.

[36] Kata-Nya: Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.

Lukas 1:6-7.

[6] Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.

[7] tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Lukas 1:11-13, 15-16, 18-20.

[11] Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.

[12] Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.

[13] Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau namai dia Yohanes.

[15] Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

[16] ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,

[18] Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.

  • Zakharia dan isterinya adalah orang benar di hadapan Allah dan hidup dengan tidak bercacat, tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul (lih ayat 6-7).
  • Zakharia berpikir dengan logika insani, bahwa tidak mungkin apa yang dikatakan oleh malaikat itu bisa terjadi (Mat 19:26). Sebab nyatanya dia tidak memohon anak kepada Tuhan, sementara isterinya menanggung aib dan tanpa sadar masih mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia (Rm 8:26-27). Maka dia kena pinalti menjadi bisu, sekaligus itu bukti bahwa perkataan malaikat itu adalah benar. Kalau dia menentang malaikat itu, maka pinaltinya adalah tidak ada pengampunan dosa (Mat 12:32).
  • Demikianlah keadaan umum itupun berlaku di zaman akhir masa kini nan modern, ketika malaikat Tuhan saja masih diragukan, apalagi seorang manusia terpilih (Yoh 15:16) yang menyampaikan ketetapan Bapa di sorga dan terutama mengenai hal-hal yang akan datang (ayat 15-16), karena mendengar lisan dari Roh Kudus (Yoh 16:13).
  • Apakah ada solusinya? Kata Yesus: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau tidak ditarik oleh Bapa (Yoh 6:44) dan Bapa tidak mengaruniakannya kepada-nya (Yoh 6:65). Jadi kita akan mengerti dan bisa menerima ketetapan kita sebagai insan-terpilih, hanyalah ketika kita dikaruniai saja (Mat 19:11).

[19] Jawab malaikat itu kepadanya: Aku Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

[20] Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai pada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.

Lukas 1:28-30.

[28-30] Silahkan buka Alkitab, wahai insan-terpilih!

Lukas 4:6.

[6] Kata Iblis kepada-Nya: Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

Lukas 16:23.

[23b] Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang keatas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Lukas 18:7-8.

[7] Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya? Dan apakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

[8a] Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. (lih Yoh 7:18)

[8b] Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?

Lukas 23:35.

[35b] Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.

Yohanes 1:13.

[13] orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Yohanes 3:3.

[3] Yesus menjawab, kata-Nya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.

Yohanes 4:23-24.

[23a] Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran;

[23b] sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

[24] Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Yohanes 6:44, 65. (lih Luk 1:18).

[44] Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

[65] Lalu Ia berkata: Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.

Yohanes 7:18.

[18a] Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri;

[18b] tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

Yohanes 14:4, 6, 10.

[4] Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.

[6a] Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

[6b] Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

[10b] Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yohanes 15:16.

[16a] Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

[16b] Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikanNya kepadamu.

Yohanes 16:13.

[13a] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

[13b] sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

[13c] dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Kisah Para Rasul 8:26, 29.

[26] Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza. Jalan itu jalan yang sunyi.

[29] Lalu kata Roh kepada Filipus: Pergilah ke situ dan dekati kereta itu!

Kisah Para Rasul 10:3-6, 19-20.

[3-6] Silahkan buka Alkitab, wahai insan-terpilih!

[19] Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: Ada tiga orang mencari engkau.

[20] Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.

Roma 8:14.

[14] Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah.

Roma 8:26-27. (lih Luk 1:18).

[26] Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

[27] Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengerti maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

1 Korintus 9:27.

[27] Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

1 Korintus 14:15.

[15b1] Aku akan berdoa dengan rohku,

[15b2] tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku;

1 Korintus 15:49.

[49] Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

2 Korintus 5:5.

[5] Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

2 Korintus 11:15.

[15a] Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran.

Efesus 6:12, 18.

[12] karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

[18b1] Berdoalah setiap waktu di dalam Roh

[18b2] dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus,.

  • Berjaga-jagalah alias sadarlah, itu punya dua arti, yakni (1) akal insan selalu berpikir dunia (arti duniawi), dan (2) akal diam alias tidak berpikir dunia, seperti jejak teladan Yesus, dan yang bekerja roh-insan, yakni setiap saat komunikasi dengan Roh Kudus. Operasionalnya: pertama roh-insan yang harus bekerja lebih dahulu, sesudah itu barulah akal ikut bekerja sesuai perintah dari roh-insan. (lih Kis 8:26, 29).

2 Tesalonika 2:4.

[4b] Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

2 Timotius 4:2.

[2] Beritakanlah firman, siap sedialah baik tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang

salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Ibrani 11:1.

[1b] (iman) dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Yakobus 1:22.

[22] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Yakobus 2:1, 22.

[1] Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Yakobus 4:3.

[3] Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Yakobus 5:15.

[15] Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

1 Petrus 2:20-21.

[20a] Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

[20b] Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

[21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Wahyu 12:7-9.

[7] Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya.

[8b] mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.

[9a] Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut si Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah;

[9b] ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Wahyu 17:14.

[14c] Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.